Minggu 16 Februari 2020, 21:50 WIB

Berani Gundul Bentuk Aksi Dukungan Pada Anak Penderita Kanker

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Berani Gundul Bentuk Aksi Dukungan Pada Anak Penderita Kanker

ANTARA FOTO/Aji Styawan
Seorang relawan Imaculata Dwivena (26) dicukur rambutnya saat aksi "Berani Gundul" yang diselenggarakan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia.

 

SETIAP 15 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Anak Internasional. Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) sebagai salah satu yayasan yang telah lebih dari 13 tahun berkonsentrasi membantu anak-anak penderita kanker di Indonesia juga ikut memperingati sekaligus menggalang dana dengan mengadakan event tahunan Berani Gundul 2020.

Selain di Jakarta, event Berani Gundul 2020 ini diselenggarakan di 7 kota lain yaitu kota-kota lokasi cabang YKAKI; Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya. Riau, Makassar, dan Manado.

Founder Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia, Ira Soelistyo mengatakan YKAKI tergabung keanggotan dalam organisasi Intemasional bemama CCI (Childhood Cancer International). Organisasi ini terdiri dari orangtua anak penderita kanker dari seluruh dunia dengan misi membantu anggotanya dalam memberikan informasi serta mendukung orangtua atau keluarga penderita kanker anak yang harus melalui proses pengobatan yang panjang, dan seringkali pengobatan dilakukan jauh dari kampung halamannya.

"Saat ini beranggotakan 167 organisasi di 90 negara. Dalam menghadapi pengobatan kanker yang dibutuhkan bukan hanya pengobatannya atau perawatan tetapi juga harus mereka belajar mereka bermain sebagai seorang anak yang perlu dan berkembang itu perlu kita berikan jadi jangan hanya kesembuhannya aja tapi kalau sembuh tapi terus sekolahnya putus sekolah tidak bisa melanjutkan sekolah terus berkurang," kata Ira di Gandaria City Mall Jakarta Selatan, Minggu (16/2).

Di tahun 2020 ini tema kampanye yang ditentukan oleh CCI untuk ICCD [International Childhood Cancer Day) adalah #nomoreborders, yang bermakna bahwa setiap dan semua anak penderita kanker di seluruh dunia seharusnya berhak mendapatkan kesempatan seluas-luasnya dalam mendapatkan perhatian dan pengobatan terhadap penyakitnya. (OL-12)

Baca selengkapnya di Media Indonesia edisi Senin 17 Februari 2020. 

Baca Juga

Dok. MI

Anji Ajari Anak Main Gitar

👤MI 🕔Rabu 08 April 2020, 01:50 WIB
MUSISI Erdian Aji Prihartanto atau akrab disapa Anji, 42, mengambil hikmah dari anjuran untuk tinggal di rumah dan work from...
MI/Adam Dwi

Ade Govinda Batal Manggung, Bikin Musik

👤MI 🕔Rabu 08 April 2020, 01:15 WIB
GITARIS Govinda Ade Nurulianto, 36, mengaku sedih karena jadwal manggung Govinda banyak yang dibatalkan lantaran pandemi...
Dok. MI

Titi DJ Melek Teknologi selama Karantina

👤MI 🕔Rabu 08 April 2020, 00:50 WIB
IMBAUAN pemerintah untuk di rumah saja demi mencegah penularan virus korona membawa kebaikan bagi musisi Titi DJ,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya