Rabu 19 Februari 2020, 17:05 WIB

Kemenkes Nilai Kasus Korona di Diamond Princess Rumit

Atalya Puspa | Internasional
Kemenkes Nilai Kasus Korona di Diamond Princess Rumit

AFP/Charly Triballeau
Seorang pesepeda melewati sejumlah bus yang mengevakuasi penumpang kapal pesiar Diamond Princess di Pelabuhan Yokohama, Jepang.

 

KEMENTERIAN Kesehatan menilai penyebaran virus korona (COVID-19) di kapal pesiar Diamond Princess sebagai kasus yang rumit. Pasalnya, penularan diduga berlangsung secara berkesinambungan dari satu pasien ke pasien lain.

"Ini bukan sesuatu yang sederhana, ini complicated. Tapi yakinlah WNI (Warga Negara Indonesia) yang positif (virus korona) ditangani cepat," kata Sekretaris Dirjen P2P Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, di Jakarta, Rabu (19/2).

Achmad berpendapat penyebaran virus yang kompleks dikhawatirkan membuat masa observasi penumpang dan kru kapal semakin lama.

"WNI kita pada hari ke-10 observasi baru (dinyatakan) sakit. Hari ke-11 masih positif. Takutnya ada penularan berkesinambungan. Ini yang menyebabkan kompleks. Ini yang terjadi di wuhan. Misalnya saya seorang positif, terus menular ke yang lain, terus seterusnya. Ini yang terjadi di kapal," papar Yuri.

Baca juga: Penumpang Mulai Tinggalkan Diamond Princess

Pemerintah, lanjut Achmad, percaya terhadap langkah otoritas Jepang dalam menangani 78 WNI di kapal pesiar tersebut. Belakangan, 3 WNI dinyatakan terjangkit virus korona.

Sampai saat ini, 3 WNI yang positif terjangkit virus korona mendapatkan penanganan dari otoritas Jepang. Sementara itu, 75 WNI lainnya masih menjalani proses karantina.

"Tiga-tiganya dalam kondisi stabil. Kami tidak meragukan otoritas Jepang (dalam) memverikan layanan. Sisanya, masih menjalankan masa karantina. Ini beda dengan kita. Kalau Jepang tidak akan sebut spesifik dikarantina di mana. Jadi, kita tidak akan memaksakan Jepang mengkarantina 14 hari," pungkasnya.

Seperti diketahui, sejak 5 Februari kapal pesiar Diamond Princess dikarantina di perairan Yokohama, untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. Kapal tersebut membawa 3.714 orang yang mencakup 2.666 penumpang dan 1.045 kru dari 56 negara.(OL-11)

Baca Juga

Antara

Departemen Transportasi Pastikan Pesawat Jatuh bukan Lion Air

👤Henri Siagian 🕔Senin 30 Maret 2020, 00:08 WIB
Penerbangan itu adalah penerbangan misi evakuasi medis dengan destinasi Haneda, Jepang, yang membawa dua penumpang dan enam...
KCNA VIA KNS / KCNA VIA KNS / AFP

Korut Tembakkan Rudal Jarak Pendek ke Laut Timur

👤Yonhap/Hym/I-1 🕔Minggu 29 Maret 2020, 23:20 WIB
Aksi itu yang terbaru dalam serangkaian peluncuran proyektil bahkan ketika negara itu dalam keadaan siaga tinggi terhadap virus korona...
Twitter @DickGordonDG

Pesawat Meledak di Bandara Filipina, Senator: Lion Air RPC 5880

👤Henri Siagian 🕔Minggu 29 Maret 2020, 23:10 WIB
pesawat twin jet itu membawa tiga personel medis, tiga kru pesawat, seorang pasien beserta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya