Rabu 19 Februari 2020, 15:12 WIB

Mentan Syahrul Ajak Masyarakat Konsumsi Panganan Lokal

mediaindonesia.com | Ekonomi
 Mentan Syahrul Ajak Masyarakat Konsumsi Panganan Lokal

Istimewa
Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam Talkshow 'Promotif Preventif Membentuk SDM Unggul Indonesia Maju 2045' di Jakarta, Rabu (19/2).

 

MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak seluruh lapisan masyarakat mulai menggemari makanan lokal yang dioroduksi di kebun-kebun petani Indonesia dan pasar-pasar lokal. Langkah tersebut perlu dikampanyekan mengingat saat ini masyarakat Indonesia semakin terbiasa dengan konsumsi dan makan-makanan instan.

"Makanan instan itu jika terus dikonsumsi akan berdampak pada penurunan kesehatan. Walaupun memang, membiasakan diri pada makanan lokal juga tidak mudah karena sudah menjadi bagian dari pola hidup dan permainan dunia bisnis. Tapi, kita sebagai pemerintah harus bisa membangun konsep untuk mengatasi masalah tersebut," ujar Mentan Syahrul dalam Talkshow 'Promotif Preventif Membentuk SDM Unggul Indonesia Maju 2045' di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/2).

Menurut Syahrul, konsep yang dimaksud adalah membangun kesadaran bersama akan pentingnya mengonsumsi makanan lokal yang ada di seluruh Indonesia. Konsep itu bisa dijalankan melalui kelembagaan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang ada di setiap Kecamatan.

Nantinya, kata Syahrul, Komando ini secara tidak langsung akan mengubah pola hidup masyarakat melalui gerakan penyuluh yang ada di tiap desa. Meski demikian, upaya tersebut belum cukup maksimal jika tidak dikerjakan secara bersama-sama.

"Kami percaya, pola hidup buruk bisa kita lawan dengan mendorong diservikasi pangan dan mencoba menghidupkan pangan-pangan lokal di setiap wilayah. Kemudian kita harus berani mencoba membangun home-home industri pertanian disetiap kecamatan melalui Kostratani," katanya.

Untuk itu, Mentan berharap kelembagaan Kostratani dan program mengatasi rentan pangan mendapat dukungan dari semua pihak. Dengan begitu, masyarakat akan mulai mengurangi konsumsi makanan instan.

"Kami punya kelompok tani di 70 ribu desa dan penyuluh hampir 42 ribu. Ini semua harus menjadi ujung tombak, dengan bantuan para dokter dan puskesmas. Saya percaya kalo puskesmas turun tangan maka pola hidup sehat ini juga akan sampai ke desa-desa," pungkasnya. (OL-09)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Perkuat Kebijakan Stabilitas Nilai Tukar

👤Hilda Julaika 🕔Senin 30 Maret 2020, 05:20 WIB
Ada potensi para investor yang sudah membeli saham pada pekan ini akan melepas kembali saham...
ANTARA FOTO/Ampelsa

Kementan-Kemendag Sepakat soal Impor Bawang

👤E-3 🕔Senin 30 Maret 2020, 00:20 WIB
Kementerian Pertanian pun telah menerbitkan RIPH bawang putih sebanyak 450 ribu ton kepada 54 importir dan 227 ribu ton untuk bawang bombai...
Sumber: OJK/NRC

Relaksasi Kredit hanya untuk Debitur Terdampak

👤M Ilham Ramadhan 🕔Senin 30 Maret 2020, 00:00 WIB
Perlu aturan teknis yang lebih detail guna memperjelas batasan nasabah atau debitur yang berhak menerima relaksasi ...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya