Sabtu 22 Februari 2020, 13:59 WIB

Polisi Endus Pabrik Baru Obat Antidepresi Ilegal di Jakarta Utara

Tri Subarkah | Megapolitan
Polisi Endus Pabrik Baru Obat Antidepresi Ilegal di Jakarta Utara

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto menduga ada pabrik obat anti depresi ilegal di Jakarta Utara.

 

KAPOLRES Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan saat ini pihaknya sedang mendalami pemasok obat antidepresi ilegal dari tangan tersangka ZK, 55. Menurut pemeriksaan, kata Budhi, tersangka mendapatkan obat beremerk Hexymer dan Trihexyphenidyl dari seseorang.

"Si tersangka ini, dia mendapat kiriman, ini yang masih kita dalami. Dia bilang saya beli sama orang nge-drop, ditanya siapa, dia enggak kenal, kuitansi enggak ada, beli cash. Ini kan masih pengakuan tersangka," kata Budhi saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (22/2).

Diketahui, kedua obat antidepresi ilegal tersebut sudah ditarik dari peredarannya sejak 2016. Sampai saat ini, ada dua dugaan dari pihak kepolisian ihwal asal obat tersebut. Pertama, kedua obat tersebut merupakan obat-obat lama yang seharusnya sudah ditarik dan dimusnahkan.

"Kalau misalnya obat lama yang ditarik kembali, berarti ada oknum," terang Budhi.

Dugaan kedua, obat-obat tersebut memang produksi baru. Artinya, ada pabrik baru yang memproduksi kedus obat ilegal tersebut. Menurut Budhi, apabila terbukti benar, maka pabrik tersebut otomatis berststus ilegal.

"Kalau kita lihat dalam kemasan botolnya, terproduksi Desember 2017, berarti yang kedua, ada pabrik yang produksi ini walaupun sebetulnya enggak boleh," ujar Budhi.

Namun, dugaan kedua tersebut juga bukan tanpa keanehan. Pasalnya, sebelum ditarik dari peredaraannya tahun 2016, sebutir Hexymer saja dijual dengan harga Rp100 ribu. Sementara tersangka ZK menjualnnya Rp10 ribu per butir.

"Msalnya dia produk baru, berarti ongkos produksinya hampir sama dengan yang sebelum ditarik. Tapi kalau dijual Rp10 ribu, ngapain memproduksi untuk rugi?" kata Budhi heran.

"Itu kalau asumsi baru. Tapi kalau logika barang lama, masuk akal, daripada dihacurin mending dijual murah. Ini masih dalam proses penyelidikan kita," tandasnya.

baca juga: Obat Depresi Senilai Rp20,5 Miliar Disita Aparat

Diketahui, barang bukti yang berhasil disita dari tersangka ZK adalah 84 dus berisi 2.016.000 butir Hexymer dan 375 dus berisi 37.500 butir Trihexyphenidyl. Pihak kepolisian menjerat ZK dengan Pasal 197 Juncto Pasal 196 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar. (OL-3)

Baca Juga

MI/Ramdani

Anies: Pandemi, Satu Juta Orang di Jakarta Bekerja dari Rumah

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 19:47 WIB
Orang-orang sekarang bebas bersepeda di pagi hari sebelum berangkat kerja atau kadang berangkat kerja dengan...
MI/ANDRI WIDIYANTO

PSBB Transisi, Taman Margasatwa Ragunan Masih Sepi Pengunjung

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 16:48 WIB
Di hari Sabtu pekan lalu jumlah orang yang datang berada di kisaran 800 pengunjung dan Minggu pekan lalu mencapai 1.500...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Anies: Covid -19 Justru Membuka Peluang Dunia Digital

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 15:53 WIB
Pandemi justru membuat kegiatan masyarakat lebih leluasa lantaran kegiatan dilakukan secara daring, masyarakat lebih bebas memilih...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya