Minggu 16 Februari 2020, 23:35 WIB

Perusahaan Kaesang Bantu Pendampingan UMKM Baru

Abdillah Muhammad Marzuqi | Ekonomi
Perusahaan Kaesang Bantu Pendampingan UMKM Baru

MI/Abdillah Muhammad Marzuqi
Ansari Kadir (kanan)

 

KEBERADAAN  Usaha  Mikro Kecil Menengah (UMKM) ikut berkontribusi dalam penerimaan devisa negara. Namun membangun UMKM bukanlah perkara mudah. Banyak perusahaan UMKM  harus jatuh bangun terlebih dahulu sebelum kemudian menjadi perusahaan yang kokoh dan berskala nasional atau internasional.

Menurut Chief Marketing Officer PT Harapan Bangsa Kita ( Hebat),  Ansari Kadir permasalahan dalam membangun UMKM, adalah para pelaku tidak memiliki cukup bekal pengetahuan. Mereka memiliki modal tetapi tidak memiliki jaringan yang kuat.

"Kita memberi tahu ke anak muda bahwa dalam memulai usaha, bukan hanya modal saja yang penting, tapi juga koneksi, jaringan yang kuat, pemahaman teknologi dan finance. Jadi Hebat itu mewadahi itu," katanya dalam acara diskusi 'Nongkrong Bareng Hebat' di Jakarta, Minggu, (16/2).


PT Harapan Bangsa (Hebat) ,merupakan perusahaan akselerator UMKM milik putera bungsu Presiden Joko Widodo Kaesang Pangarep. Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang pemberian pendampingan dalam membantu perusahaan UMKM tumbuh. Pendampingan yang dilakukan mulai dari keuangan hingga strategi pemasaran.

Ia mengatakan bahwa permasalahan anak muda dalam membangun UMKM beragam, mulai dari modal hingga strategi marketing. Namun menurutnya yang paling banyak adalah keberanian untuk memulai.

"Paling susah itu memulainya, karena takut. Oleh karena itu kita dalam setiap acara sharing dan diskusi kita menghadirkan pembicara-pembicara yang sudah sukses. Untuk saling berbagi kisah,  sehingga mereka bisa berpikir, bahwa para pengusaha pengusaha ini, dulu dari nol. Saya sendiri memulai Sang Pisang bersama mas Kaesang dari nol, sampai sekarang punya cabang banyak. Artinya apa, semuanya mungkin," tuturnya.

Padahal menurutnya,  keberadaan UMKM sangatlah penting dalam perekonomian Indonesia. UMKM turut berkontribusi dalam penerimaan devisa negara.

"Oleh karena itu Presiden Jokowi menginginkan entrepreneur entrepreneur muda tumbuh di Indonesa. Nah kita, Hebat,  berperan dalam memberikan strategi pendampingan," katanya.

Sementara itu pendiri perusahaan konsultan keuangan Jouska.ID, Aakar Abyasa mengatakan bahwa para anak muda Indonesia bukan tidak termotivasi dalam membangun UMKM, melainkan justru terlalu termotivasi. Akibatnya mereka melupakan pentingnya skill dalam mengelola UMKM.

"Akibatnya banyak mereka yang usahanya jalan di tempat dan berantakan. Kelihatannya tumbuh besar tapi sebenarnya engga. 
Jadi yang harus dimiliki anak muda ini adalah bagaimana membangun usaha yang tidak hanya visible, tapi akuntable,  sehingha ujungnya menjadi provitable," katanya.

Menurutnya, salah satu cara agar para anak muda berhasil membangun UMKM adalah memiliki pengetahuan mengenai finansial atau keuangan. Para pelaku UMKM harus belajar mengenai keuangan.

"Kita mau membuat produk diawali tentang pemahaman mengenai finance. Itu basic skill, yang seharusnya semua CEO punya skill," katanya.

Pemerintah juga menurutnya perlu intervensi membantu UMKM tumbuh dan berkembang. Selain memberikan pelatihan mengenai finansial, regulasi yang pro terhadap UMKM, pemerintah juga harus membangun ekosistem dan infrastruktur UMKM.

"Misalkan mall-mall di Indonesia itu didominasi oleh brand brand asing. Seharusnya pemerintah berani investasi untuk membeli slot di mall, sesederhana itu, menurut saya pemerintah harus berani intervensi hingga ke situ," pungkasnya. (OL-8).

Baca Juga

DOK: SINARMAS LAND

Sinar Mas Land Siapkan Bantuan 25.000 Alat Uji Covid-19

👤RO 🕔Selasa 07 April 2020, 21:10 WIB
Puluhan ribu rapid test kit tersebut rencananya diserahkan ke Kementerian Kesehatan sebanyak 12.500 alat dan sisanya ke sejumlah pemerintah...
Antara

Menteri PUPR Bakal Minta Relaksasi Pembayaran Kewajiban Jalan Tol

👤Antara 🕔Selasa 07 April 2020, 20:49 WIB
Jalan tol mengalami penurunan sekitar 40 sampai dengan 60 persen dari LHR pada hari-hari...
Antara

Pemerintah Percepat Program Padat Karya Tunai

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 07 April 2020, 20:08 WIB
Kementerian Koordinator Perekonomian tengah menyiapkan sejumlah program guna melindungi masyarakat dari dampak penyebaran virus korona...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya