Rabu 19 Februari 2020, 19:45 WIB

Bapeten-Polri Investigasi Pembuang Limbah Radioaktif di Serpong

Atikah Ishmah Winahyu | Megapolitan
Bapeten-Polri Investigasi Pembuang Limbah Radioaktif di Serpong

Antara/Muhammad Iqbal
Tim dari Batan dan Bapeten membersihkan barang yang memaparkan gelombang radioaktif di Serpong, Tangerang, Banten

 

KEPALA Biro Humas Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Indra Gunawan mengungkapkan, saat ini pihak kepolisian tengah nenginvestigasi kasus penemuan limbah radioaktif di daerah Perumahan Batan Indah, Tangerang, Banten.

Bapeten pun berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait data perizinan sembari menunggu hasil analisa teknis dari tim teknis Dadan Tenaga Nuklir Nasional (Batan)..

"Dari situ mungkin pihak kepolisian baru bisa melakukan investigasi lagi lebih jauh. Kira-kira apakah ini memang ada suatu kesengajaan atau kelalaian, nanti baru bisa kita dalami setelah pihak polisi bekerja," kata Indra saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (19/2).

Indra mengaku penemuan limbah radioaktif di lingkungan warga ini merupakan yang pertama kalinya, sebab sudah ada regulasi yang mengatur bahwa limbah radioaktif tidak boleh dibuang sembarangan.

Baca juga : Pembuang Limbah Radioaktif di Serpong Terancam Pidana

Dia menjelaskan, saat ini serpihan radioaktif yang ditemukan tersebut masih dianalisa secara teknis apakah tergolong limbah atau non-limbah.

Jika memang serpihan radioaktif itu merupakan limbah, maka termasuk dalam kategori tingkat sedang.

"Yang ini masuk ke kategori tingkat sedang dengan hukuman denda Rp100 juta karena Undang-Undangnya masih tahun lama Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997," jelasnya.

Namun, Indra menuturkan, tidak menutup kemungkinan polisi juga akan menggunakan sanksi lain yang sesuai dengan ketentuan dan hasil investigasi.

"Ini kan nanti akan dikembangkan dengan ketentuan-ketentuan lain. Apabila itu memang lebih efektif dalam konteks penegakan hukum, nanti akan menggunakan ketentuan yang mana itu merupakan hak prerogatifnya kepolisian," tandasnya. (OL-7)

Baca Juga

Antara

1680 Warga Jalani Rapid Test, Hanya 2 Persen Positif Covid 19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 30 Maret 2020, 22:02 WIB
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari menuturkan masih terus melakukan test cepat atau rapid test pemeriksaan covid...
MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Anies Minta RT Hingga PKK Data Kelompok Risiko Tinggi Covid-19

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 30 Maret 2020, 21:57 WIB
Kriteria masyarakat yang memiliki risiko tinggi yang disebutkan di atas adalah masyarakat lanjut usia di atas 60 tahun, penderita tekanan...
MI/Andri Widiyanto

Anies Benarkan Kirim Surat Minta Jakarta Dikarantina

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 30 Maret 2020, 21:54 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membenarkan Pemprov DKI Jakarta mengirimkan surat ke pemerintah pusat untuk meminta persetujuan agar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya