Minggu 16 Februari 2020, 07:10 WIB

Penelitian Berdampak Kebijakan

Gas/M-2) | WAWANCARA
Penelitian Berdampak Kebijakan

MI/ BARY FATAHILAH
BUDI HARYANTO: Direktur Pusat Penelitian Perubahan Iklim UI,

BUDI Haryanto merupakan salah satu cendekia asal Indonesia yang menaruh perhatian besar terhadap perubahan iklim dan kesehatan. Pada 2010, ia mendirikan Pusat Penelitian Perubahan Iklim di Univeristas Indonesia, dan kini menjabat sebagai direktur.

Penelitiannya di bidang perubahan iklim dan kesehatan juga sudah banyak dipublikasikan baik secara nasional maupun internasional. Pada mulanya, ia menaruh perhatian pada BBM bertimbal.

"Akan tetapi, karena tak berdampak secara policy, waktu itu lalu saya menaruh perhatian pada efek medan listrik dan medang magnet, sedangkan penelitiannya tertuju pada masyarakat yang tinggal di bawah menara sutet, dari Jakarta hingga Jawa Timur. Seluruh Jawa saya teliti," tutur Budi.

Setelah selesai dengan penelitiannya terhadap medan listrik, perhatian budi terhadap masalah lingkungan dan kesehatan kemudian menjadi semakin luas. Namun begitu, perhatiannya terhadap timbal tidak pernah lepas, dan sepulang dari Amerika pada 2000-an ia kembali melakukan penelitian terhadap unsur kimia tersebut.

Berbeda dengan penelitian sebelumnya, kala itu Budi mengubah subjek penelitiannya dari dewasa menjadi anak-anak. Adapun penelitiannya berlangsung di Jakarta, dan kemudian menunjukkan bahwa kala itu 35% anak-anak di Jakarta terkontaminasi timbal.

Tak hanya itu, hasil penelitian tersebut kemudian memancing perhatian publik dan membuat sejumlah pegiat lingkungan gencar mengadakan kampanye masalah timbal. "Berikutnya pada 2005 saya melakukan penelitian atau pengukuran ulang supaya terlihat perubahan. Sebab pada masa itu, sempat muncul kebijakan yang menghapuskan BBM bertimbal di Jakarta dan sekitarnya. Hasil penelitian kedua kemudian menunjukan bahwa memang terjadi penuruan kontaminasi setelah muncul kebijakan, dengan angka 25%," tuturnya.

Meski demikian, Budi tampaknya tidak puas dengan penelitian di Jakarta. Setelah itu, ia kemudian membuat penelitian terkait timbal di Bandung, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak di sana terkontaminasi timbal hingga 66%. Maka, respons dari pegiat lingkungan atas penelitian ini juga semakin besar. Mereka kemudian kembali membuat kampanye hingga pemerintah benar-benar menghapuskan BBM bertimbal pada 1 Juli 2006.

Kecintaan Budi terhadap masalah perubahan iklim dan lingkungan turut berbuah pada kedekatannya dengan sang idola, Anthony John McMichael, epidemiolog terkemuka dari Australian National University (ANU), Australia. Saking dekatnya dengan sang profesor, Budi bahkan dipercaya untuk menjadi pembicara utama (keynote speaker) dalam Asia-Pacific Academic Consortium for Public Health (APACPH), yang berlangsung di Bali, pada 2010.

Kala itu, Budi tidak pernah menyangka akan menjadi pemateri dalam seminar yang dihadiri oleh perwakilan fakultas kesehatan masyarakat se-Asia-Pasifik tersebut. Sebab, sedari awal ia hanya bertugas sebagai panitia yang mengawal jalannya acara.

"Saya waktu itu steering committee, eh waktu menit-menit hari terakhir acara, tahu-tahu disuruh jadi pembicara, semua pada kaget. Topiknya masalah perubahan iklim dan kesehatan. Belakangan tahu, ternyata sekretariat APACPH di Hawaii bertanya kepada Tony. Dia lalu menjawab, 'Kalau dari Indonesia ya Budi saja," tuturnya sambil tertawa mengingat kejadian unik bersama sang idola. (Gas/M-2)

Baca Juga

Kemendikbud/Tim Riset MI-NRC

Membangun Motivasi Murid maupun Guru

👤MI 🕔Minggu 31 Mei 2020, 00:35 WIB
SAAT menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sejak 2016, Prof Unifah Rosyidi...
Dok. Pribadi

Pentingnya Standar Pembelajaran saat Pandemi

👤Fathurrozak 🕔Minggu 31 Mei 2020, 00:10 WIB
MESKI Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah menampik rumor pembukaan kembali sekolah pada...
Dok. MI

Memilih untuk Berdaya

👤Fetry Wuryasti 🕔Minggu 03 Mei 2020, 08:50 WIB
Inisiatifnya untuk menciptakan suatu alat yang bisa membantu, dia harapkan bisa mengurangi rasa khawatirnya karena penyebaran virus yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya