Kamis 20 Februari 2020, 18:01 WIB

Ikatan Ahli Arkeologi Protes Keras Formula E di Monas

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Ikatan Ahli Arkeologi Protes Keras Formula E di Monas

MI/Andry Widyanto
Monumen Nasional yang sedang direvitalisasi dan akan dijadikan sirkut Formula E

 

Ajang Formula E masih jadi perbincangan publik dan masih ada yang memprotes terkait penyelenggaranya. Kali ini Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) menyampaikan pendapatnya. IAAI menilai ajang balapan Formula E di Monas telah mengenyampingkan kepatutan terhadap cagar budaya. Mereka menilai Gubernur Anies Baswedan telah menyalahi prosedur yang ada.

"Kami menyampaikan protes keras atas pelaksanaan revitalisasi dan pemanfaatan situs cagar budaya Lapangan Merdeka yang dilakukan tanpa prosedur yang benar sesuai peraturan perundangan dan telah mengakibatkan kerusakan," ungkap Ketua IAAI, Wiwin Djuwita Ramelan dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (20/2).

Baca juga: Kaget Lihat Kondisi Monas, DPRD: Kami Kecolongan

Wiwin menyebut perencanaan dan pelaksanaan revitalisasi Monas telah melanggar aturan, yakni tidak melalui kajian sebagaimana diatur oleh Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Ia menganggap pengajuan perizinan kepada Komite Pengarah dilakukan setelah mengeksekusi Situs Cagar Budaya Lapangan Merdeka bagian selatan.

"Pengajuan perizinan kepada Komite Pengarah berdasarkan rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya DKI yang pada kenyataannya merupakan kebohongan," jelas Wiwin.

Ia mengingatkan bahwa Kawasan Lapangan Merdeka bukan sekadar lahan kosong, tapi diatur secara khusus dan ketat karena memiliki nilai-nilai penting.

Pada Pasal 5 Keppres 25 tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka disebutkan bahwa jika ada penataan ulang atau revitalisasi Kawasan Merdeka dan Monas maka harus melibatkan Komisi Pengarah (Menteri Sekneg, Menteri PU PR, Menteri KLH, Menhub, Mendikbud, Menpar, dan Gubenur DKI Jakarta sebagai sekretaris merangkap anggota).

"Kami mendesak agar Pemprov DKI Jakarta segera menghentikan proses pembongkaran Kawasan Cagar Budaya Lapangan Merdeka yang dapat mengakibatkan kerusakan lebih besar," tandas Wiwin.

Pihaknya juga mendesak agar Komisi Pengarah Situs Cagar Budaya Lapangan Merdeka dan Monumen Nasional membatalkan izin pelaksanaan revitalisasi dan pemanfaatan yang telah dikeluarkan. (OL-14)

 

Baca Juga

MI

Serba Tertutup, Siapa Saja yang Boleh Hadir dalam Pilwagub DKI?

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 06 April 2020, 09:55 WIB
Publik sempat dijanjikan bakal bisa melihat siaran langsung pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta melalui streaming, tapi dibatalkan. Jadi,...
Dok MI

DPRD Janji Sediakan Live Streaming Pemilihan Wagub DKI

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 06 April 2020, 06:31 WIB
Siaran langsung akan dilakukan melalui live streaming di layar di dalam ruang balai wartawan Balai Kota yang letaknya berdekatan dengan...
Antara

Penumpang Umum Wajib Pakai Masker

👤Media Indonesia 🕔Senin 06 April 2020, 02:35 WIB
Penumpang yang tidak mengindahkan aturan agar ditolak masuk kendaraan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya