Sabtu 22 Februari 2020, 02:20 WIB

Ribuan Warga Jerman Gelar Doa Bersama Korban Penembakan

The Guardian/Nur/I-1 | Internasional
Ribuan Warga Jerman Gelar Doa Bersama Korban Penembakan

PATRICK HERTZOG / AFP
Warga menyalakan lilin saat berdoa mengenang para korban penembakan di Main, Frankfurt, Jerman, Kamis (20/2).

 

RIBUAN orang mengambil bagian dalam doa bersama di seluruh Jerman pascapenembakan massal mengerikan yang dilakukan seorang pria bersenjata yang membunuh sembilan orang di sebuah bar shisha dan kafe di Kota Hanau.

Ratusan orang, banyak yang membawa lilin atau mawar putih, berkumpul dalam keheningan di Hanau pada Kamis (21/2) malam untuk menunjukkan solidaritas kepada para korban.

Kerumunan besar juga berkumpul di Frankfurt dan di Gerbang Brandenburg di Berlin, beberapa membawa poster dalam adegan yang direplikasi di sejumlah kota di Jerman.

Pelaku penembakan adalah orang Jerman berusia 43 tahun yang diidentifikasi sebagai Tobias Rathjen. Setelah melancarkan aksi penembakan, ia ditemukan tewas di rumahnya bersama dengan ibunya, 72.

Kepala Kejaksaaan Federal Jerman Peter Frank mengatakan sembilan orang yang tewas di dua bar pada Rabu (19/2) malam berusia antara 21 tahun dan 44 tahun. Semuanya berlatar belakang imigran, meskipun beberapa dari mereka warga negara Jerman.

Bukti, termasuk rekaman video dan 'manifesto' yang di-temukan di situs web tersangka, menunjukkan Rathjen memiliki sikap rasis yang sangat berlebihan.

Kerabat dan teman-teman para korban berkumpul di Bar Arena pada Kamis (20/2) malam. Mereka menangis dan saling berpelukan.

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menempatkan karangan bunga putih di luar Bar Arena sebelum berpidato di acara utama Hanau.

Steinmeier mengutuk aksi teror brutal tersebut. Dia berbesar hati dengan melihat ribuan, bahkan mungkin puluhan ribu orang muncul di seluruh negeri untuk menghormati para korban. "Kami berdiri bersama, kami ingin hidup bersama, dan kami menunjukkan itu berulang-ulang. Itu adalah cara terkuat untuk melawan kebencian," katanya dan sesekali berteriak 'Nazi keluar!' dari kerumunan.

Pemimpin bersama partai sayap kanan, AfD Joerg Meuthen, mengatakan pe-nembakan itu bukan terorisme sayap kanan atau kiri, tetapi tindakan 'orang gila'.

Polisi Jerman mengidentifikasi 60 penganut sayap kanan sebagai individu berbahaya yang mampu melakukan serangan kekerasan. Jumat pekan lalu, mereka menangkap 12 anggota kelompok ekstrem kanan yang merencanakan serangan skala besar terhadap masjid, mirip yang dilakukan di Christchurch, Selandia Baru, tahun lalu. (The Guardian/Nur/I-1)

Baca Juga

Antaranews.com

Jumlah Kasus Covid-19 di Spanyol Tembus 100 Ribu

👤Antara 🕔Rabu 01 April 2020, 18:46 WIB
Warga yang meninggal akibat penyakit tersebut di seluruh negeri bertambah menjadi 9.053 orang sementara pada Selasa jumlah itu tercatat...
AFP/ANGELA WEISS

Virus Covid-19 Ubah Wajah New York

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 01 April 2020, 17:25 WIB
Ruma sakit darurat disiapkan di Central Park New York dan di wisma turnamen tenis AS karena jumlah kematian di As sudah melewati...
Antara/Aswaddy Hamid

Malaysia Lockdown, WNI Buruh Harian Paling Terdampak

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Rabu 01 April 2020, 17:19 WIB
Setelah Malaysia memberlakukan lockdown, WNI yang bekerja sebagai buruh harian dinilai paling...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya