Minggu 23 Februari 2020, 04:15 WIB

Tumis Ayam Tradisional Korea

Try/M-4 | Weekend
Tumis Ayam Tradisional Korea

MI/ADAM DWI
Tumis Ayam Tradisional Korea

ADA satu makanan tradisional Korea yang umumnya disantap beramai-ramai, yaitu dak-galbi. Dak-galbi merupakan ayam tumis pedas yang dioseng bersama berbagai sayuran, seperti kol putih, daun bawang, bawang bombai, tteokbokki, kentang, dan ubi putih. Rasa pedas hadir dari pasta saus gochujang yang merupakan fermentasi cabai ala korea.

Dengan porsi yang besar, dak-galbi biasanya dimasak dan dimakan bersama teman-teman maupun keluarga.

Potensi pasar seperti itulah yang dibidik resto Mr Dakgalbi. Lee Hyung-tak, Indonesia Branch Manager dari resto, itu mengatakan pihaknya membawa bisnis tersebut dari Korea Selatan ke Indonesia sejak 2017. Selain Indonesia, restoran pun hadir di Tiongkok, Vietnam, dan Malaysia.

“Mr Dakgalbi merupakan makanan tradisional Korea yang disukai banyak orang, termasuk di Asia Tenggara,” ujar Lee, saat ditemui di resto Mr Dakgalbi di Mal Kelapa Gading 1, Jakarta, pekan lalu.

Di Korea sendiri tumisan seperti ini memiliki banyak varian, yaitu menggunakan daging sapi dan babi. Namun, restoran Mr Dakgalbi memilih daging ayam sebagai sajian utama, bukan babi. Mereka melihat turis muslim ke Korea banyak yang memilih menu ini. Itu juga yang menjadi target pasar mereka.

Keistimewaan lini bisnis mereka, yaitu hanya berfokus pada santapan tumisan (galbi). Mereka tidak seperti restoran Korea lainnya yang marak di Indonesia, yang menawarkan begitu banyak menu.

“Keistimewaan kami juga ada di sausnya. Bukan hanya rasa pedas, melainkan juga ada manisnya, yaitu bumbu bulgogi (tumisan untuk daging sapi). Orang Indonesia juga suka dengan preferensi saus ini. Mereka juga memakan ayam, dan halal,” kata Lee.

Pusat perhatian dari restoran ini sebenarnya ada dicara menumis yang dilakukan di meja pelanggan. Mereka bisa melihat apa saja bahannya, cara pembuatannya langsung, dan mencoba memasak bersama juru masak.

“Ini lebih menyenangkan bagi pelanggan,” jelas Lee.

Untuk tamu yang baru pertama kali berkunjung, mereka bisa memilih antara menu dak-galbi (tumisan ayam) dan bokkeumbap (nasi goreng).

Pada menu dak-galbi , tamu bisa memilih antara empat varian, yakni ayam tumis standar diberi saus gochujang dengan isian daun bawang, ubi putih, kentang, bawang bombai, tteokbokki, dan kol putih.

Ada cheese dak-galbi, ayam tumis tersebut akan diberi pendamping saus keju mozarella. Bagi mereka yang tidak suka saus pedas gochujang, bisa memesan ayam tumis dengan saus bulgogi yang lebih manis.

Untuk para penggemar seafood, bisa memilih seafood dak-galbi dan octopus dak-galbi, yang memasukkan tambahan makanan laut ke tumisan ayam. Makanan ini bisa dipilih pelanggan dari harga Rp65 ribu per porsi hingga Rp240 ribu untuk 3 pak.

Untuk varian nasi goreng ada mr dak fried rice, yaitu dengan isian ayam bumbu dak-galbi, kemudian nasi goreng ayam bumbu bulgogi, nasi goreng seafood, dan nasi goreng sapi. Sajian itu bisa didapatkan mulai harga Rp45 ribu-Rp50 ribu per porsi.

Namun, bila pelanggan ingin merasakan sekaligus ayam tumis, sajian mi dan nasi goreng dibalur keju mozarella, Anda dapat memilih paket cheese dak-galbi, mulai harga Rp215 ribu untuk dua pak hingga Rp420 ribu untuk 4 pak.

Menurut Lee, restoran ini hadir untuk mereka yang ingin makan bersama dalam porsi besar. Namun, katanya, tidak jarang pelanggan yang akhirnya membungkus sisa makanan mereka.

Bayangkan saja, sajian untuk 3 pak menggunakan 500 gram daging ayam yang dipotong dadu. Pertama, Anda bisa menumis daging ayam, daun bawang, ubi putih, kentang, bawang bombai, tteokbokki, dan kol putih untuk sekitar 10 menit.

Mi ramen akan dimasukkan dan diaduk bersama tumisan saus gochujang itu. Setelah merata, staf akan mengeluarkan panci keju berbentuk cincin. Pelanggan bisa melilitkan tumisan ayam pedas itu dengan keju mozarella. (Try/M-4)

Baca Juga

MI/ Fetry Wuryasti

Masih Gagal Bikin Dalgona? Coba Trik Kami Ini

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 09 April 2020, 13:00 WIB
Kesukseskan membuat dalgona akan lebih terjamin jika menggunakan kopi instan tanpa...
AFP

Khawatir Pembajakan, Festival Cannes Tolak Beralih ke Digital

👤Fathurrozak 🕔Kamis 09 April 2020, 12:05 WIB
Untuk mencegah penularan covid-19, penyelanggara Festival Cannes lebih memilih memundurkan penyelenggaraan hingga kemungkinan baru...
 CHARLY TRIBALLEAU / AFP

Sony Bocorkan Controller Gim Generasi Baru untuk PlayStation 5

👤Bagus Pradana 🕔Kamis 09 April 2020, 08:15 WIB
Sistem ini menawarkan lebih banyak kerumitan pada para pemain, namun akan memberikan sensasi 'efek getaran' yang lebih intens dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya