Rabu 19 Februari 2020, 13:20 WIB

Buwas Hadirkan Gandja dan Klepon di Kopi Jenderal

Antara | Humaniora
Buwas Hadirkan Gandja dan Klepon di Kopi Jenderal

ANTARA/Maria Cicilia Galuh
Klepon Latte, salah satu menu yang disajikan di kedai kopi Jenderal - Kopi Nusantara Buwas

 

BOSAN dengan es kopi susu biasa? Mungkin sudah saatnya Anda mencoba jenis kopi lain. Salah satunya adalah Klepon Latte dan Gandja (Gayo dan Djava) dari Kedai Kopi Jenderal - Kopi Nusantara Buwas, milik Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas.

Tidak hanya sekadar menawarkan kopi-kopi yang banyak ditemui di kedai pada umumnya, Kopi Jenderal menyajikan 51 jenis kopi nusantara pilihan mulai dari Gayo hingga Sulawesi.

Salah satu inovasi dari kedai kopi Jenderal adalah menu Klepon Latte yang rasanya otentik seperti panganan tradisional berwarna hijau itu.

Klepon Latte terdiri dari espresso, susu steam, gula merah, dan bahan klepon itu sendiri seperti pandan serta kelapa.

Klepon Latte memiliki rasa yang benar-benar unik, perpaduan antara gurih dan manis bercampur jadi satu tanpa menghilangkan rasa kopinya.

Baca juga: Buwas Luncurkan Kopi Jenderal

Bulir-bulir gula merah dan kelapanya pun masih terasa di mulut, begitu juga dengan aroma pandannya. Alhasil, Anda merasakan seperti makan klepon yang sesungguhnya.

"Klepon itu, kita mengadopsi rasa klepon, kelapa dan pandan. Ini bukan pakai essence. Kita bikin benar-benar kayak bikin klepon, pakai daun pandan yang kemudian kita ambil sarinya dan dijadikan bubuk, gula merah yang benar-benar gula merah bulat itu, bukan yang sirup dan kelapa," ujar Direktur PT Multi Alam Nusantara Yogo Wasono selaku pengelola kedai kopi Jendral dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (19/2).

Klepon Latte tersedia dalam dua pilihan, yakni dingin dan panas tergantung dari selera. Keduanya sama-sama menyajikan rasa klepon yang otentik.

Kopi lain yang menjadi favorit di kedai kopi ini adalah kopi gandja.

Gandja di sini tidak ada hubungannya dengan narkoba sebab sama sekali tidak mengandung daun ganja. Kopi tersebut merupakan gabungan antara Gayo dan Djava, khususnya dari Temanggung.

Menurut Yogo, kopi ini memiliki banyak sekali penggemar karena rasanya yang pekat dari Gayo dan asam dari Temanggung.

"Orang pasti mikirnya sudah negatif kok ganja padahal enggak. Kita mengadakan riset dengan mencampur-campur berapa persen Gayo dan Temanggung nah ketemulah seperti yang sekarang disuguhkan. Orang rata-rata beli itu yang kopi Gandja," jelas Yogo.

Kopi lain yang disajikan di kedai kopi Jenderal adalah Es Kopi Susu Jenderal, Caffe Latte, Cappucino, Americano, Mochaccino, Manuel Brew yang bisa dipilih dari 51 jenis kopi nusantara dan minuman nonkopi lain seperti cokelat dan teh.

"Kita ada juga Kopi Lanang yang katanya bisa meningkatkan libido pria. Sebenarnya kami dari tim terus mengadakan riset, apalagi sih setelah Klepon? Kita sudah ada lagi inovasi baru, tapi nanti kita keluarkan bertahap," kata Yogo.

Harga kopi yang ditawarkan di Jenderal - Kopi Nusantara Buwas berkisar antara Rp27 ribu hingga Rp35 ribu. Kedai kopi ini berlokasi di Lobi Kantor Pusat Bulog, Jakarta dengan jam operasional pukul 06.00-18.00 WIB. (OL-1)

Baca Juga

Antara/Rahmad

Penanggulangan Covid-19, DPR: Polri Jangan Gegabah

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Senin 06 April 2020, 09:55 WIB
Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani, mengingatkan jajaran Polri lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan di tengah pandemi...
ANTARA/Aditya Pradana Putra

Gugus Tugas Covid-19 Berpedoman pada Data Kemenkes

👤Usman Kansong 🕔Senin 06 April 2020, 09:45 WIB
Agus mengakui ada perbedaan data di pusat dengan data...
ANTARA/Hafidz Mubarak A

Kepala Daerah Diingatkan Harus Cermat Sebelum Ajukan PSBB

👤Supardji Rasban 🕔Senin 06 April 2020, 08:24 WIB
"Jangan sampai ketika Menkes menetapan PSBB di suatu wilayah, daerah belum siap mengenai anggaran dan operasionalisasi jaring pengaman...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya