Selasa 18 Februari 2020, 23:47 WIB

Warga AS Beberkan Kejanggalan Terkait COVID-19 di Tiongkok

Thomas Harming Suwarta | Internasional
Warga AS Beberkan Kejanggalan Terkait COVID-19 di Tiongkok

AFP/Lizabeth Menzies
Morfologi virus korona

 

SEBUAH tulisan viral di media sosial oleh seorang warga Amerika Serikat, Mario Cavolo yang sudah tinggal di Tiongkok selama 20 tahun.

Melalui akun linkedin pribadinya, Cavolo mengunggah sebuah artikel berjudul "Something's Not Right Here Folks"? | A Look at USA 2009 H1N1 Virus Compared to China 2020 Corona Virus."

Tulisan tersebut kini sudah dikomentari ribuan kali dan dibagikan sebanyak jutaan kali yang intinya membandingkan kasus flu babi di AS pada 2009 dan kasus COVID-19 di Tiongkok tahun ini yang menurut Cavalo ada hal janggal di sana.

Sebagai seorang praktisi komunikasi, Cavalo mengungkapkan bagaimana pemberitaan terkait Korona ini sangat meluas dibarengi juga dengan reaksi dunia internasional.

"Padahal kalau dibandingkan dengan kasus virus flu babi di Amerika Serikat pada 2009 yang justru memakan korban sangat banyak, yaitu sekitar 300 ribu orang dengan korban yang terinfeksi sebanyak 60 juta orang, apakah reaksi kita seperti dunia internasional mengisolasi Tiongkok ? Apakah saat itu orang langsung melarang dan menutup semua akses masuk ke Amerika atau menarik semua warga asing dari Amerika seperti yang dilakukan terhadap Tiongkok saat ini?" ungkap Cavolo.

Baca juga : Kemenlu Terus Komunikasi dengan Jepang Soal WNI Positif COVID-19

Cavalo menjelaskan, kasus flu babi di AS pada 2009 menginfeksi setidaknya 60 juta orang dengan sedikitnya korban meninggal sebanyak 18.449 kasus di seluruh dunia.

Bahkan jika merujuk laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat pada tahun 2012, ada sekitar 300.000 orang meinggal dunia akibat flu babi.

"Tetapi sekarang kita melihat bagaimana dunia justru memojokkan Tiongkok, bahwa dituduh menyembunyikan data penyakit, melakukan isolasi yang tampak sekali ada sentimen kebencian terhadap Tiongkok yang hendak dibangun," katanya.

Bukan hanya itu, dunia internasional, kata dia bisa mengetahui siapa pihak yang mengambil keuntungan besar dari kasus Korona ini.

Jika membaca reaksi AS, kata Cavolo, jelas berlebihan dengan adanya larangan keluar masuk Tiongkok, menutup penerbangan, dan reaksi lainnya.

"Nah kalau kita balik ke belakang saat ada flu babi di AS. Apakah ada larangan bepergian ke AS ? Apakah Tiongkok menutup perbatasan mereka bagi orang AS ? Apakah dunia menyarankan agar kita mengasingkan diri dari AS ? Tentu saja tidak. Tetapi itu semua tidak berlaku bagi Tiongkok saat ini" lanjut Cavolo.

Bahkan, saat ini AS, ujarnya, sama sekali tidak ikut berperan untuk membantu Tiongkok mengatasi epidemi ini. Negara seperti Indonesia, Korea Selatan, Jepang, Inggris, Prancis, Pakistan, bahkan Iran dan banyak negara lain sudah memberikan bantuan.

Baca juga : WHO Sebut COVID-19 tidak Semematikan SARS dan MERS

"Lalu Amerika di mana? AS justru memojokan Tiongkok seakan menolak bantuan dari tim ahli AS dan mengatakan bahwa Tiongkok tidak transparan dan terbuka. Ada yang aneh di sini," katanya.

Namun demikian dia mengungkapkan bagaimana pemerintah Tiongko kini tengah berusaha keras untuk segera mengatasi permasalahan COVID-19, bahkan Tiongkok sangat membuka diri dengan Organisasi Kesehatan Dunia.

"Kita melihat ada upaya serius pemerintah Tiongkok mengatasi kasus ini untuk melindungi rakyatnya termasuk bagaimana agar masyarakat di seluruh dunia tidak terserang karena bagaimana pun virus adalah wabah yang menjadi musuh semua orang. Apa yang dilakukan Tiongkok hari ini tentu saja bukan hanya untuk orang Tiongkok, tetapi juga kepentingan dunia internasional. Ini harus kita apresiasi," katanya.

Dari kasus korona ini, lanjut dia tampak ada upaya untuk mengucilkan Tiongkok secara berlebihan.

"Sekali lagi kasus yang sama di AS dulu tidak seheboh saat ini dialami Tiongkok. Kalau kita berpikir rasional maka tentu kita akan berpikir bahwa ada yang janggal di sini. Dan memnurut saya saatnya dunia internasional bergandengan tangan untuk mengatasi ini secara bersama. Karena kita yakin kasus ini akan segera berlalu," pungkas Cavolo. (OL-7)

Baca Juga

AFP

Pekan ini, Armenia-Azerbaijan Bertemu dengan Menlu AS

👤MI 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:45 WIB
MINGGU ini, menteri luar negeri Armenia dan Azerbaijan akan bertemu secara terpisah dengan Menteri Luar Negeri AS Mike...
Dok. Twitter @Jokowi

Istana: Jalan Jokowi di UEA tak Pengaruhi Dukungan RI ke Palestina

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:31 WIB
Sejumlah pihak menduga UEA berupaya mempersuasi Indonesia mendukung UEA yang tengah berupaya menormalisasi hubungan diplomatik dengan...
AFP

Polisi Nigeria Pelaku Penembakan Demonstran di Lagos

👤MI 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:25 WIB
AMNESTY International mengatakan sejumlah pengunjuk rasa telah dibunuh pasukan keamanan Nigeria di Negara Bagian...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya