Rabu 19 Februari 2020, 15:40 WIB

Perbaiki IPM, NTT Fokus Tingkatkan Sarana dan Kualitas Tenaga Pen

Palce Amalo | Nusantara
Perbaiki IPM, NTT Fokus Tingkatkan Sarana dan Kualitas Tenaga Pen

Antara
Sejumlah pelajar berada di ruang kelas sekolah darurat di SDN Onitua, Desa Tesabela, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT

 

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus membangun sektor pendidikan untuk memperbaiki indeks pembangunan manusia (IPM).

Kepala Dinas Pendidikan NTT Benyamin Lola mengatakan sebagai salah satu indikator penilaian IPM, pendidikan mesti mendapat perhatian serius.
Pasalnya saat ini IPM NTT baru mencapai 64,39 atau terendah ketiga nasional. Satu dari beberapa penyebabnya adalah pendidikan.

"Sesuai pemaparan dari Badan Akreditasi Nasional, ada dua hal yang membuat IPM bidang pendidikan rendah, yaitu sarana dan prasarana, serta
tenaga pendidik dan kependidikan," kata Benyamin di Kupang, Rabu (19/2).

Menurutnya, persoalan sarana dan prasarana berdampak terhadap banyaknya anak usia sekolah yang tidak bisa bersekolah. Penyebabnya, antara lain keterbatasan ruang kelas yang membuat siswa harus bersekolah di tempat yang jauh dari rumahnya.

Kondisi seperti itu menyebabkan anak usia sekolah tidak dapat menempuh pendidikan sesuai usianya. "Mungkin ruang kelas terbatas, sehingga daya
tampung siswa tidak terpenuhi yang kemudian berpengaruh pada aksesibilitas," tandasnya.

Meskipun ada sarana dan prasarana, tambah Benyamin, masih ada persyaratan lain yang harus dipenuhi sekolah, misalnya laboratorium sesuai mata pelajaran dan perpustakaan. "Kenyataannya hal-hal itu tidak terpenuhi," ujarnya.

Menurut Benyamin, sarana dan prasarana merupakan bagian dari delapan standar pendidikan yang harus dipenuhi dalam pengelolaan pendidikan. Standar lainnya ialah kelulusan, tenaga pendidik, dan kependidikan.

Untuk memastikan semua standar pendidikan sudah dijalankan oleh sekolah, maka sekolah harus lolos akreditasi Badan Akreditasi Nasional.

Sekolah yang sudah terakreditasi di NTT, imbuh Benyamin, telah mencapai 70%. Namun, sebagian besar masuk akreditasi kategori C. "Kategori C itu bisa saja turun lagi karena aspek-aspek tertentu mengalami degradasi," ujarnya.

Oleh karena itu, saat ini Dinas Pendidikan NTT melakukan intervensi untuk memperbaiki pendidikan di NTT, termasuk tenaga pendidik yang diharapkan akan menaikkan IPM. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Kerepotan Hadapi Pemudik

👤Kristiadi 🕔Senin 30 Maret 2020, 05:00 WIB
Kasus pemudik positif terjangkit covid-19 membuat repot daerah. Upaya menghadang pemudik dilakukan dengan berbagai...
DOK YOUTUBE/KRATON JOGJA

Tetap Berkesenian walau Harus di Rumah

👤Ardi Teristi Hardi/N-3 🕔Senin 30 Maret 2020, 03:00 WIB
Gerak Beksan Nir Corona tersebut diunggah di akun resmi Instagram Keraton Yogyakarta,...
ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

BMKG Imbau Warga agar Waspada

👤LD/BB/N-3 🕔Senin 30 Maret 2020, 02:00 WIB
Hujan deras yang disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di Cilacap dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya