Sabtu 22 Februari 2020, 11:12 WIB

Bupati Sleman Perintahkan Penghentian Kegiatan Luar Sekolah

Agus Utantoro | Nusantara
Bupati Sleman Perintahkan Penghentian Kegiatan Luar Sekolah

ANTARA
Petugas melakukan penyisiran untuk mencari sejumlah pramuka SMPN Turi yang tenggelam di Kali Sempor, Turi, Sleman, DIY Jumat (21/2/2020).

 

BUPATI Sleman Sri Purnomo memerintahkan sekolah-sekolah di Sleman menghentikan seluruh kegiatan di luar sekolah.

"Semua kegiatan luar sekolah saya minta dihentikan dulu," kata Sri Purnomo di Sleman, Sabtu (22/2).

Usai memberikan pengarahan kepada para kepala sekolah di Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Sri Purnomo mengemukakan penghentian itu akan berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan.  Menurut dia, kegiatan Pramuka yang sifatnya di luar sekolah juga harus dihentikan. Namun Bupati menepis, penghentian itu tidak berarti
penghentian kegiatan kepramukaan. Dikatakan, kegiatan kepramukaan tetap dapat dilangsungkan namun hanya di dalam sekolah saja.

"Yang sifatnya di luar sekolah, harus dihentikan," ujarnya.

Bupati juga menyatakan, nanti aka nada evaluasi terkait dengan pelaksanaan kegiatan di luar sekolah. Harapannya, suasana kembali tenang dahulu dan kemudian akan kondusif.
 
Menurut Bupati dalam evaluasi nantinya juga akan ditentukan kegiatan-kegiatan yang tidak membahayakan. Sebelumnya, Bupati juga menganggap kegiatan susur sungai sebagaimana yang diselenggarakan SMP Negeri 1 Turi itu merupakan kecerobohan pihak sekolah. Dikatakan, kecerobohan itu karena kegiatan susur sungai dilakukan saat
musim hujan.

"Itu  kecerobohan, karena melaksanakan kegiatan-kegiatan di sungai pada saat musim hujan. Itu sangat berbahaya," jelasnya.

Bupati Sleman mengemukakan di saat musim penghujan, kegiatan Pramuka bisa dilaksanakan di dalam sekolah bukan di lokasi berbahaya seperti di sungai. Sementara Komandan Tim Reaksi Cepat BPBD DIY, Pristiawan menjelaskan, jumlah korban meninggal dunia 7 orang.

"Laporan terakhir didapat pada pukul 04.30 WIB," katanya.

baca juga: Banjir Tewaskan Lima Siswa SMPN 1 Turi

Sementara keseluruhan korban luka terseret arus Sungai Sempor sebanyak 23 orang. Selain itu  dua orang yang masih menjalani rawat inap di Puskesmas Turi Sleman. Korban meninggal dunia siswa SMPN 1 Turi antara lain Sovie Aulia, Arisma Rahmawati, Nur Azizah, Latifa Zulfaa, Khoirunnisa Nurcahyani, Fanea Dida, serta Evieta Putri Larasati. Sementara 3 siswa yang belum ditemukan yaitu Yasinta Bunga, Zahra Imelda, serta Nadine Fadilah. Yasinta Bunga memiliki ciri-iri tahi lalat di pipi, tinggi sekitar 150
cm, rambut ikal panjang. Ciri-ciri Zahda Imelda yaitu tinggi sekitar 150 cm, agak kurus, rambut ikal sebahu. Kemudian ciri-ciri Nadine Fadilah yakni kecil, tinggi sekitar 140 cm. (OL-3)

 

Baca Juga

Antara

Polisi Razia Besar-besaran Kelompok Intoleran

👤Antara 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 17:40 WIB
Polisi menyisir satu per satu ke lokasi yang diidentifikasi sebagai lokasi kantong-kantong kelompok yang kerap melakukan tindakan sweeping,...
ANTARA/YULIUS SATRIA WIJAYA

Libur Panjang, Le Eminence Hotel Puncak Ciloto Terisi 85%

👤Benny Bastiandy 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 17:17 WIB
Mayoritas tamu hotel didominasi wisatawan dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Rata-rata mereka menginap kisaran 2-3...
MI/Januari Hutabarat

Telisik Izin Penebangan Kayu Pinus di Hutan Reboisasi Garoga

👤Januari Hutabarat 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 16:50 WIB
IZIN penenbangan kayu Pinus di Hutan Reboisasi Desa Simpangbolon Kecamatan Garoga Kabupaten Tapanuli Utara-Sumatera Utara, harus ditelisik...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya