Jumat 21 Februari 2020, 07:50 WIB

Melongok Teknologi Jaring Penangkap Sampah

Bagus Pradana | Weekend
Melongok Teknologi Jaring Penangkap Sampah

MI/ Bagus Pradana
Litter trap

BERBAGAI inovasi teknologi untuk mengatasi permalasahan lingkungan, terus dikembangkan. Beberapa teknologi terkini tersebut dipamerkan di SCG SD Syimposium Indonesia 2020 di Jakarta, Kamis (20/2).

Proyek 'Floating Litter Trap' atau 'Jaring Penangkap Sampah' diperkenalkan sebagai teknolohi yang dapat membantu membersihkan sungai. Presiden Director dari PT SCG Indonesia, Pathama Sirikul, mengungkapkan jika teknologi itu potensial diterapkan di Indonesia.

"Jaring Penangkap Sampah ini adalah inovasi yang kami tawarkan, yang mungkin dapat diimplementasikan oleh Pemerintah Indonesia guna mengatasi banjir dan pencemaran sungai," ungkapnya.

Proyek-proyek yang mereka buat dikatakan berlandaskan prinsip ekonomi dan telah ujicobakan di Thailand. Proyek lainnya yang juga diperkenalkan adalah 'Fish Home Project' yaitu upaya konservasi ekosistem laut dengan memanfaatkan limbah sampah plastik yang di daurulang untuk dijadikan keramba pemecah gelombang (rumah ikan/koral) yang akan ditempatkan di beberapa pantai di Indonesia yang koral dan terumbu karangnya telah rusak. Proyek ini telah mendapatkan respon yang positif dari Kementerian Kelautan dan Kemaritiman RI dan akan diikutsertaka dalam program revitalisasi laut di Nusa Dua Bali.

Kemudian 'Proyek Jalan Aspal Plastik', proyek ini telah berjalan melalui inisiasi yang dilakukan oleh anak perusahaan PT SCG, yaitu PT Chandra Asri, berkolaborasi dengan dinas-dinas terkait untuk membangun sejumlah jalan aspal yang sebagian bahannya menggunakan plastik daur ulang, jalan ini diklaim memiliki kualitas dan ketahanan lebih baik daripada jalan aspal biasa. Pembangunan jalan ini telah dimulai di dua kota di Indonesia yaitu Kota Cilegon dan Kota Tegal.

Selanjutnya, 'Proyek Reinvented Toilet' meskipun masih sebatas masukan namun proyek ini sangat menarik, yaitu membangun toilet umum yang menerapkan sistem pengolahan limbah terintegrasi. Proyek ini telah diuji coba di Thailand dan mendapat pendanaan dari Yayasan Bill & Melinda Gates. Rencananya proyek ini akan dikerjasamakan dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk di ikutkan dalam program 'Citarum Harum' yang diinisiasi oleh Pemprov Jabar.

Terakhir adalah proyek 'Retote' yang merupakan inovasi yang dikembangkan oleh para mahasiswa penerima beasiswa unggulan 'SCG Sharing The Dream'. Mereka menamakan komunitasnya 'Niracle Team', sebuah kelompok yang ingin berpartisipasi mengatasi pencemaran lingkungan khususnya sampah limbah produksi tekstil (Sampah Kain).

Komunitas yang digawangi oleh Akbar Ghifari (Mahasiswa ITB) itu rutin melakukan pemberdayaan di Desa Padasuka, Soreang, Bandung. Mereka berkolaborasi dengan warga untuk mengolah limbah tekstil yang ada di desa tersebut menjadi 'tote bag' atau tas jinjing daur ulang. Proyek ini bahkan mendapatkan dukungan penuh dari PT SCG Indonesia dan sedang dilirik oleh pemerintah untuk diterapkan di daerah lain. (M-1)

 

Baca Juga

Photo by Steven Ferdman / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

Lebih banyak Orang di Rumah, Layanan Musik Streaming Malah Turun

👤Fathurrozak 🕔Minggu 29 Maret 2020, 13:33 WIB
Hal ini antara lain karena orang lebih terfokus pada pemberitaan di televisi dan bekerja di...
DOK. INSTAGRAM/BRIANIMANUEL

RICH BRIAN Buat Klip Video Siasati Bosan

👤(Ant/H-3) 🕔Minggu 29 Maret 2020, 04:30 WIB
RAPPER Rich Brian, 20, mengaku bosan berdiam diri di rumah di tengah karantina mandiri untuk mencegah penularan...
MI/PANCA SYURKANI

Arifin Putra Ajak Terapkan Gaya Hidup Hijau

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 29 Maret 2020, 04:00 WIB
Diakuinya, mendekatkan diri dengan alam membuat hidupnya lebih seimbang. Ia berbagi rasa itu saat peringatan Earth Hour 2020 tadi malam di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya