Kamis 20 Februari 2020, 12:15 WIB

Trump Tawarkan Pengampunan untuk Assange, Asal...

Nur Aivanni | Internasional
Trump Tawarkan Pengampunan untuk Assange, Asal...

AFP/Daniel LEAL-OLIVAS
Pendiri WikiLeaks Julian Assange

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut menawarkan pengampunan kepada pendiri WikiLeaks Julian Assange. Syaratnya, Assange harus mengatakan Rusia tidak terlibat dalam membocorkan surat elektronik (surel) kampanye Partai Demokrat dalam pemilihan presiden AS 2016.

Pengacara Assange, Jennifer Robinson, mengatakan Trump menyampaikan tawaran itu melalui mantan anggota Kongres AS Dana Rohrabacher.

Hal tersebut mengemuka dalam sidang di Pengadilan Westminster Magistrates sebelum sidang ekstradisi, pekan depan.

Pengacara Assange lainnya, Edward Fitzgerald QC, mengatakan ada bukti mengenai tawaran pengampunan yang dilakukan Rohrabacher tersebut.

Baca juga: Tekan Venezuela, AS Bidik Perusahaan Minyak Rusia Rosneft

Pada Agustus 2017, Rohrabacher mengunjungi kedutaan Ekuador tempat Assange tinggal.

"Rohrabacher akan menemui Assange dan mengatakan atas instruksi dari Presiden, ia menawarkan pengampunan atau jalan keluar lain, jika Assange mengatakan Rusia tidak ada hubungannya dengan kebocoran surel DNC (Democratic National Committee)," katanya, seperti dikutip dari BBC, Kamis (20/2).

Dikutip dari AFP, Gedung Putih dengan cepat membantah  bahwa Trump telah menawarkan pengampunan kepada Assange seperti yang disampaikan pengacara pendiri WikiLeaks tersebut.

"Presiden nyaris tidak mengenal Dana Rohrabacher selain dia adalah mantan anggota Kongres. Dia tidak pernah berbicara dengannya mengenai hal ini atau hampir semua topik. Itu adalah rekayasa dan kebohongan total," kata sekretaris pers Trump, Stephanie Grisham, dalam sebuah pernyataan.

Rohrabacher juga membantah tuduhan bahwa dia telah menawarkan Assange kesepakatan.

"Ketika berbicara dengan Julian Assange, saya mengatakan kepadanya jika dia dapat memberikan saya informasi dan bukti siapa yang sebenarnya memberinya surel DNC. Saya kemudian akan meminta Presiden Trump untuk mengampuni dia," katanya dalam sebuah pernyataan di situsnya.

"Tidak pernah saya menawarkan kesepakatan yang dibuat oleh Presiden, saya juga tidak mengatakan saya mewakili Presiden," tambahnya.

Badan-badan intelijen AS telah menyimpulkan Rusia meretas ke dalam server komputer DNC selama masa kampanye Trump melawan saingannya Hillary Clinton dari Partai Demokrat.

WikiLeaks kemudian mempublikasikan email-email tersebut menjelang pemungutan suara 2016. Email yang terbukti secara politis merusak pencalonan kandidat Clinton tersebut berisi rincian memalukan tentang Partai Demokrat.

Trump telah membantah keterlibatan Rusia dalam kebocoran email DNC, termasuk ketika ia tampak memihak Presiden Rusia Vladimir Putin atas penilaian agen intelijennya sendiri tentang apa yang terjadi. (BBC/AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP

Pekan ini, Armenia-Azerbaijan Bertemu dengan Menlu AS

👤MI 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:45 WIB
MINGGU ini, menteri luar negeri Armenia dan Azerbaijan akan bertemu secara terpisah dengan Menteri Luar Negeri AS Mike...
Dok. Twitter @Jokowi

Istana: Jalan Jokowi di UEA tak Pengaruhi Dukungan RI ke Palestina

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:31 WIB
Sejumlah pihak menduga UEA berupaya mempersuasi Indonesia mendukung UEA yang tengah berupaya menormalisasi hubungan diplomatik dengan...
AFP

Polisi Nigeria Pelaku Penembakan Demonstran di Lagos

👤MI 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:25 WIB
AMNESTY International mengatakan sejumlah pengunjuk rasa telah dibunuh pasukan keamanan Nigeria di Negara Bagian...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya