Selasa 18 Februari 2020, 11:45 WIB

Warga Kota Bogor Asal-asalan Isi Sensus Penduduk Daring

Rizky Dewantara | Megapolitan
Warga Kota Bogor Asal-asalan Isi Sensus Penduduk Daring

ANTARA FOTO/M Risyal Hiday
Petugas mengamati pergerakan sensus penduduk secara online di ruang kendali eksekutif sensus penduduk Kantor Badan Pusat Statistik Jakarta.

 

SEJUMLAH warga Kota Bogor masih ngawur mengisi data sensus penduduk 2020 secara online sejak dibuka pada 15 Februari 2020. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor, Bambang Ananto Cahyono, menyayangkan sikap warga tersebut.
 
"Masih adanya warga yang mengisi data secara asal, seperti warga yang input profesinya sebagai wali kota, gubernur, bahkan presiden. Jadi harapan kami semua bisa menjawab dengan jujur dan benar, karena data ini akan digunakan oleh pemerintah untuk menyusun kebijakan," kata Bambang di Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/2).

Baca juga: Cara Mudah Mengisi Sensus Penduduk 2020
 
Bambang menyebut ada 21 pertanyaan yang harus diisi, yakni bidang kesehatan, pendidikan, perumahan, ketenagakerjaan, dan lain sebagainya.

"Masyarakat harus benar dalam mengisi, karena data yang diinput akan berdampak pada kita semua," jelas Bambang.
 
Bambang membeberkan ada tujuh tahapan dalam pelaksanaan sensus penduduk 2020 secara online. Namun, yang melibatkan langsung masyarakat ada dua tahap, yakni tahap pengumpulan data melalui sensus penduduk online yang pelaksanaannya mulai 15 Februari sampai 31 Maret 2020 dan tahap pengumpulan data dengan metode wawancara pada Juli 2020.
 
Dirinya juga meminta untuk warga Kota Bogor KTP, Kartu Keluarga dan surat nikah bagi yang sudah menikah atau surat cerai bagi yang sudah bercerai sebelum mengakses data sensus penduduk melalui online.
 
"Setelah semua lengkap, warga yang memiliki akses internet dan fasilitas gawai agar memasukan data melalui melalui situs https://sensus.bps.go.id. Untuk pengisian secara online itu bisa dilakukan siapapun sebagai anggota keluarga disitu, bisa diwakilkan. Jadi bisa anggota keluarga yang lain untuk mengisikan," ungkap Bambang.

Baca juga: 23% Penduduk Target Sensus Daring
 
Sejak pertama kali dibuka pada 15 Februari 2020 lalu, sudah ada warga Kota Bogor yang melakukan sensus online. Namun sampai saat ini masih di bawah 1%. BPS dibantu aparatur wilayah seperti camat, lurah, dan Muspika untuk terus mengajak warganya menyukseskan sensus penduduk 2020 secara online.
 
"Jadi bagi warga Kota Bogor yang belum sensus online, nanti akan ada petugas yang datang ke rumah mendata," pungkas Bambang. (Medcom.id/OL-6)

Baca Juga

Antara

1680 Warga Jalani Rapid Test, Hanya 2 Persen Positif Covid 19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 30 Maret 2020, 22:02 WIB
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari menuturkan masih terus melakukan test cepat atau rapid test pemeriksaan covid...
MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Anies Minta RT Hingga PKK Data Kelompok Risiko Tinggi Covid-19

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 30 Maret 2020, 21:57 WIB
Kriteria masyarakat yang memiliki risiko tinggi yang disebutkan di atas adalah masyarakat lanjut usia di atas 60 tahun, penderita tekanan...
MI/Andri Widiyanto

Anies Benarkan Kirim Surat Minta Jakarta Dikarantina

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 30 Maret 2020, 21:54 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membenarkan Pemprov DKI Jakarta mengirimkan surat ke pemerintah pusat untuk meminta persetujuan agar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya