Buku Memengaruhi Kepribadian Acha Septriasa

Penulis: Retno Hemawati Pada: Rabu, 17 Feb 2016, 00:00 WIB Hiburan
Buku Memengaruhi Kepribadian Acha Septriasa

ANTARA FOTO/Teresia May

AKTRIS Jelita Septriasa atau yang dikenal dengan Acha Septriasa, 27, mengaku kepribadiannya saat ini tidak luput dari buku-buku yang ia baca dan berbagai macam karakter yang ia perankan. "Buku dan akting itu benar-benar hal yang tidak aku pelajari di rumah, tapi aku pelajari di lingkungan kerja dan tanggung jawab profesi aku," ujar penggemar sastrawan Paulho Coelho dan Kahlil Gibran itu. Baginya, setiap kali bersentuhan dengan media yang berbeda, dirinya juga akan menjadi pribadi yang berbeda. "Namun, sejauh mana hal tersebut memengaruhi kehidupan kita, itu tergantung bagaimana pribadi masing-masing dalam menyerap informasi dan pesan yang didapatkan," kata dia.

Acha berkata demikian dalam kaitannya dengan bagaimana dia mendalami suatu karakter. Dia sadar, dalam hal seni akting, karakter yang dimainkan tidak selalu baik, termasuk perbedaan kaya dan miskin, juga jahat dan baik hati. "Akan tetapi, dari karakter yang dimainkan, kita jadi tahu kisah-kisah hidupnya. Kita jadi lebih tahu kekurangan dan kelebihan dalam menjalani hidup dan hikmah apa yang bisa diambil dari film tersebut," jelasnya dengan panjang lebar. Menurutnya, setiap kejadian yang dihadapkan pada seseorang pasti mempunyai pengaruh tersendiri bagi orang tersebut dan tidak ada yang sia-sia.

"Jadi, kita belajar dari momen, peka terhadap momen yang kita lewati, bukan hanya dari sumber yang sesungguhnya," tegasnya. Aktris yang sudah membintangi 28 film layar lebar itu menjelaskan, dalam memerankan peran agar tidak terlihat seperti pura-pura, dia selalu menempatkan dirinya ke dalam karakter yang dia mainkan.

Film laga
Saat ini, Acha sedang mengerjakan salah satu proyek film berikutnya yang bercerita tentang pejuang wanita RA Kartini. Ia juga mengaku ingin mencoba pengalaman baru untuk berperan dalam film laga. "Aku bukan ingin mencoba peran silat-silatan, melainkan lebih kepada pengalaman mencari jati diri dan sisi lain yang mungkin aku sendiri belum tahu. Aku bisa di dalam batas yang seperti ini, aku ingin melampaui batas yang saya bisa. Itu yang belum saya tantang," ujarnya lagi. Ia ingin merasakan bagaimana membentuk karakter film action yang cenderung tidak mudah serta memerlukan banyak latihan dan proses yang panjang karena baginya, itu hal yang menarik.

Aktris yang pernah mengenyam studi di Malaysia itu juga mengaku ingin mencoba dunia bisnis. Ketika ditanya apakah akan kembali ke dunia tarik suara, ia menjawab tidak. "Saya tidak menikmati bergelut dalam industri tarik suara dan tidak ingin bikin karya yang bukan saya banget. Saya rasa saya lebih tulus bernyanyi untuk diri saya sendiri. Selebihnya saya menikmati keasyikan di dunia film," kata dia. Dalam film dia berupaya berperan senatural mungkin agar karakter lebih realistis dan memuaskan penonton.

Dia juga mencoba dan tidak malu-malu untuk mendekatkan diri dengan lawan mainnya. "Kita tidak bisa mengedepankan ego kalau di film, harus bekerja dua pihak. Tidak boleh tahu luarnya doang. Karena akting itu jujur, jadi perasaan itu sangat dibutuhkan," jelasnya ketika dijumpai di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, akhir pekan lalu. (Yusrin Zata Lini/H-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More