Sabtu 22 Februari 2020, 07:20 WIB

Rindu dalam Hati Manchester City

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola
Rindu dalam Hati Manchester City

MI/Seno

 

LAGU terbaru Arsy Widianto dan Brisia Jodie Rindu dalam Hati pantas menggambarkan suasana batin pelatih Manchester City, Joseph Guardiola yang sedang 'patah hati'.

Keinginan untuk mempersembahkan Piala Champions bagi The Citizen langsung meredup begitu Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) menjatuhkan sanksi dilarang tampil dua musim di ajang Liga Champions.

Tidak hanya itu, City juga didenda uang 25 juta pound sterling karena pelanggaran keuangan yang dilakukan klub 'Langit Biru' itu.

 

'Mungkin

Ingin bertemu masih ada

Ingin memeluk masih ada

Sayang kini tak bisa

Kau telah memilihnya oo-oo'

 

Sejak bocornya e-mail internal City dan kemudian diberitakan majalah olahraga Jerman Der Spiegel pada November 2018, City menjadi bahan penyelidikan UEFA. Saat masih menjadi Presiden UEFA, Michel Platini memang membentuk badan Financial Fair Play untuk mencegah apa yang disebutnya sebagai doping keuangan.

Untuk membuat kompetisi sepak bola menarik dan tidak jorjoran dalam membeli pemain, setiap klub dibatasi penggunaan anggarannya. Jumlah kerugian yang masih bisa ditoleransi oleh setiap klub untuk membeli dan membayar pemain jika dibandingkan dengan penerimaan sponsor tidak boleh lebih dari 25 juta pound sterling per tahun.

AFP/Oli SCARFF

Pemain Starter Manchester City.

 

City mulai 2012 hingga 2016 dinilai telah membelanjakan uang terlalu besar. Di antara klub-klub dunia, belanja pemain yang dikeluarkan City setiap tahun terbesar ketiga, yaitu sekitar 300 juta pound sterling. Padahal, dari sisi penerimaan, klub itu berada di peringkat kelima terbesar.

Perkiraan sementara, setiap tahun kerugian yang harus ditanggung klub milik keluarga Kerajaan Uni Emirat Arab itu sekitar 100 juta-150 juta pound sterling. Kecurigaannya kerugian itu ditutup oleh uang pribadi yang disetorkan Sheikh Mansour Zayeed Al Nahyan.

Tim penyelidik UEFA yang dipimpin mantan PM Belgia 2009-2011, Yves Leterme, berulangkali meminta manajemen City menyampaikan laporan keuangan mereka. Sebab, dari e-mail yang bocor diketahui nilai sponsor yang diberikan perusahaan penerbangan asal Abu Dhabi, Etihad, hanya sekitar 8 juta pound sterling setiap tahun. Sementara dalam laporan keuangan yang diberikan, tertulis Etihad memberikan sponsor senilai 69,8 juta pound sterling.

Namun, manajemen City tidak pernah memberikan laporan yang benar. City bukan baru pertama kali dimintai keterangan berkaitan dengan laporan keuangannya. Pada 2014, UEFA pernah menjatuhkan sanksi denda sebesar 49 juta pound sterling karena dianggap melanggar prinsip fair play dalam pembelian pemain.

Manajemen City kini pun keberat-an dengan  hukuman yang dijatuhkan UEFA dan berencana untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Mereka menganggap tim yang dipimpin Leterme telah bias dan sudah menjatuhkan hukuman sebelum sidang dilakukan. Leterme dituduh pernah memberikan keterangan akan menghukum City dalam wawancara dengan majalah Belgia, Sport and Strategy.

Namun, tuduhan yang disampaikan City dianggap berlebihan karena tim yang mengadili kecurangan keuangan klub itu ada dua tingkatan. Sanksi yang dijatuhkan kepada City diputuskan tim panel ahli yang diketuai Jos Narciso da Cunha Rodrigues, mantan jaksa penuntut di Portugal, dengan anggota Christiaan Timmermans, profesor hukum dari Belanda; Louis Peila, hakim berpengalaman asal Swiss; Adam Gierzsz, mantan Menteri Olahraga Polandia; dan Charles Flint, pengacara asal Inggris.

Bahkan setelah CAS memberi keputusan, salah-salah City akan menerima hukuman tambahan dari Football Association Inggris. City terancam menerima pemotongan poin dalam kiprahnya di Liga Premier antara 2012 hingga 2016 dan bahkan mungkin harus terdegradasi ke Divisi II sesuai aturan yang berlaku di FA untuk klub yang dinilai melakukan pelanggaran berat.

 

Mendung

Suasana mendung menggelayut di atas Stadion Etihad. Semua anggota tim menerawang masa depan yang akan mereka lewati. Mereka tidak mau kehilangan masa depan akibat keteledoran manajemen City dalam mengelola keuangan klub.

Apalagi gelar juara Liga Premier sudah pasti lepas dari genggaman mereka musim ini. Satu-satunya kebesaran yang masih bisa mereka torehkan ialah Piala Champions. Kalau mereka bisa memenangi musim ini, setidaknya City akan tercatat sebagai klub Inggris keenam yang bisa mengangkat piala antarklub paling bergengsi di Eropa.

Namun, jalan ke arah sana sangatlah terjal. Di 16 besar pekan depan, City harus bertemu juara 10 kali, Real Madrid. Dengan mental yang sedang runtuh seperti sekarang, tentu tidak mudah bagi Pep Guardiola untuk menyuntikkan motivasi kepada para pemain.

Ibarat kupu-kupu yang indah, City kehilangan kedua sayapnya. Mereka nyaris tidak bisa terbang lagi. Ini seharusnya menjadi kesempatan emas bagi Leicester City untuk mengambil alih posisi runners-up musim ini.

Pep Guardiola tetap berharap anak-anak asuhannya menunjukkan profesionalisme mereka. "Saya yakin bahwa tim ini sangat luar biasa. Apa yang mereka perlihatkan saat mengalahkan West Ham 2-0 Kamis lalu menunjukkan bahwa dalam situasi yang buruk pun mereka bisa tampil baik dan itu yang membuat saya puas," ujar Pep Guardiola.

AFP/Anthony Devlin

Pelatih Manchester City,Pep Guardiola.

 

Oleh karena itu, dia yakin apabila City tidak akan membiarkan dirinya mudah dikalahkan tuan rumah Leicester City Sabtu malam nanti. Termasuk ketika tiga hari kemudian harus bertemu Real Madrid di Liga Champions.

Ia berharap dukungan fans City juga tidak surut. Saat menjamu West Ham, begitu banyak kursi penonton kosong. Pep Guardiola menjanjikan penampilan City yang tidak berubah, seperti janji dirinya untuk tetap bersama City, meski harus dihukum turun ke Divisi II kelak.

 

Brendan Rogers

Pelatih Leicester City Brendan Rodgers tidak ingin menggunakan kesulitan yang sedang dihadapi City sebagai keuntungan. Dia berharap tim asuhannya serius dan fokus memperebutkan 36 poin tersisa di musim kompetisi sekarang ini.

"Sejauh ini saya merasa puas dengan capaian yang diraih The Foxes. Sekarang tinggal bagaimana memanfaatkan pertandingan tersisa dan berharap bisa lebih baik daripada urutan ketiga sekarang ini," kata mantan Pelatih Liverpool dan Celtic itu.

AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS

Pelatih Leicester City, Brendan Rodgers.

 

Rodgers berharap ujung tombak Jamie Vardy menemukan kembali ketajamannya. Sepanjang 2020 Vardy belum mencetak satu gol pun. Malam nanti ia harus mampu menghadapi tantangan duet Fernandinho dan Aymeric Laporte yang menga-wal jantung pertahanan City.

Dukungan dari empat pemain gelandang sangat dibutuhkan Vardy. Kalau Harvey Barnes dan Ayoze Perez bisa mengoptimalkan serangan dari sayap dan James Maddison dan Youri Tielemans menopang dari lini kedua, bukan mustahil Vardy bisa mengakhiri paceklik mencetak gol.

Namun, memang tidak mudah menjinakkan City. Dengan kualitas pemain yang dimiliki, tim asuhan Pep Guardiola selalu mampu me-nguasai permainan. Hanya dengan pertahanan yang disiplin, The Foxes akan mampu membuat kejutan.

Pemain baru Asal Wolverhampton, Ryan Bennett, menjadi andalan sebagai pemain ketiga di jantung pertahanan. Bennett menjadi pilihan terakhir Rodgers karena tiga pemain lain Wilfred Ndidi dan Nampalys Mendy masih cedera, sedangkan Hamza Choudhury kena larangan bermain. Apabila ia bisa cepat padu dengan rekan barunya, tugas Jonny Evans dan Caglar Soyuncu akan lebih diringankan.

Saat menjamu West Ham, Pep Guardiola tidak tanggung-tanggung menurunkan Gabriel Jesus dan Sergio Aguero bersamaan. Bukan tidak mungkin mantan penyerang sayap Leicester, Riyad Mahrez akan dimainkan di sayap kanan menggantikan posisi Bernardo Silva. Ini akan membuat gedoran tim 'Langit Biru' semakin menakutkan.

Pertarungan Mahrez dan bek kiri Ben Chilwell sangat menarik untuk ditunggu. Sejauh mana Chilwell bisa membuat Mahrez tidak leluasa mengobrak-abrik pertahanan kiri tim tuan rumah.

Kiper Kasper Schmeichel diharapkan tampil dengan kemampuan terbaiknya. Putra mantan kiper legendaris Manchester United Peter Schmeichel mengikuti jejak ayahnya sebagai salah satu kiper terbaik di Liga Premier. Ketangguhan Schmeichel menjadi kunci keberhasilan The Foxes untuk menjadi juara pada musim 2015/2016.

Schmeichel bukan hanya harus mengawasi pergerakan tiga penyerang City, tetapi juga tiga gelandang mereka Kevin de Bruyne-Rodrigo Hernandez-David Silva yang tiba-tiba masuk dari belakang. Pemenang pertandingan malam ini akan menjadi runner-up bagi Liverpool yang nyaris tidak tergoyahkan menuju tangga juara musim ini.

Baca Juga

AFP

Diimbangi Verona, Pirlo ingin Tampar Wajah Pemain Juventus

👤Widhoroso 🕔Senin 26 Oktober 2020, 16:41 WIB
Juventus selanjutnya akan menghadapi laga berat saat harus menjamu  raksasa La Liga Spanyol Barcelona dalam lanjutan fase grup Liga...
AFP/Miguel MEDINA

Juventus Siap Perpanjang Kontrak Dybala

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 26 Oktober 2020, 11:12 WIB
Dybala masih menyisakan dua tahun di dalam kontraknya bersama Juventus, tetapi perpanjangan tersebut sudah lama...
AFP/MARCO BERTORELLO

Ditahan Verona, Juventus belum Konsisten

👤Akmal Fauzi 🕔Senin 26 Oktober 2020, 09:57 WIB
Juventus baru dua kali menang dari lima pertandingan, salah satunya adalah hadiah dari otoritas Serie A karena Napoli tidak datang ke Turin...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya