Selasa 18 Februari 2020, 00:00 WIB

Pakar Kesehatan Bahas Covid-19 di Tiongkok

Nur Aivanni | Internasional
Pakar Kesehatan Bahas Covid-19 di Tiongkok

Ornelas/Getty Images/AFP
Warga Amerika yang menumpang kapal pesiar Diamond Princess tiba di Pangkalan Bersama San Antonio-Lackland di San Antonio, kemarin.

 

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan para ahli internasional telah memulai pertemuannya dengan rekan-rekan mereka di Tiongkok mengenai epidemi virus korona baru.

“Para pakar internasional yang berpartisipasi dalam misi bersama yang dipimpin WHO (dengan Tiongkok) telah tiba di Beijing dan telah mengadakan pertemuan pertama mereka dengan rekan-rekan Tiongkok hari ini,” kata Ketua Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus melalui akun Twitter-nya, Minggu (16/2), seperti dikutip dari Channel News Asia pada Senin (17/2).

“Kami menantikan kolaborasi yang sangat penting ini berkontribusi pada pengetahuan global tentang wabah covid-19,” tambahnya.

Korban meninggal akibat virus korona baru telah melewati 1.700 orang, kemarin, setelah 100 orang lagi meninggal di Provinsi Hubei. Setidaknya, ada 70.400 orang di Tiongkok telah terinfeksi.

Dalam laporan hariannya, komisi kesehatan provinsi juga melaporkan ada 1.933 kasus baru. Peningkatan dari jumlah pada Minggu meng­akhiri penurunan tiga hari berturut-turut dalam kasus-kasus baru.

Komisi Kesehatan Hubei mengatakan jumlah total kasus di provinsi itu telah mencapai 58.182 kasus pada Minggu, dengan 1.696 kematian.

Ketika para pejabat mengubah metode penghitungan kasus, jumlah kasus baru di provinsi tersebut telah menurun sejak lonjakan besar pada pekan lalu.

Jumlah pada Senin sekitar 100 lebih tinggi daripada Minggu, tetapi masih tu­run tajam jika dibandingkan dengan Jumat dan Sabtu.

Hampir 90% dari kasus-kasus baru berada di ibu kota provinsi Wuhan, tempat virus itu diyakini berasal. Wuhan telah menyumbang 71% dari total kasus provinsi dan 77% total kematian.

Sementara itu, menurut media Jepang, sebanyak 99 orang lagi dinyatakan positif terkena virus korona di kapal pesiar di lepas pantai Jepang, Senin, mengutip angka baru dari kementerian kesehatan.

Itu akan membawa jumlah kasus positif pada Diamond Princess ke-454. Namun, kementerian kesehatan menolak untuk mengonfirmasi laporan segera.

Juga, tidak jelas apakah angka-angka itu termasuk 14 warga AS yang dites positif terkena virus, tetapi diizinkan naik ke rumah evakuasi.

Kapal Diamond Princess telah menjadi kelompok kasus virus korona terbesar kedua di luar Tiongkok.

Bawa pulang warganya

Amerika Serikat (AS) ialah negara pertama yang meng­evakuasi warganya dari kapal, tetapi Australia, Kanada, Italia, dan Hong Kong telah mengindikasikan mereka akan mengikuti.
Pesawat yang disewa pemerintah AS berangkat dari Bandara Haneda, Tokyo, pada Senin (17/2) dini hari, seperti dilaporkan Kyodo.

Ada sekitar 400 warga AS di atas kapal yang telah dikarantina sejak 3 Februari karena adanya infeksi virus korona baru. Setidaknya, ada 40 warga AS terinfeksi dan akan dirawat di Jepang.

Kapal pesiar Diamond Princess telah dikarantina di pela­buhan Jepang di Yokohama, dengan 3.700 penumpang dan awak kapal. “Jika orang-orang di pesawat mulai mengembangkan gejala, mereka akan dipisahkan di dalam pesawat,” ujar Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, dr Anthony Fauci.

Seorang penumpang, Matt Smith, mengatakan tidak ingin bepergian dengan bus ke pesawat bersama orang-orang yang mungkin terinfeksi.

Penerbangan evakuasi lainnya juga akan memulangkan warga Israel, Hong Kong, dan Kanada. (CNA/AFP/BBC/I-1)

Baca Juga

STR / AFP

Tiongkok Terus Pasok Alat Tes Virus Korona

👤SCMP/Hym/X-11 🕔Senin 30 Maret 2020, 23:40 WIB
PERUSAHAAN-perusahaan alat kesehatan Tiongkok terus berlomba memproduksi alat tes virus korona demi memenuhi permintaan berbagai negara di...
Bhuvan BAGGA / AFP

Modi Minta Maaf kepada Kaum Miskin

👤AlJazeera/Hym/I-1 🕔Senin 30 Maret 2020, 23:20 WIB
Kritik meningkat karena kurangnya perencanaan yang memadai sebelum keputusan...
JIM WATSON / AFP

Trump Perpanjang Kebijakan Social Distancing

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Senin 30 Maret 2020, 23:00 WIB
Kebijakan social distancing atau jaga jarak sosial di Amerika Serikat (AS) diperpanjang hingga 30 April 2020. AS akan berada di jalan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya