Rabu 19 Februari 2020, 16:53 WIB

Cegah Virus Korona dengan Perkuat Sistem Kekebalan Tubuh

mediaindonesia.com | Humaniora
Cegah Virus Korona dengan Perkuat Sistem Kekebalan Tubuh

Istimewa
Forum Diskusi Cegah Virus Korona dengan Perkuat Sistem Kekebalan Tubuh di Jakarta, Rabu (19/2).

 

PENYEBARAN virus korona tipe baru atau COVID-19 terus meluas. Korban tewas akibat epidemi virus corona terus meningkat hingga Rabu (19/2) jumlah total kematian di Tiongkok menjadi setidaknya 2.007 orang dan jumlah total kasus yang dikonfirmasi naik menjadi 73.332 orang.

Sebagian besar kematian yang baru dilaporkan, 94, terjadi di Provinsi Hubei, tempat wabah pertama kali ditemukan. Ada 454 kasus virus korona di 24 negara selain Tiongkok. Saat ini belum tercatat adanya korban virus korona di Indonesia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, Indonesia harus berbuat lebih banyak untuk mempersiapkan kemungkinan wabah virus korona. WHO berharap, Indonesia bisa meningkatkan pengawasan, deteksi kasus, dan persiapan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk jika wabah tiba.

Konsultan Paru Sub Infeksi RSUP Persahabatan dr Erlina Burhan, M.Sc, SpP (K), Konsultan Paru Sub Infeksi RSUP Persahabatan mengatakan masyarakat tidak perlu panik, karena virus corona hanya menular bila terjadi kontak langsung dengan orang yang sudah lebih dulu mengidap korona.

Menurut Erlina, virus korona menyebar dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin, atau kontak dekat. Namun bila seseorang memiliki antibodi yang kuat, maka virus korona tidak bisa melumpuhkan tubuh.

“Tidak perlu panik, karena virus korona menular melalui kontak langsung dengan pengidap. Sejauh ini di Indonesia belum ada korban virus korona, jadi lingkungan hidup kita relatif masih aman," tutur dr Erlina pada Forum Diskusi Cegah Virus Korona dengan Perkuat Sistem Kekebalan Tubuh di Jakarta, Rabu (19/2).

"Namun tindakan pencegahan tetap perlu kita lakukan. Pencegahan yang paling efektif adalah dengan memperkuat antibodi kita sehingga kebal terhadap serangan virus, termasuk korona,” ujar dr Erlina.

Erlina juga menganjurkan untuk menjaga pola hidup bersih khusus pada kondisi saat ini. Menjaga kebersihan seperti rutin mencuci tangan dapat mengurangi risiko penyebaran virus hingga 37%.

Ia juga menganjurkan untuk melakukan cuci tangan selama 20 detik dengan rutin sebelum memegang mulut, hidung, mata serta setelah memegang instalasi publik; menutup mulut dan hidung dengan masker atau tisu ketika bersin atau batuk; dan rutin membersihkan diri setiap habis bepergian.

Kajian terkini mengenai wabah COVID 19 dilansir Journal of the American Medical Association yang merujuk pada analisis pasien-pasien di Rumah Sakit Jinyintan di Wuhan, menemukan bahwa setengah dari semua orang yang tertular COVID 19  berusia 40 hingga 59 tahun.

Hanya 10% di antara para pasien yang lebih muda dari 39 tahun. Namun bukan berarti korona tidak bisa menyerang anak-anak.

Prof. dr. Bambang Supriyatno, SpA (K), Konsultan Respi Anak di RSCM menjelaskan anak-anak justru menjadi objek yang rentan terserang virus.

Alasannya, sistem imunitas pada bayi dan anak masih belajar mengenali dan melindungi tubuh dari kuman yang masuk. Sedangkan pada anak remaja dan orang dewasa, sistem imunitas tubuhnya sudah langsung mengenali jenis kuman dan segera menyerangnya begitu kuman masuk ke dalam tubuh.

Prof. Bambang menyarankan orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus korona. Beberapa langkah baik yang bisa mencegah anak terserang virus adalah melengkapi imunisasi anak, menerapkan pola hidup bersih, dan meningkatkan daya tahan tubuh anak dengan asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk pembentukan antibodi.

“Orang tua juga harus lebih cermat memantau kesehatan anak. Amati gejala-gajala penyakit yang mungkin terjadi pada anak agar bias cepat tertangani. Cek juga apakah anak mengalami lemah, letih, lesu, karena itu bisa jadi pertanda kualitas kesehatan anak sedang menurun. Bila ini terjadi, segera asup nutrisi baik pada anak agar pertahanan tubuhnya prima,” ujar Prof. Bambang.

Sistem imun memang menjadi pelindung vital bagi tubuh untuk dapat melawan penyakit. Menurut Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI, tubuh memiliki sistem imun atau sistem pertahanan, sebagai mekanisme alami untuk melawan ancaman dari masuknya benda asing dari luar, seperti virus, bakteri, jamur.

"Sistem imun adalah semua mekanisme tubuh untuk mempertahankan keutuhannya terhadap bahaya baik yang berasal dari dalam tubuh maupun luar tubuh. Bila daya tahan tubuh lemah, maka benda asing akan mudah masuk, sehingga menyebabkan terkena infeksi dan muncul beberapa gejala misalnya bersin, demam dan lainnya," jelas Prof Iris. 

"Apalagi kondisi saat ini, dimana virus korona mudah menyebar dan belum ditemukan vaksin untuk virus corona. Pada kasus seperti ini, jalan terbaik yang bisa dilakukan adalah memperkuat atibodi," tambahnya.

Menurut Prof. Iris, sistem imun dapat ditingkatkan dengan memodulasi (mengatur) sistem daya tahan tubuh menggunakan imunostimulan.

"Imunostimulan berperan mengaktivasi berbagai elemen dan mekanisme berbeda pada sistem imun. Imunostimulan berfungsi meningkatkan pertahanan alamiah tubuh untuk mengatasi berbagai infeksi virus dan bakteri, dan juga berbagai penyakit di mana sistem imun mengalami penurunan atau penekanan," jelas Prof Iris.

Imunostimulan, ditegaskan Prof Iris, dapat membantu sistem kerja imun dengan cara merangsang pembentukan berbagai sel-sel imun yang memiliki fungsi penting, salah satunya dengan meningkatkan pembentukan antibodi dan sitokin serta memperbaiki fungsi fagosistosis.

“Jadi makanan yang bernutrisi itu penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Apabila seseorang tidak sempat makan makanan yang bergizi komplit, maka dapat dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen atau imunostimulan,” ujar Prof Iris.

Prof Iris menambahkan, penggunaan imunostimulan dapat dianjurkan pada orang-orang yang merencanakan bepergian, dan sering berada di pusat keramaian. Selain itu, kelompok usia yang rentan memiliki daya tahan tubuh rendah, terutama lanjut usia atau d iatas usia 60 tahun. 

Prof Iris juga menambahkan bahwa meningkatkan daya tahan tubuh pada kondisi ini menjadi sangat penting untuk semua orang.

“Pada kondisi dimana risiko paparan terhadap infeksi virus sangat tinggi, maka imunostimulan dapat ditambahkan di samping pencegahan lainnya. Imunostimulan dapat dikonsumsi dalam durasi tertentu sampai risiko paparan virus menurun dan sebaiknya dikonsumsi sebelum seseorang terinfeksi suatu penyakit, karena imunostimulan membutuhkan waktu untuk merangsang sistem imun,” ungkap Prof Iris.

“Sebagai produsen dari Imboost yang merupakan market leader suplemen daya tahan tubuh di Indonesia, dan Imboost Force adalah suplemen imunostimulan yang paling direkomendasi dokter,* kata VP Marketing Healthcare SOHO Global Health, Sylvia Rizal.

"Kami memiliki tanggung jawab sosial untuk turut menjaga kesehatan masyarakat. Kami berharap informasi yang scientific dan obyektif ini bisa membantu menenangkan masyarakat dan bersama melawan ancaman virus korona dengan daya tahan tubuh yang kuat," kata Sylvia.

Sementara itu, Dr. Raphael Aswin, MSi, VP Research & Development Global Health menjelaskan imunostimulan yang baik mengandung Echinacea pupurea extract dan zinc picolinate.

"Kandungan Echinacea purpurea extract telah terbukti secara klinis dapat memodulasi system daya tahan tubuh dan mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut. Sementara zinc picolinate berperanan aktif dan bekerja sinergis pada sistem daya tahan tubuh," jelasnya. (OL-09)

 

Baca Juga

MI/RAMDANI

Berkembang, Film Indonesia Usai Covid-19

👤Syarief Oebaidilah 🕔Selasa 31 Maret 2020, 00:20 WIB
Sebagai salah satu industri kreatif, perfilman  nasional sudah saatnya mendapat perhatian serius dari pemerintah dan insan...
ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Jangan Sembarang Gunakan Disinfektan

👤Ata/Aiw/Fer/H-2 🕔Selasa 31 Maret 2020, 00:00 WIB
Untuk itu, penggunaan yang salah atau berlebihan dalam mencegah penularan virus korona baru (covid-19) bisa membahayakan...
Antara/Muhammad Adimaja

WHO : Semprot Disinfektan Langsung ke Tubuh Berbahaya

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Senin 30 Maret 2020, 23:56 WIB
"Indonesia, jangan menyemprot disinfektan langsung ke badan seseorang, karena hal ini bisa membahayakan. Gunakan disinfektan hanya pd...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya