Selasa 18 Februari 2020, 18:01 WIB

Anak dari Keluarga Perokok Cenderung Kurang Asupan Gizi

Antara | Humaniora
Anak dari Keluarga Perokok Cenderung Kurang Asupan Gizi

Dok MI
Aksi peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia

 

PENELITI Southeast Asian Ministers of Education Regional Centre for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON) dr Grace Wangge, PhD mengatakan anak yang berasal dari keluarga perokok cenderung mengalami kekurangan asupan gizi.

"Pihak sekolah juga perlu menyadari bahwa terdapat hubungan erat antara prestasi belajar anak dengan pola konsumsi keluarga perokok," katanya dalam peluncuran dua usulan kebijakan terkait pembangunan sumber daya manusia di Jakarta, Selasa, (18/2).

Dia menambahkan, salah satu aspek yang erat kaitannya dengan peningkatan status kesehatan dan gizi anak ialah peningkatan pengetahuan siswa dan pencegahan menjadi perokok.

Ia menyatakan bahwa belanja bahan makanan pada rumah tangga perokok lebih rendah dibandingkan rumah tangga non-perokok.

"Hal itu menyebabkan berkurangnya asupan makanan bergizi dalam keluarga dan akhirnya berimbas pada kemampuan anak untuk berkonsentrasi pada pelajaran sekolah," kata Grace.

Saat ini, kata dia, upaya pengendalian tembakau di sekolah diatur dalam PP 109/2012 dan Permendikbud 64/2015. Akan tetapi pelaksanaan kedua peraturan tersebut di sekolah masih belum optimal.

"Begitu pula evaluasi maupun penelitian mengenai pelaksanaan pengendalian tembakau dan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) ini belum pernah terdokumentasi dengan baik keberhasilannya," katanya.

Grace menambahkan sebanyak 32,1 persen anak sekolah (rentang usia 10-18 tahun) di Indonesia pernah mengonsumsi produk tembakau.

Direktur SEAMEO RECFON, Muchtaruddin Mansyur mengatakan kebiasaan orang tua merokok di rumah juga mendorong anak untuk merokok setiap hari.

"Perilaku merokok dalam keluarga terbukti memengaruhi kesehatan dan status gizi anak, tidak hanya pada anak usia sekolah namun juga balita," katanya.

SEAMEO RECFON, katanya, juga mendorong adanya upaya perbaikan gizi anak sekolah, terutama di daerah yang mempunyai angka prevalensi keluarga dengan perokok yang tinggi.

Selain itu, SEAMEO RECFON juga mendorong pemerintah membuat kebijakan mengenai pendidikan orangtua mengenai akibat rokok bagi kesehatan dan kesejahteraan anak.

Dua usulan kebijakan yang diusulkan SEAMEO RECFON yakni, percepatan penanganan stunting dengan pemanfaaatan pajak dan cukai rokok serta pembangunan SDM melalui pengendalian tembakau. (OL-8)

Baca Juga

Antara

Kemendikbud Genjot PAUD di Nusa Tenggara Timur

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 17:03 WIB
Kemendikbud menjalin kerjasama dengan Pemerintah New Zealand dan UNICEF Indonesia sejak tahun 2016 dalam mengembangkan model PAUD-HI di...
Medcom

Hari ini, Pasien Covid-19 Sembuh di Indonesia jadi 75.645 Orang

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 16:48 WIB
Update pasien covid-19 sembuh di Indonesia menjadi 75.645 orang setelah ada tambahan 1.756...
ANTARA/Adiwinata Solihin

Inilah Standar Pemenuhan Gizi di RS saat Bencana

👤Ihfa Firdausya 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 16:45 WIB
Ahli Gizi Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta Yeni Prawiningdyah menjelaskan sejumlah standar penyelenggaraan gizi dalam situasi bencana di...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya