Minggu 16 Februari 2020, 15:05 WIB

Duh, Pekerja Sektor Farmasi Kesehatan Merasa Terancam Omnibus Law

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Duh, Pekerja Sektor Farmasi Kesehatan Merasa Terancam Omnibus Law

Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso
Pekerja farmasi beraktivitas memproduksi obat di pabrik obat, beberapa waktu lalu.

 

Ketua Umum Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FSP FARKES Reformasi) Idris Idham mengungkapkan bahwa Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja mengancam ketersediaan tenaga kerja di bidang kesehatan.

Hal ini berkaitan dengan Pasal 66 terkait perusahaan alih daya atau outsourcing yang semakin dipermudah.

Menurut Idris, hal ini juga tidak bisa dipisahkan dari pengaturan mengenai upah minimum yang kini dibuat per jam. Dengan adanya aturan baru tersebut,  perusahaan atau rumah sakit akan lebih memilih untuk menggunakan jasa outsourcing dibanding mempekerjakan karyawan tetap.

"Ini bahaya sekal. Saya ambil contoh perawat. Ada namanya pembagian shift dari jam 7 sampai jam 12 siang dan memang tugas mereka itu di rawat jalan. Nantinya perusahaan atau rumah sakit akan berpikir dibandingkan mempekerjakan perawat tetap yang dibayar per bulan, mereka mau menyewa pekerja per jam saja," ungkapnya di Hotel Mega Kuningan, Jakarta, Minggu (16/2).

Lebih lanjut, Idris menambahkan bahwa memang sebelum diberlakukan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, dia sempat diundang untuk sosialiasi mengenai rencana pemberlakuan jasa magang. Namun, pada saat itu Idris menyatakan menolak gagasan tersebut dan nyatanya pengaturan mengenai jasa magang tidak ditetapkan.

"Setelah menolak gagasan magang, sekarang malah diterbitkan hal yang lebih mengkhawatirkan. Kami dari sektor farmasi dan kesehatan yakin akan timbul penyalur pekerja yang dianggap lebih menguntungkan," lanjut Idris.

Sementara itu, diakui Idris bahwa saat ini beberapa rumah sakit bahkan sudah menawarkan pada para pegawai untuk pensiun dini. Hal ini pun dianggap meresahkan para pekerja di bidang farmasi dan kesehatan. (Des/E-1)

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Kementan Beri Subsidi Distribusi untuk Jaga Pasokan Pangan

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 10 April 2020, 16:53 WIB
Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi mengatakan, ketahanan pangan harus dijaga baik dari aspek ketersediaan maupun...
DOK KEMENTAN

Kabupaten Semarang Rayakan Puncak Panen Raya Padi April-Mei 2020

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 10 April 2020, 16:48 WIB
Kabupaten Semarang sebagai salah satu lumbung padi di Provinsi Jawa Tengah terus melakukan kegiatan panen padi dengan puncak panen pada...
Ilustrasi

Dampak Korona, Banyak Perusahaan Bertahan 1-3 Bulan Kedepan

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 10 April 2020, 16:07 WIB
Arus kas ada yang satu bulan sampai dengan tiga bulan kedepan, lebih dari itu mereka harus cari stand by...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya