Selasa 18 Februari 2020, 05:00 WIB

Erick Tunjuk Putra Papua Jadi Direktur PT Freeport

Ant/E-1 | Ekonomi
Erick Tunjuk Putra Papua Jadi Direktur PT Freeport

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Sejumlah Haul Truck dioperasikan di area tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua.

 

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah menunjuk Claus Wamafma, putra asli Papua, sebagai direktur baru PT Freeport Indonesia (PT FI).

Penetapan direksi baru itu dilaksanakan di Gedung Kementerian BUMN pada 7 Februari lalu.

“Dia putra Papua yang sudah berkarier selama 20 tahun, dari bawah, dan diusulkan pemerintah mewakili Mind ID di Freeport Indonesia,” ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, kemarin.

Claus Wamafma yang lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelumnya menjabat sebagai Senior Vice President Social Responsibility and Community Development PT Freeport Indonesia.

Ia menambahkan masuknya putra Papua sebagai direktur di perusahaan itu menunjukkan bahwa sumber daya manusia (SDM) Papua juga mampu mengisi jabatan ­strategis di sebuah perusahaan.

“Pemerintah memang mendorong Freeport Indonesia untuk merekrut orang Papua. Meski demikian, penunjukan direksi dilakukan secara profesional, sesuai tugas yang diembannya,” jelasnya.

Arya memaparkan jumlah pegawai PT Freeport Indonesia sebanyak 7.096 orang. Sebanyak 2.890 ­orang atau 40,7% merupakan orang Papua, 57,2% non-Papua, dan sisanya ekspatriat.

Saat ini, jajaran manajemen PT Freeport Indonesia diisi Richard C Adkerson sebagai presiden komisaris, Orias Petrus Moedak sebagai wakil presiden komisaris, juga ­Adrianto Machribie, AM Fachir, Hinsa Siburian, dan Kathleen Lynne Quirk sebagai komisaris.

Jajaran direksi diisi Clayton Allen Wenas sebagai presiden direktur, Jenpino Ngabdi sebagai wakil presiden direktur, juga Achmad Ardianto, Claus Wamafma, Mark Jerome Johnson, dan Robert Charles Schroeder sebagai direktur.

Saat ini Indonesia memiliki  kepemilikan 51,23% saham PT ­Freeport Indonesia melalui PT ­Inalum (persero).

Inalum menguasai 26,23% secara langsung dan sisanya melalui PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPMM) yang merupakan perusahaan patungan Inalum dan BUMD milik Pemerintah Kabupaten Mimika dan Pemerintah Provinsi Papua. (Ant/E-1)

 

Baca Juga

ANTARA

Merger Lembaga Jasa Keuangan Merupakan Opsi Terakhir

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 06 April 2020, 08:05 WIB
Kewenangan otoritas yang termaktub dalam Perppu 1/2020 merupakan pilihan terakhir bila pandemi covid-19 menyeret perekonomian Indonesia...
MI

Langkah Cepat Kementerian BUMN Atasi Pandemi Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 06 April 2020, 08:00 WIB
Dengan cadangan beras yang tersedia, Erick memastikan Perum Bulog mampu mengatasi kebutuhan lonjakan beras yang tak...
MI/LINA HERLNA

Bersama Menjaga Ketahanan Pangan

👤MI 🕔Senin 06 April 2020, 08:00 WIB
DALAM mengantisipasi dampak merebaknya wabah covid-19 pada hari besar keagamaan nasional (HBKN) 2020, pemerintah terus berupaya menjaga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya