Sabtu 22 Februari 2020, 00:17 WIB

Kemendikbud: Model Kompetensi Guru Disesuaikan Perkembangan Zaman

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Kemendikbud: Model Kompetensi Guru Disesuaikan Perkembangan Zaman

Dok. kemendikbud
Peserta Lokakarya soal guru

 

SALAH satu kunci penting dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah kompetensi guru dan kepala sekolah.

Karena itu, pembaruan model kompetensi guru perlu dilakukan untuk menjawab tantangan terhadap kualitas pendidikan yang terus berkembang di tingkat regional maupun global.

Pembaruan kompetensi ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari empat kompetensi yang disusun secara berjenjang dan bertahap agar lebih mudah dipahami oleh guru

Hal tersebut disampaikan Plt. Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Santi Ambarukmi, di sela-sela lokakarya, di Jakarta Kamis (20/2).

Dalam peningkatan mutu pendidikan, kata Santi, perkembangan teknologi serta berbagai pendekatan terbaru juga perlu diperhatikan agar dapat menciptakan aturan yang sesuai dengan kebutuhan.

Baca juga : Guru Penggerak Indonesia Maju

"Melalui Lokakarya “Refleksi Kritis Kerangka Kompetensi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas” ini, Kemendikbud berupaya memformulasikan aturan dalam peningkatan mutu pendidikan agar selaras dengan perkembangan zaman," ujar Santi.

Salah satu narasumber lokakarya dari SMP Negeri 3 Bissapu Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), Usman Jabar mengemukakan kemampuan beradaptasi harus jadi indikator utama dalam menyikapi perubahan zaman.

Berbagai proses manajemen sumber daya manusia seperti rekrutmen, seleksi, pelatihan, dan pengembangan karir harus sesuai dengan kebutuhan.

“Guru harus ditanya apa yang mereka butuhkan, misalnya dalam keikutsertaan pelatihan, jangan guru BK malah ikut bimtek kurikulum,” ujar Usman.

Pembaruan model kompetensi bagi guru, kepala sekolah dan pengawas juga harus berorientasi pada layanan pendidikan. Di mana peserta didik tidak hanya sebagai objek pembelajaran melainkan subjek yang diperhatikan kebutuhannya.

Bahkan lebih dari itu, peserta didik yang menjadi penentu arah metode pembelajaran yang diambil sekolah.

“Orientasinya bersumber pada kebutuhan siswa, apakah sekarang programnya sudah sesuai dengan kebutuhan siswa untuk bekal bagi mereka," kata Irma Nurul dari SMP Lazuardi Al-Falah, Depok, Jawa Barat.

Irma mengutarakan guru, kepala sekolah dan pengawas idealnya tidak hanya fokus pada upaya untuk mencapai standarisasi tertentu, mestinya lebih memahami karakteristik siswa dan mampu menjalankan metode yang tepat guna mengantarkan mereka mencapai tujuan pembelajaran.

Baca juga : Kesejahteraan Guru Ditingkatkan Bertahap

“Misalnya jika guru punya siswa yang konsentrasinya rendah maka semua metode dan program di kelas tersebut harus diarahkan untuk mendukung peningkatan potensi peserta didiknya,” jelasnya.

Menurut Irma Nurul, kebijakan Merdeka Belajar adalah ketika guru berkomitmen untuk mencetak generasi penerus yang kompeten dengan metode belajar yang inovatif.

“Bukan sebatas tuntas (belajar) tapi juga mampu membuat peserta didiknya paham terhadap konsep pembelajaran. Guru yang mandiri sangat dibutuhkan dalam menemukan cara (belajar) yang efektif di tengah berbagai keterbatasan,” terangnya.

Sementara itu, Merdeka Belajar dari versi Pengawas Sekolah Provinsi Sulawesi Selatan, Madalle Agil adalah ketika pengawas dirindukan oleh kepala sekolah dan guru.

“Maksudnya pengawas bisa membimbing guru dan kepsek dengan cara pikir yang induktif yaitu kreatif dan inovatif untuk mencari metode baru (solusi). Diujung pertemuan ada refleksi sehingga saat ada masalah bisa segera terpecahkan,” pungkasnya.(RO/OL-7)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Macet Sejak 2018, Tunjangan Kinerja Karyawan TVRI Akhirnya Turun

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 09:01 WIB
Setelah berjuang selama tiga bulan, Direktur Utama TVRI Iman Brotoseno berhasil menyelesaikan tunggakan tunjangan kinerja karyawannya...
Ist

Jelang Sumpah Pemuda, BEM Nusantara Gelar Konsolidasi

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 08:16 WIB
BEM Nusantara se-Indonesia juga akan mengawal isu UU Cipta Kerja yang tengah berpolemik. Isu itu akan dibawa dalam konsolidasi di...
ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Ilmuwan Ingatkan Soal Adanya Keraguan Publik pada Vaksin Covid-19

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 07:05 WIB
Para peneliti menemukan orang-orang yang paling tidak percaya pada pemerintah adalah mereka cenderung tidak mau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya