Jumat 21 Februari 2020, 07:40 WIB

Pariwisata Sepi, Target Pertumbuhan Ekonomi Dikoreksi

M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Pariwisata Sepi, Target Pertumbuhan Ekonomi Dikoreksi

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo

 

TERTAHANNYA prospek pemulihan ekonomi dunia pascawabah korona yang memengaruhi pariwisata, perdagangan, dan investasi di Indonesia melatarbelakangi Bank Indonesia (BI) mengoreksi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5%-5,4%.

Sebelumnya, pemerintah memancang target pertumbuhan ekonomi pada tahun ini sekitar 5,1% hingga 5,5%.

"Optimisme berubah setelah terjadinya wabah korona yang menekan ekonomi Tiongkok dan menghambat pemulihan ekonomi global setidaknya pada triwulan pertama tahun ini," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI Jakarta, kemarin.

Presiden Joko Widodo, dalam Rakornas Investasi 2020 di Jakarta, kemarin, mengemukakan kondisi perekonomian global diprediksi masih akan mengalami pelambatan tahun ini. Perang dagang yang belum usai dan diperparah lagi dengan munculnya wabah virus korona menjadi penyebab utama.

"Kendati demikian, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,3%. Rasional asal Indonesia bisa menangkap peluang dan merealisasikan investasi hingga Rp900 triliun tahun ini," ungkap Jokowi.

Selain merevisi pertumbuhan ekonomi, BI juga kembali menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin (bps) menjadi 4,75%. Suku bunga penempatan likuiditas harian perbankan (deposit facility) juga dikerek turun 25 bps menjadi 4,00% dan suku bunga pinjaman kepada perbankan yang memerlukan likuiditas harian (lending facility) dipotong 25 bps menjadi 5,50%.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai keputusan BI menurunkan suku bunga acuan sudah tepat. "Apabila wabah korona berkepanjangan, dampaknya pada perekonomian global signifikan sehingga perlu lanjutan bauran kebijakan akomodatif untuk mendorong aktivitas ekonomi domestik." (Mir/Pra/X-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Ampelsa

Kementan-Kemendag Sepakat soal Impor Bawang

👤E-3 🕔Senin 30 Maret 2020, 00:20 WIB
Kementerian Pertanian pun telah menerbitkan RIPH bawang putih sebanyak 450 ribu ton kepada 54 importir dan 227 ribu ton untuk bawang bombai...
Sumber: OJK/NRC

Relaksasi Kredit hanya untuk Debitur Terdampak

👤M Ilham Ramadhan 🕔Senin 30 Maret 2020, 00:00 WIB
Perlu aturan teknis yang lebih detail guna memperjelas batasan nasabah atau debitur yang berhak menerima relaksasi ...
ANTARA/FAUZAN

Klarifikasi Jubir Lion Air Soal Kecelakaan di Filipina

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 29 Maret 2020, 23:40 WIB
"Lion Air Group sampai saat ini tidak beroperasi baik secara berjadwal atau sewa tertentu (charter) di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya