Sabtu 22 Februari 2020, 00:30 WIB

100 Seniman Peduli Bumi Lahirkan 30x30

Irana Shalindra | Weekend
100 Seniman Peduli Bumi Lahirkan 30x30

Dok. Kilau Art
Salah satu karya yang ditampilkan dalam pameran 30x30, Maret mendatang.

Perubahan iklim dan segala kerusakan lingkungan yang terjadi dewasa ini telah memantik keprihatinan akan masa depan Bumi.

Para seniman ialah salah satu kalangan yang memiliki kekhawatiran tersebut. Banyak di antara mereka kemudian mengejawantahkannya lewat karya, seperti kelak dapat disimak dalam pameran bertajuk 30x30 di Taman Budaya Jawa Barat, Bandung.

Diinisiasi oleh Kilau Art Studio, pameran yang rencananya dihelat mulai 7 Maret mendatang itu diikuti 100 seniman dari Indonesia, Malaysia, Belanda, Amerika Serikat, Jerman, Selandia Baru, dan Lituania.

"Tujuan kami adalah untuk membuat gerakan ini lebih masif lagi, mengingat isu yang diusung sangat krusial,” ujar Saepul Bahri dari Kilau Art Studio, dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia.

Selain menjadi bukti konkret kepedulian seniman terhadap Ibu Bumi, ia berharap karya-karya yang ditampilkan bisa menggugah masyarakat dan pemerintah terkait tantangan kelestarian lingkungan di 2030 mendatang.

Tahun 2030 merupakan target dari komitmen dunia untuk bersama-sama
memperbaiki kondisi bumi dengan cara mengurangi emisi. Hal tersebut demi menangkal bahaya pemanasan global dan perubahan iklim.

Indonesia sendiri sudah menandatangani dokumen Intended Nationality
Determined Contribution (INDC) dan setuju untuk mengurangi 29% emisi secara mandiri dan 41% dengan bantuan pihak lain per 2030.

Sementara itu, menurut salah satu panel lintasnegara dari United Nation atau Persatuan Bangsa-Bangsa (PP), yaitu Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), warga dunia hanya punya waktu sampai 2030 untuk menyelamatkan Bumi.

Pemanasan global di atas 1,5 derajat celcius beresiko melahirkan bencana alam ekstrim seperti cuaca panas ekstrem, kekeringan parah, banjir yang disebabkan curah hujan ekstrem, dan mencairnya daratan es di kutub utara yang berdampak pada ratusan juta orang di seluruh dunia.

Di 70% wilayah bumi yang berupa lautan, bahaya serupa juga mengintai. Sampah plastik dan ancaman punahnya keanekaragaman hayati laut akibat eksplorasi dan tambang adalah ancaman-ancaman klise yang hingga kini belum bisa teratasi.

Prediksi yang tidak kalah menyeramkannya juga akan melanda Indonesia. Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) menyebutkan, kerusakan alam dan naiknya air laut diperkirakan akan menenggelamkan sebagian besar daratan di wilayah Indonesia.

"Ancol yang berada di pesisir Jakarta diperkirakan akan tinggal kenangan karena tenggelam oleh air laut. Begitupun wilayah Tanah Abang yang diperkirakan akan terendam air laut hingga 50 cm di tahun 2030," papar Saeful.

Di wilayah Pulau Jawa secara keseluruhan, kerusakan lingkungan di daerah aliran sungai (DAS) dan alih fungsi lahan akan membuat pasokan air semakin langka. Hal ini akan membuat 163 juta jiwa (perkiraan penduduk pulau Jawa di 2030) penduduk pulau Jawa hidup dalam kekeringan.

Malapetaka belum berhenti sampai di situ, Indonesia juga akan diperkirakan kehilangan 24 pulaunya dari 17.504 pulau-pulau yang dimilikinya akibat bencana alam dan kerusakan lingkungan.

"Tentu semua hal-hal buruk di atas bisa dicegah. Namun hal itu sukar terwujud tanpa peran serta masyarakat. Di antaranya terkait tentang pehaman bahaya kerusakan lingkungan dan pola konsumsi masyarakat global yang dinilai masih jauh dari aman untuk keberlangsungan jagat raya ini," pungkasnya. (RO/M-2)

Baca Juga

AFP

Baru Umur Tiga Bulan, Penjualan Album Taylor Swift Lewati 1Juta

👤Bagus Pradana 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 01:05 WIB
Folklore digadang-gadang akan menerima sejumlah nominasi Grammy...
123RF

Spirit Dua Festival dalam KEMBALI20

👤Abdillah Marzuqi 🕔Senin 26 Oktober 2020, 23:10 WIB
Festival daring ini menggantikan Ubud Writers & Readers Festival serta Ubud Food Festival yang tahun ini...
Dok. Blakcwood

Label Tanah Air Hadirkan Furnitur Paduan Italia - Amerika

👤MI Weekend 🕔Senin 26 Oktober 2020, 15:40 WIB
Koleksi terbaru Blackwood dan Ary bergaya campuran Italia dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya