Kamis 20 Februari 2020, 09:15 WIB

Purbaleunyi masih Aman

DG/BB/JI/YH/DW/TS/MG/LN/N-2 | Nusantara
Purbaleunyi masih Aman

Dok.MI
Kondisi tol Purbaleunyi Km 118 masih aman dilalui kendaraan, Senin (17/2).

 

ANTREAN kendaraan di Tol Purbaleunyi arah Bandung menuju Jakarta masih akan berlangsung hingga satu bulan ke depan. Pasalnya, tanah longsor yang terjadi di Km 118+600 butuh penanganan hingga 30 hari.

"Pekerjaan darurat yang kami lakukan ialah pemasangan tiang pancang guna mencegah badan jalan longsor. Setelah itu, kami akan melakukan upaya permanen dengan melakukan penguatan di kaki lereng," papar General Manager PT Jasa Marga Purbaleunyi, Pratomo Bimawan Putra, kemarin.

Tebing penyangga jalan tol yang berada di Kampung Hegarmanah, Desa Sukatani, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, itu ambrol setelah didera hujan deras akhir pekan lalu.

Pratomo memastikan per-baikan tebing yang longsor akan diatur agar tidak mengganggu lalu lintas di tol Bandung-Jakarta. "Saat kritis, pada weekend atau hari Minggu, pekerjaan akan dihentikan sehingga dua jalur tetap bisa digunakan. Untuk meng-antisipasi kepadatan, kami menyiapkan contraflow."

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Istiono juga memastikan rekayasa lalu lintas di ruas ini hanya bersifat situasional. "Jika arus kendaraan masih lancar, rekayasa lalu lintas tidak perlu dilakukan, termasuk contraflow."

Dia memastikan, hingga saat ini belum ada gangguan yang bisa menghambat jalur tol. Dari arah Bandung menuju Jakarta masih bisa dilalui semua jenis kendaraan. Namun, jika cuaca ekstrem, arus lalu lintas bisa diarahkan keluar di pintu tol Padalarang Timur.

Penanganan dampak bencana juga dilakukan di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Sukabumi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah mengeruk aliran Sungai Cikalong di wilayah Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas. Pendangkalan di alur itu telah menyebabkan banjir yang merendam 500 rumah di wilayah tersebut.

"Pengerukan dengan alat berat mengangkat material pasir dan tanah. Dasar sungai bisa lebih dalam sehingga mampu menampung derasnya air hujan," kata Kabid Kedaruratan BPBD Eka Widiaman.

Kemarin, aksi perbaikan tanggul Sungai Cisanggarung di Desa Babakan, Kecamatan Losari, Brebes, Jawa Tengah, juga dilakukan. Selain warga dan aparat TNI, perbaikan juga melibatkan alat berat.

"Jebolnya tanggul sepanjang 50 meter ini telah menyebabkan banjir di enam desa. Perbaikan harus dilakukan sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi," ungkap Komandan Koramil Losari, Kapten Muhtadi.

Pemprov Sumatra Barat juga tidak ingin banjir di Kota dan Kabupaten Solok terus terjadi. Terakhir, banjir terjadi Selasa (18/2). Salah satu upayanya ialah menormalisasi Sungai Batang Lembang.

"Tahun ini, normalisasi mulai dilakukan secara bertahap. Wali kota dan bupati diharapkan segera membereskan urusan lahan," papar Wakil Gubernur Nasrul Abit. (DG/BB/JI/YH/DW/TS/MG/LN/N-2)

Baca Juga

MI/HARYANTO

Uji Ketahanan sang Ujung Tombak

👤BAYU ANGGORO 🕔Senin 06 April 2020, 09:50 WIB
Korona menuntut semua pihak bekerja keras. Dari pemerintah pusat, provinsi, hingga tingkat rumah...
Mi/Tosiani

Pasar di Temanggung Sepi karena Covid-19

👤Tosiani 🕔Senin 06 April 2020, 09:03 WIB
Saat ini, puasa tinggal sekitar 19 hari lagi dalam hitungannya. Namun, karena terdampak pandemi covid-19, kondisi pasar sepi. Nyaris tidak...
MI/Palce Amalo

ODP Covid-19 di NTT 684 Orang, 13 Dirawat

👤Palce Amalo 🕔Senin 06 April 2020, 08:44 WIB
Saat ini, arus penumpang ke NTT terus bertambah terutama melalui pelabuhan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya