Sabtu 15 Februari 2020, 21:03 WIB

LPKA Palu Berbenah Hilangkan Kesan Penjara

Mitha Meinansi | Nusantara
LPKA Palu Berbenah Hilangkan Kesan Penjara

MI/Mitha Meinansi
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu,

 

KURANG lebih satu tahun berdiri, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu, di Kelurahan Birobuli Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, terus berbenah.

LPKA yang menampung 29 anak binaan itu, berusaha menghilangkan kesan penjara. Jalan masuk gedung lembaga yang masih menggunakan pintu besi nantinya diganti dengan pintu kayu.

Begitu juga dengan seluruh ruang tahanan yang terdapat di LPKA Kelas II Palu, tanpa jeruji besi dan berpintu kayu. Masing-masing ruang tahanan diberi nama tokoh-tokoh kartun.

Kepala LPKA Kelas II Palu, Irpan mengatakan, sedikit demi sedikit membenahi gedung tahanan anak di Palu, dengan tujuan untuk membuat anak yang sedang dalam pembinaan mereka berubah untuk menjadi pribadi yang baik.

Menurut Irpan, membekali anak dengan keterampilan dan mengajarkannya jiwa mandiri, serta memberikan pendidikan baik formal maupun non formal, menjadi bentuk upaya pembinaan yang dilakukan LPKA Palu.

Karena itu, LPKA Kelas II Palu mengharapkan dukungan kerja sama pemerintah daerah, agar dapat menempatkan tenaga pengajar resmi, untuk memberikan pendidikan formal kepada anak-anak yang saat ini sekolahnya harus terputus, karena sedang berada di dalam tahanan.

''Tapi kita untuk formalnya masih menunggu dukungan dari pemerintah daerah, siapa tahu kita bisa buat MoU agar guru-guru yang diluar bisa
dimasukan ke dalam untuk mengajar,'' ujar Irpan, Sabtu (15/2).

Harapan itu dilakukan dengan alasan, kewajiban negara, pemerintah, pemerintah daerah, keluarga dan orang tua, berdasarkan Undang-Undang Perlindungan anak adalah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak untuk memperoleh pendidikan.

Selain itu menurut Ipran, dalam revitalisasi pemasyarakatan secara jelas menyatakan kemerdekaan  belajar untuk anak-anak. Sehingga menjadikan dasar LPKA Palu untuk mengupayakan pendidikan formal bagi anak-anak yang sedang dalam pembinaan, demi masa depan mereka.

''Jadi itu yang akan kami usahakan, tetap mereka mendapatkan pendidikan untuk masa depannya,'' aku Irpan.

Kekurangan sarana dan prasara seperti wahana mengasah kreativitas dan tempat tidur, juga  menjadi hal yang perlu dibenahi bagi LPKA Palu. (OL-2)

 

Baca Juga

ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Pasien Positif Covid-19 di Klaten 22 Orang, 15 Sembuh

👤Djoko Sardjono 🕔Senin 25 Mei 2020, 09:25 WIB
Pasien dalam pengawasan (PDP) yang saat ini diisolasi di rumah sakit berjumlah 10 orang. Kemudian, orang dengan status dalam pemantauan...
Dok MI

Aniaya Pria dengan Gangguan Jiwa, Dua Polisi Diproses Hukum

👤Cindy Ang 🕔Senin 25 Mei 2020, 09:00 WIB
Aksi penganiayaan tersebut bermula saat kedua polisi itu tengah melaksanakan tugas di Desa Bagok Sa untuk mengimbau masyarakat terkait...
MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE

Warga Dusun Blang Gelar Open House di Musala Desa

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Senin 25 Mei 2020, 08:30 WIB
Open house tersebut sebagai media bersilaturahmi antarsesama warga Dusun Blang yang berjumlah sekitar 25 keluarga atau sekitar 120...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya