Jumat 21 Februari 2020, 21:15 WIB

Indonesia Dukung APEC Jadi Pilar Stabilitas Ekonomi Dunia

Faustinus Nua | Ekonomi
Indonesia Dukung APEC Jadi Pilar Stabilitas Ekonomi Dunia

AFP
Polisi dan tentara Papua Nugini tampak berjaga-jaga di gedung parlemen Port Moresby, tempat berlangsungnya KTT APEC 2018.

 

PEMERITNAH melalui Kementerian Perdagangan memandang pentingnya kontribusi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) untuk mengatasi ketidakpastian dalam perekonomian dan perdagangan global saat ini.

Menurut Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan Antonius Yudi Triantoro, kontribusi APEC dapat dicapai dengan meningkatkan potensi sumber daya manusia (SDM). Hal itu sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di negara-negara anggota termasuk Indonesia yang juga sejalan dengan visi Pemerintah.

Baca juga: Sekretariat APEC Dukung Keputusan Pembatalan KTT Cile

"Ekonomi APEC diharapkan dapat menjadi pilar kestabilan ekonomi dunia dengan berfokus pada kerja sama ekonomi yang adil agar seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi dan menikmati kesejahteraan ekonomi secara merata," kata Yudi melalui keterangan resminya, Jumat (21/2).

Dijelaskannya, Indonesia berperan aktif sebagai negara pelopor (champion economy) dalam mendukung implementasi cetak biru (blueprint) APEC terkait rantai nilai global (GVC) untuk periode 2020-2025.

Peran aktif Indonesia tersebut sesuai arahan Presiden dalam RPJMN 2020-2024 dalam mendukung transformasi ekonomi Indonesia, dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi ekonomi yang berdasar pada daya saing manufaktur dan jasa modern yang bernilai tambah tinggi.

"Indonesia juga akan bekerja sama dengan negara pelopor lainnya, yaitu Tiongkok dan Amerika Serikat, dalam merancang program peningkatan kapasitas bagi Ekonomi APEC dalam mengambil manfaat lebih dari GVC," imbuhnya.

Pada 2020 ini, konferensi tingkat tinggi (KTT) APEC akan digelar di bulan November dengan Malaysia sebagai tuan rumahnya. Melalui tema 'Optimizing Human Potential for a Future of Shared Prosperity', kemudian menjadi sebuah visi yang sejalan dengan harapan Pemerintah Indonesia.

Lebih lanjut, Yudi menjelaskan bahwa pada dua tahun terakhir yaitu 2018 dan 2019, forum APEC gagal mencapai kesepakatan di tingkat pemimpin APEC untuk mengatasi berbagai tantangan global.

Sebagai tuan rumah, Malaysia menghadapi tantangan yang cukup besar, yaitu pencapaian target Bogor Goals yang masih belum sesuai harapan, tidak mudahnya merumuskan visi baru APEC pasca-2020 yang dapat mengakomodasi kepentingan seluruh ekonomi APEC, dan besarnya harapan dapat disepakatinya deklarasi bersama tingkat pimpinan APEC tahun ini.

Untuk itu, Indonesia turut mendukung tiga prioritas utama yang diangkat Malaysia guna mencapai tujuan-tujuan tersebut. Pertama, perbaikan narasi perdagangan dan investasi. APEC sebagai forum ekonomi harus dapat mengembalikan kepercayaan (trust) negara-negara di Asia Pasifik terhadap perdagangan, investasi, dan sistem perdagangan multilateral secara inklusif dan berkelanjutan.

Kedua, mengurangi kesenjangan di era digital melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam penguasaan teknologi digital, mendorong partisipasi seluruh lapisan masyarakat termasuk peningkatan peran wanita serta mendukung perkembangan perusahaan rintisan digital.

"Ketiga, perhatian terhadap kelestarian lingkungan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui inovasi pengelolaan limbah dan pengembangan energi yang ramah lingkungan," ujarnya.

Dia menambahkan, prioritas tuan rumah Malaysia dinilai sejalan dengan hal-hal yang selama ini diperjuangkan Indonesia pada forum APEC, khususnya pertumbuhan ekonomi inklusif yang menjamin pemerataan kesejahteraan ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Dalam penyusunan visi APEC pasca-2020, Indonesia terus mendorong agar visi APEC mengedepankan inisiatif yang mendukung pemberdayaan UMKM, pelaku bisnis perempuan, pembangunan daerah pedesaan dan pengentasan kemiskinan, serta upaya meningkatkan daya saing sumber daya manusia untuk mengurangi kesenjangan digital," pungkasnya. (Van/A-1)

Baca Juga

Antara/Budi Candra Setya

Halau Dampak Covid-19 ke UMKM, Pemerintah Terbitkan 8 Kebijakan

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 03 April 2020, 21:11 WIB
Program pertama, pemerintah akan mengajukan stimulus daya beli produk UMKM dan...
Antara

Tiga Negara Siap Pasok Bawang Bombai

👤Antara 🕔Jumat 03 April 2020, 19:10 WIB
Dalam waktu dekat sebanyak 5.500 ton bawang bombai dari Selandia...
ANTARA

Telkomtelstra Gratiskan Layanan Teknologi untuk Bekerja di Rumah

👤Heryadi 🕔Jumat 03 April 2020, 18:02 WIB
Inisiatif ini ditujukan untuk mendukung sektor bisnis di Indonesia tetap berjalan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya