Jumat 21 Februari 2020, 20:44 WIB

Korona Merebak di Penjara, Sejumlah Pejabat Tiongkok Dipecat

Antara | Internasional
Korona Merebak di Penjara, Sejumlah Pejabat Tiongkok Dipecat

AFP
Ilustrasi

 

VIRUS korona telah menginfeksi 234 orang di dua penjara yang berlokasi di luar Provinsi Hubei, pusat wabah, dan para pejabat yang dianggap bertanggung jawab terhadap wabah tersebut sudahdipecat, menurut otoritas setempat, Jumat.

Kasus di kedua penjara, yang terletak di Provinsi Shandong di bagian utara dan Provinsi Zhejiang di bagian timur, itu mendominasi total 258 kasus baru yang dikonfirmasi pada Kamis (20/2) di luar Hubei.

Otoritas memecat kepala departemen pengadilan provinsi di Shandong setelah perluasan wabah di penjara Rencheng di Kota Jining terdeteksi. Tujuh petugas penjara juga dipecat.

Secara total, 207 orang di penjara itu teruji positif corona dan kasus pertama infeksi korona ditemukan pada pegawai penjara, 13 Februari lalu.

Wabah korona, seperti disebutkan oleh wakil sekretaris jenderal pemerintah Provinsi Shandong, Yu Chenghe, telah membuka kenyataan bahwa sejumlah departemen pemerintahan "menjalankan tanggung jawab mereka dengan buruk, pekerjaan mereka tidak solid dan langkah pencegahan pun tidak akurat."

Kantor kesehatan Shandong menyebut pihaknya telah menyiapkan sebuah rumah sakit di Jining untuk menangani para pasien serta akan mengalokasikan sejumlah fasilitas di dalam penjara untuk perawatan. Pemerintah juga mengirimkan tim untuk melakukan penyelidikan.

Sementara di sebuah penjara lain bernama Shilifeng di Provinsi Zhejiang, 27 narapidana ditemukan baru terinfeksi pada pekan ini.

Direktur dan Kepala Partai Komunis Penjara Shilifeng juga dipecat dan penyelidikan dijalankan, menurut keterangan pemerintah Zhejiang pada situs media sosialnya.

China mencatat 74.000 kasus virus corona dan lebih dari 2.100 orang menjadi korban jiwa, yang kebanyakan berada di Provinsi Hubei dan ibu kota provinsi,Wuhan.

Hubei juga menambah jumlah kasus terkonfirmasi infeksi sebanyak 220 orang untuk kasus di dalam penjara di provinsi itu, namun tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai kapan kasus tersebut terdeteksi.

Secara keseluruhan, terdapat 271 kasus di dua penjara di Hubei, termasuk 230 kasus di penjara wanita di Wuhan, seperti dikutip dari surat kabar Hubei Daily.

Surat kabar itu juga melaporkan menambahkan bahwa kepala penjara wanita itu diberhentikan karena dianggap gagal mengontrol penyebaran virus di lingkungannya.(OL-4)

Baca Juga

AFP

Selandia Baru Klaim Kemenangan Melawan Virus Korona

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Kamis 09 April 2020, 21:44 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan negaranya memenangi pertempuran melawan virus korona setelah hanya 29 kasus baru...
AFP

Kasus Covid-19 Baru Australia Turun ke Angka Terendah

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Kamis 09 April 2020, 21:40 WIB
Menteri Kesehatan Greg Hunt, Kamis (9/4), mengumumkan 96 kasus baru penyakit tersebut, tingkat infeksi terendah sejak langkah-langkah...
Antara

Setiap Hari 500 WNI Pulang dari Malaysia

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Kamis 09 April 2020, 21:27 WIB
Umumnya mereka menggunakan empat pelabuhan di Malaysia yaitu Pelabuhan Stulang Laut, Puteri Harbour, Pasir Gudang, dan Kukup dengan tujuan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya