Kamis 20 Februari 2020, 19:30 WIB

Komentar Megawati Isyarat Keras untuk Anies

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Komentar Megawati Isyarat Keras untuk Anies

Medcom.id/Cindy
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono.

 

KOMENTAR Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mempertanyakan penyelenggaraan Formula E di Kawasan Monumen Nasional (Monas) ditafsirkan sebagai sebuah isyarat keras penolakan.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono. Dihubungi Media Indonesia pada Kamis (20/2), Gembong pun menyebut seharusnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempertimbangkan komentar itu secara serius.

Baca juga: PKS tak Masalah Gerindra Dukung Gibran di Solo

Sebab, Megawati bukan hanya berposisi sebagai ketua umum partai tetapi ia adalah putri dari pendiri bangsa yang juga turut andil mendirikan Monas.

"Itu isyarat keras sekali menurut saya. Jadi bukan hanya komentar biasa, tapi isyarat keras. "kenapa kok di Monas? Di tempat lain saja kan bisa'. Seperti itu," kata Gembong.

Ditanya soal komentar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik yang mengatakan Monas bukan cagar budaya, Gembong pun membebaskan siapapun untuk berpendapat. "Ya, biar saja Pak Taufik ngomong gitu. Yang penting kan buktinya itu cagar budaya," tegasnya.

Ia pun meminta agar Pemprov DKI mengevaluasi kembali perihal penyelenggaraan Formula E di Monas. "Itu kan namanya saja Monumen Nasional, nasional artinya simbol bangsa. Alangkah baiknya dipikirkan matang-matang," tandasnya.

Ditanya soal pemberian izin penyelenggaraan Formula E di Monas oleh Ketua Komisi Pengarah Mensesneg Pratikno yang merupakan kader PDIP, Gembong menyebut Megawati juga sudah sadar akan hal tersebut.

"Tentunya Bu Mega sadar betul. Apakah nanti akan ada evaluasi terhadap beliau ya itu keputusan Bu Mega," tegasnya.

Baca juga: Mendagri: Ada Kepala Daerah Enggan Ikut Instruksi Presiden

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang juga Presiden RI ke-5 mempertanyakan mengapa penyelenggaraan Formula E mengambil tempat yang bersejarah di Monas yang juga dibangun oleh ayahnya mendiang Presiden RI ke-1 Soekarno. 

Menurutnya, kawasan Monas adalah cagar budaya yang tidak bisa sembarangan digunakan untuk berbagai agenda. "Nah, Gubernur DKI ini tahu apa tidak, kenapa sih kalau mau bikin Formula E itu, kenapa sih harus di situ (di Monas)? Kenapa sih nggak di tempat lain? Kan begitu, peraturan itu ya peraturan, kalian juga mesti tahu jangan sampai melanggar peraturan," ujar Megawati di kantor PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/10). (OL-6)

Baca Juga

MI/PIUS ERLANGGA

Tiga Matra TNI Diterjunkan Kawal Fase New Normal

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 13:45 WIB
TNI tidak akan menggunakan cara-cara kekerasan. TNI bakal mengedepankan upaya persuasif dan edukatif dalam kegiatan...
ANTARA/Muhammad Adimaja

Warga tidak Perlu Lampirkan Hasil Tes PCR untuk Urus SIKM

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 12:28 WIB
Dalam surat pernyataan sehat tersebut, warga harus mengisi data diri dan menjawab delapan pertanyaan seputar covid-19. Surat pernyataan itu...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Pengguna Transportasi Umum Saat New Normal Harus Diperhatikan

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 11:00 WIB
Masyarakat harus lebih berhati-hati terutama saat menggunakan transportasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya