Rabu 19 Februari 2020, 08:20 WIB

Ketika Pemotor Persoalkan Lampu Siang

Put/P-2 | Politik dan Hukum
Ketika Pemotor Persoalkan Lampu Siang

DIRKAMSEL KORLANTAS POLRI
Pembawa acara yang juga pengacara kondang Hotman Paris Hutapea (kiri)

 

DUA mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) menguji materi Pasal 107 ayat 2 dan Pasal 293 ayat 2 Undang-undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) ke Mahkamah Konstitusi.

Pengujian materi itu dilakukan guna mendapatkan kepastian hukum tentang keharusan pengendara motor menyalakan lampu di siang hari.

Pihak penggugat yang hadir dalam acara Hot Room, diwakili Eliadi, menuturkan pada saat ditilang, lampu motornya bukan sengaja dimatikan. Lampu itu mati akibat kerusakan mesin di tengah perjalanan.

Ia ditilang di pagi hari pukul 09.00 WIB. Dalam acara yang ditayangkan Metro TV dan dipandu advokat kondang Hotman Paris Hutapea, tadi malam, Eliadi menilai Pasal 109 ayat 2 pada frasa 'siang hari' ambigu karena pukul 09.00 masih dianggap pagi.

"Pada petitum kami ada dua, yakni pertama pasal itu dicabut seluruhnya atau yang kedua, frasa siang hari diganti dengan sepanjang hari," tegasnya.

Eliadi juga menyebut ada tebang pilih penegakan hukum. Ia merujuk kepada Presiden Joko Widodo yang beberapa kali menunggangi motor di luar kota tanpa pernah menyalakan lampu.

Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Chryshnanda Dwilaksana atau yang akrab disapa Chrys menerangkan, frasa siang hari meliputi waktu sejak matahari terbit hingga matahari terbenam.

Chrys mengingatkan setiap pengendara harus memiliki rasa empati dan memikirkan keselamatan sesama pengguna jalan. Untuk itu terdapat produk hukum yang wajib dipatuhi.

Dalam menanggapi presiden yang tidak menyalakan lampu saat berkendara, hal itu disebut Chrys sebagai diskresi. "Presiden saat itu sudah dalam pengawalan dan dijamin keselamatan baik dirinya dan pengendara lain."

Ahli hukum yang juga penyusun UU 22/2009 tentang LLAJ, Nur Hasan Ismail, membenarkan golongan tertentu diperbolehkan untuk mendapat diskresi. Sementara itu, penggemar sepeda motor, Fina Philipe, berujar menyalakan lampu di siang hari meningkatkan kewaspadaan karena lebih jelas terlihat di spion.

Hotman Paris pun menutup diskusi dengan merekomendasikan adanya peraturan turunan atau peraturan teknis mengenai UU itu agar bisa lebih dipahami masyarakat. (Put/P-2)

Baca Juga

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama.

Di Tengah Wabah Korona, Besok DPR tetap Bersidang

👤 Dhika Kusuma Winata 🕔Minggu 29 Maret 2020, 20:30 WIB
Ia menjamin pembahasan rancangan undang-undang juga akan tetap berjalan, termasuk prioritas yang telah ditetapkan sebelumnya seperti...
MI/SUPARDJI RASBAN

Pemerintah harus Secepatnya Karantina Wilayah

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 29 Maret 2020, 19:31 WIB
Indonesia tak mengenal istilah lockdown. Tapi Indonesia mempunyai konsepnya sendiri yaitu karantina...
Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

KSP: Legitimasi Perppu Penundaan Pilkada Harus Kuat

👤Indriyani Astuti 🕔Minggu 29 Maret 2020, 19:04 WIB
Menurut Sigit, apapun opsi yang akan diambil oleh KPU, termasuk apabila nantinya pemerintah menerbitkan Perppu, legitimasinya harus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya