Minggu 16 Februari 2020, 09:00 WIB

WHO Puji Langkah Pemerintah

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora
WHO Puji Langkah Pemerintah

DOK WHO.INT
Navaratnasamy Paranietharan Perwakilan WHO di Indonesia

 

KINERJA pemerintah Indonesia dalam menangkal virus korona jenis baru atau covid-19 termasuk dengan mengevakuasi WNI dari Wuhan, Tiongkok, kemudian mengobservasi mereka selama 14 hari, mendapat pujian dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Tindakan itu dinilai cerdas.

Pujian itu disampaikan langsung oleh perwakilan WHO di Indonesia Navaratnasamy Paranietharan yang kemarin turut melepas WNI yang sebelumnya dikarantina di Natuna untuk pulang ke rumah masing-masing. Setelah menjalani observasi selama dua pekan, mereka dinyatakan sehat.

"Pemerintah Indonesia sudah sangat baik dalam menangani dan melayani mereka yang dievakuasi dari Tiongkok, termasuk tim darurat penanggulangan virus korona, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), serta Menteri Kesehatan RI," kata Paranietharan.

Sebanyak 238 WNI dievakuasi dari Wuhan di Provinsi Hubei, tempat awal mula mewabahnya virus korona, lalu menjalani observasi di hanggar Bandara Raden Sadjad Natuna, Kepulauan Riau, sejak 2 Februari lalu. "Ini ialah tindakan yang cerdas dan tangkas, yaitu menjemput warga dari Kota Wuhan dan kota lainnya di Tiongkok, kemudian mengobservasinya selama 14 hari tanpa ada yang sakit. Sekarang kami akan melepas warga tersebut," lanjut Paranietharan.

Menurutnya, penanganan itu sudah melalui proses yang tepat sesuai rekomendasi protokoler WHO. Setelah melewati observasi panjang, ratusan WNI itu pun dalam kondisi sempurna dan tak menunjukkan gejala terjangkit korona. "Mereka siap dikembalikan ke lingkungan masyarakat, dan baik-baik saja untuk beraktivitas di tengah masyarakat. Mereka dalam kondisi yang sempurna, tidak perlu khawatir terhadap mereka.''

Selain 238 WNI yang dipulangkan dari Wuhan, proses observasi juga dijalani pihak-pihak lain yang terlibat dalam proses evakuasi. Mereka semua dinyatakan dalam kondisi sehat dan diterbangkan ke Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta untuk kembali ke rumah masing-masing. Selain keluarga, pihak pemerintah daerah tempat mereka berasal juga ikut menjemput di bandara.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menegaskan, sekembalinya ke kampung halaman, mereka bisa beraktifitas seperti biasa di tengah masyarakat. Masyarakat pun tak perlu takut dan khawatir berhubungan dengan mereka.

"Mereka semua dalam keadaan sehat. Saya bersama mereka satu pesawat. Saya dulu jemput sekarang mengantar dalam kondisi sangat sehat dan bahagia," ujar Terawan.

Sebagai bukti sehat, mereka yang telah menjalani observasi itu mendapatkan sertifikat. Menkes juga meminta masyarakat tidak perlu membatasi diri dengan menggunakan masker. "Endak usah, masker itu untuk yang sakit. Itu gunanya kalau yang sakit. Pokoknya tidak perlu panik.''

Menerima

Pemprov Sumatra Selatan juga meminta masyarakat menerima warga yang baru saja dikarantina di Natuna. Tercatat satu warga asal Sumsel yang menjalani observasi, yakni Heni Fitriani. "Mereka semua, termasuk WNI asal Sumsel, sehat. Dipastikan tidak terinfeksi virus. Setelah pulang, walaupun kita pantau, yang bersangkutan bisa beraktivitas seperti biasa," ucap Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini.

Pemprov Bali meminta agar tidak ada perlakuan diskriminasi dalam bentuk apa pun terhadap dua warga Pulau Dewata yang diobservasi di Natuna. "Mereka sudah dinyatakan sehat walafiat setelah dikarantina di Natuna oleh pemerintah pusat. Semuanya negatif,'' ujar Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indera.

Masyarakat Kampung Menol, Desa Tobongjaya, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pun tak keberatan dengan kepulangan satu warga setempat, Ulus Rusdiana. ''Memang masih ada yang khawatir dengan wabah virus korona, tetapi kami yakin dia (Ulus) dalam kondisi sehat,'' ucap tetangga Ulus, Nining. (Tim/X-8)

Baca Juga

Antara

RS Rujukan Korona Bakal Ditambah 4 Kali Lipat

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 10 April 2020, 17:11 WIB
Adapun, Trisa menyatakan jumlah tenaga ahli kesehatan yang meliputi dokter spesialis paru, hingga dokter spesialis penyakit dalam di 132 RS...
Antara

Pemerintah Mengapresisi Umat Nasrani Penuhi Pembatasan Fisik

👤Antara 🕔Jumat 10 April 2020, 16:46 WIB
Ini merupakan upaya nyata dalam menerapkan imbauan pembatasan jarak fisik serta Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang khususnya...
Antara

Update: Pasien Positif Korona Sembuh Tambah 30 Orang

👤Dhika Kusuma Winata/Atalya Puspa 🕔Jumat 10 April 2020, 16:10 WIB
Adapun, jumlah pasien yang meninggal yakni sebanyak 26 kasus, sehingga total pasien meninggal menjadi 306...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya