Rabu 19 Februari 2020, 05:15 WIB

Subsidi Harga Gas Industri Harus Diikuti Mekanisme Kontrol

(Hld/E-3) | Ekonomi
Subsidi Harga Gas Industri Harus Diikuti Mekanisme Kontrol

MI/Dwi Apriani
Petugas PGN Area Palembang memasang jaringan gas untuk restoran Gili Trawangan di Komplek Palembang Square Mall

 

ANGGOTA Komisi VII DPR Ridwan Hisjam meminta pemerintah membuat mekanisme kontrol terkait dengan rencana penurunan harga gas bumi ke sektor industri seperti tercantum dalam Perpres No 40 Tahun 2016 tentang penetapan harga gas bumi.

Mekanisme itu dibutuhkan untuk mengukur nilai tambah dan kontribusi sektor industri penerima harga gas bumi tertentu terhadap perekonomian nasional. Mekanisme kontrol ini dapat juga menjadi bahan evaluasi pemerintah, apakah akan meneruskan kebijakan itu atau tidak.

"Pelaksanaan Perpres No 40 Tahun 2016 untuk melakukan penyesuaian harga gas bumi bagi industri tertentu harus dilakukan setelah adanya skema yang pasti mengenai dampak positif terhadap ekonomi nasional," kata Ridwan dalam diskusi bertajuk Mencari Harga Gas Optimal untuk Kemajuan Bangsa di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Politikus Partai Golkar itu menilai Perpres 40/2016 sejatinya memiliki tujuan agar industri dapat memberikan nilai tambah untuk mendorong perekonomian nasional. Mekanismenya dilakukan melalui pengurangan penerimaan negara dari hulu. Skema itu pada prinsipnya merupakan bentuk subsidi dari negara kepada industri.

Karena itu, ia menambahkan, jika pemerintah ingin kembali menerbitkan Permen ESDM untuk menetapkan harga gas bumi tertentu kepada industri sesuai ketentuan, pemerintah harus mempertimbangkan kemampuan keuangan negara. Hal itu karena pengurangan penerimaan bagian negara dari hulu, yang tidak disertai pemulihan berupa nilai tambah yang diberikan industri, justru akan membuat defisit APBN semakin besar.

"Selain itu pemberian subsidi harga gas ini juga harus diikuti peningkatan pajak oleh sektor industri penerima subsidi," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginginkan harga gas industri US$6 per mmbtu agar industri bisa bersaing. Berdasarkan data per 20 Januari 2020, harga gas industri saat ini berkisar US$8,87 per mmbtu. (Hld/E-3)

Baca Juga

ANTARA/SIGID KURNIAWAN

Keberhasilan New Normal Ialah Kembalinya Aktivitas Masyarakat

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 27 Mei 2020, 11:11 WIB
Saat ini kata kunci untuk menyukseskan protokol new normal ada pada disiplin Masyarakat. PSBB tanpa kedisiplinan pun sama saja tidak akan...
ANTARA

Rupiah Menguat Respons Positif Skenario Normal Baru

👤Antara 🕔Rabu 27 Mei 2020, 10:34 WIB
Pada pukul 9.40 WIB, rupiah menguat 15 poin atau 0,1% menjadi Rp14.740 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.755 per dolar...
ANTARA

IHSG Kembali Menghijau, Sentimen Positif Terus Berlanjut

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 27 Mei 2020, 09:47 WIB
Berdasarkan pantauan pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka naik 0,04% atau 2,03 poin ke posisi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya