Jumat 21 Februari 2020, 19:28 WIB

Siti Nurbaya: HPSN 2020 Jadi Titik Tolak Pengelolaan Sampah

Ihfa Firdausya | Humaniora
Siti Nurbaya: HPSN 2020 Jadi Titik Tolak Pengelolaan Sampah

Antara/M Agung Rajasa
Warga kampung adat Cireundeu menabur bunga saat upacara peringatan HPSN 2020 di lokasi tragedi longsor sampah eks TPA Leuwigajah, Cimahi.

 

HARI Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap 21 Februari. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, berharap peringatan tahun ini menjadi titik tolak baru pemerintah bersama masyarakat membangun pengelolaan sampah menuju Indonesia Bersih, Indonesia Maju dan Indonesia Sejahtera.

Siti mengakui tantangan persoalan sampah di Indonesia masih sangat besar. Dia menyebut jumlah timbunan sampah dalam setahun sekitar 67,8 juta ton. Hal itu akan terus bertambah seiring pertumbuhan jumlah penduduk.

"HPSN 2020 menjadi koridor utama kita untuk bergerak dan bekerja bersama, berkolaborasi membangun pengelolaan sampah yang lebih baik," ujar Siti dalam keterangan resmi, Jumat (21/02).

Dia mengungkapkan, pemerintah sudah mengeluarkan berbagai instrumen kebijakan dalam pengelolaan sampah.

"Hadirnya pengaturan tentang cukai plastik dan road map untuk kemasan produk berplastik, merupakan langkah dan kebutuhan aktualisasi kita mengurangi sampah, seperti plastik sekali pakai. Undang-undang kita memberi ruang untuk langkah tersebut melalui EPR, extended producer responsibility," jelas Siti.

Baca juga: Indonesia bukan Tong Sampah

Berdasarkan data KLHK, saat ini terdapat 21 Provinsi dan 353 Kabupaten/Kota yang menetapkan dokumen Kebijakan dan Strategi Daerah (JAKSTRADA) dalam pengelolaan sampah. Hal ini sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017, dengan target pengelolaan sampah 100% pada 2025.

Selain itu, sekitar 32 pemerintah daerah telah menerbitkan kebijakan pembatasan sampah, khususnya sampah plastik sekali pakai. Siti mengatakan langkah ini mendorong perubahan perilaku masyarakat dan produsen.

"KLHK telah melakukan langkah koreksi dengan merevitalisasi Program Adipura. Hal ini diharapkan mendorong peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah. Di samping, instrumen lain seperti DID (Dana Insentif Daerah), DAK (Dana Alokasi Khusus), serta penerapan teknologi," urainya.

Dari aspek peningkatan kapasitas pengelolaan sampah, lanjut Siti, banyak pemerintah daerah yang melaksanakan upaya serius untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan. Itu dengan indikasi tumbuhnya komitmen pimpinan di daerah, peningkatan alokasi anggaran pengelolaan sampah, penguatan kelembagaan pengelolaan sampah dan peningkatan pelayanan pengelolaan sampah.

"Karena perilaku minim sampah sebagai budaya baru masyarakat Indonesia, sirkular ekonomi dan aplikasi teknologi ramah lingkungan sebagai fondasi waste to resource. Serta, pemrosesan akhir yang berwawasan lingkungan dalam upaya mewujudkan Indonesia Bersih, Indonesia Maju dan Indonesia Sejahtera," tandas Siti.(OL-11)
 

 

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

BPOM Percepat Izin Penyediaan Obat, Jamu, dan Suplemen

👤Ihfa Firdausya 🕔Rabu 08 April 2020, 14:54 WIB
BPOM, lanjut Penny, terus berkomunikasi dengan otoritas obat internasional supaya percepatan bisa kita lakukan tanpa mengabaikan aspek...
Antara/Budiyanto

Empat Kali Gempa Tektonik Awal April, BMKG: Lebih Waspada

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 08 April 2020, 14:50 WIB
Peningkatan aktivitas seismik terjadi di Samudera Hindia bagian selatan, dengan kekuatan gempa...
Antara

PMI Siapkan 1 Juta Paket Bantuan PHBS

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 08 April 2020, 14:49 WIB
Paket tersebut berisi dari masker kain tiga buah, masker bedah dua buah, sabun batang dua buah,satu kotak teh yang akan dibagikan kepada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya