Jumat 21 Februari 2020, 16:55 WIB

Rusia Disebut Bantu Trump Menangkan Pilpres 2020

Nur Aivanni | Internasional
Rusia Disebut Bantu Trump Menangkan Pilpres 2020

AFP/Michael Ciaglo
Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan pidato di Colorado.

 

Dalam sebuah pertemuan dengan anggota Kongres Amerika Serikat (AS), pejabat intelijen AS menyebut Rusia ikut campur dalam kampanye pemilihan presiden (pilpres) 2020 agar Presiden AS, Donald Trump, terpilih kembali.

Menurut sumber anonim, pejabat intelijen mengingatkan gerakan Rusia yang berupaya mengacaukan integritas suara dalam pilpres pada November mendatang. Hal itu dilakukan demi meningkatkan suara Trump pada periode kedua.

"Mereka (Rusia) mendukung satu kandidat," kata sumber tersebut. Kandidat yang dimaksud adalah Trump. Namun, sang sumber menolak untuk menjelaskan lebih lanjut. Komite Partai Republik pun belum merespons terkait kabar tersebut.

The New York Times melaporkan sehari setelah pertemuan, Trump menegur pejabat Direktur Intelijen Nasional, Joseph Maguire, karena mengizinkan stafnya untuk tampil di depan komite. Itu mengacu keterangan dari lima orang yang mengetahui masalah tersebut.

Baca juga: Tim Kuasa Hukum Tegaskan Trump Tak Lakukan Kesalahan

Trump kemudian mengganti Maguire dengan Richard Grenell, seorang loyalis Trump, yang menjabat sebagai duta besar untuk Jerman sejak 2018. Masih dalam laporan The New York Times, Trump menyinggung kehadiran Ketua Komite Intelijen DPR AS, Adam Schiff, dalam pertemuan tersebut. Schiff diketahui memimpin proses pemakzulan Trump, dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi kinerja Kongres AS.

Sejauh ini, Gedung Putih belum memberikan komentar. Sementara itu, The Guardian melaporkan kehadiran Schiff diyakini Trump untuk memberikan informasi kepada lawannya dalam pilpres mendatang.

Para pejabat AS sudah lama memperingatkan bahwa Rusia dan negara-negara lain berusaha ikut campur dalam kampanye pilpres AS 2020. Komunitas intelijen AS menyimpulkan Rusia sengaja menggunakan berita palsu, serangan dunia maya dan metode lain dalam operasi yang bertujuan memenangkan Trump dalam pilpres 2016.

Akhirnya, Trump memang menang dari pesaingnya Hillary Clinton, yang diusung Partai Demokrat. Akan tetapi, Rusia kemudian membantah tuduhan tersebut.(AFP/The Guardian/OL-11)

 

 

Baca Juga

AFP/Martin BUREAU

Tunawisma yang Meninggal di Prancis Tetap Dikubur Secara Layak

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 31 Maret 2020, 21:25 WIB
Badan persaudaraan amal dari Saint Eloi di Bethune tetap melakukan pemakaman secara layak pada tunawisma di tengah wabah covid-19 yang...
Antaranews

149 WNI di Fiji Bebas Covid-19

👤Antara 🕔Selasa 31 Maret 2020, 20:26 WIB
Di Fiji terdapat lima warganya terkena...
AFP/NARINDER NANU

Rawat Pasien Covid-19, Dokter di India Pakai Jas Hujan dan Helm

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 31 Maret 2020, 19:02 WIB
Kurangnya alat pelindung diri (APD) di India memaksa beberapa dokter di sana untuk menggunakan jas hujan dan helm sepeda motor saat merawat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya