Kamis 20 Februari 2020, 17:05 WIB

RUU Cipta Kerja Bisa Dongkrak Pendapatan Per Kapita

Despian Nurhidayat | Ekonomi
RUU Cipta Kerja Bisa Dongkrak Pendapatan Per Kapita

MI/Susanto
Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, bersiap menggelar konferensi pers RUU Omnibus Law.

 

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja dapat mendongkrak pendapatan per kapita menjadi Rp 7 juta per bulan.

Jika segera direalisasikan, pihaknya optimistis Indonesia bisa menghasilkan pendapatan per kapita sebesar Rp 27 juta per bulan pada 2045, yang merupakan target Indonesia menjadi negara maju.

Selain itu, RUU Cipta Kerja juga membuka peluang Indonesia untuk mendapatkan investasi berkualitas, menciptakan lapangan kerja dan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Hal itu berdampak pada peningkatan pendpaatan per kapita.

"Dengan kondisi saat ini, pendapatan per kapita Rp 4,6 juta per bulan. (Ke depan) diharapkan dengan diputuskannya RUU Cipta Kerja, akan memperbaiki simplikasi, harmonisasi perizinan," ungkap Airlangga dalam Rakornas Investasi 2020 di Jakarta, Kamis (20/2).

Baca juga: Pembahasan Omnibus Law Dimulai Akhir Maret

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan RUU Cipta Kerja terdiri dari 174 Pasal dan 15 Bab. Dia juga menegaskan Omnibus Law merupakan proses pembentukan Undang-Undang (UU). RUU Cipta Kerja nantinya akan diberi nama resmi UU Cipta Kerja.

 Hal yang melandasi pembentukan RUU Cipta Kerja dipengaruhi banyaknya peraturan di tingkat pusat, kementerian, lembaga negara, hingga daerah.

"Jadi RUU Cipta Kerja sendiri dibuat dengan sangat sederhana. Jadi, jangan ada anggapan ini sangat sulit, begitu besar dan sangat lebar," tutur Airlangga.

Pemerintah, lanjut dia, saat ini tengah berupaya agar RUU Cipta Kerja bisa dibahas dalam rapat paripurna pekan depan.(OL-11)

 

 

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Perkuat Kebijakan Stabilitas Nilai Tukar

👤Hilda Julaika 🕔Senin 30 Maret 2020, 05:20 WIB
Ada potensi para investor yang sudah membeli saham pada pekan ini akan melepas kembali saham...
ANTARA FOTO/Ampelsa

Kementan-Kemendag Sepakat soal Impor Bawang

👤E-3 🕔Senin 30 Maret 2020, 00:20 WIB
Kementerian Pertanian pun telah menerbitkan RIPH bawang putih sebanyak 450 ribu ton kepada 54 importir dan 227 ribu ton untuk bawang bombai...
Sumber: OJK/NRC

Relaksasi Kredit hanya untuk Debitur Terdampak

👤M Ilham Ramadhan 🕔Senin 30 Maret 2020, 00:00 WIB
Perlu aturan teknis yang lebih detail guna memperjelas batasan nasabah atau debitur yang berhak menerima relaksasi ...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya