Sabtu 15 Februari 2020, 08:20 WIB

Korporasi Berpeluang Jadi Tersangka Baru

Faustinus Nua | Politik dan Hukum
Korporasi Berpeluang Jadi Tersangka Baru

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nz
Tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Komisaris PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro.

 

KEJAKSAAN Agung terus membongkar kasus dugaan korupsi di balik gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya. Korporasi kemungkinan menjadi tersangka baru.

Kali ini, Kejagung akan memeriksa rekening milik tersangka Benny Tjokro.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah mengatakan pihaknya akan memeriksa rekening milik Benny Tjokro yang ada di PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA).

"Kaya BT (Benny Tjokro) kan ada juga rekening di Mayapada. Itu pasti diperiksa lah berapa nilai rekeningnya, apa kaitan bisnisnya, kan gitu?" ujarnya.

Selain itu, Kejagung juga telah menggeledah sejumlah perusahaan yang masuk pusaran skandal Jiwasraya.

Pada Rabu (14/2) malam, Kejagung menggeledah 2 perusahaan yakni PT Rimo International dan PT Armadian.

"Ada (penggeledahan) di PT Rimo International Tbk dan di PT Armadian," kata Febrie.

Febrie menyebut penggeledahan tersebut masih berlangsung. Dua perusahaan itu, Kata Febrie ada keterkaitan dengan tersangka Benny Tjokro yang jika ditotalkan memiliki 500 perusahaan.

"Bisa berpotensi (korporasi) jadi tersangka," ujar Febrie Ardiansyah.

Penyidik masih fokus merampungkan berkas perkara enam tersangka yang telah ditahan.

Setelah itu, Korps Adhyaksa akan memburu tersangka baru dari kasus yang ditaksir merugikan negara hingga Rp17 triliun.

Kejagung menetapkan enam tersangka kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Mereka ialah Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat, dan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim.

Selanjutnya, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya Syahmirwan, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, dan Direktur Utama PT Maxima Integra Joko Hartoni Tirto.

Teranyar, Benny dan Heru ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang.

Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembe-rantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Febrie menuturkan BPK dan penyidik Kejaksaan Agung masih mengaudit kerugian negara Jiwasraya dari 2008-2018. Dia tak menutup kemungkinan kerugian masih bisa bertambah.

"Kita nanti tunggu real terakhirnya. Ini akan terus dilakukan penghitungan," kata dia.

Masih diaudit

BPK pun terus mengaudit kerugian negara dalam kasus ini dan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Audit segera rampung.

"Deadline-nya akhir Februari untuk kerugian negara," kata Kepala Biro Humas BPK Selvia Vivi Devianti.

Selviana menjelaskan audit terhadap dua perusahaan BUMN itu bersifat investigasi. Pihaknya belum bisa melaporkan berbagai temuan lantaran masih tahap pemeriksaan.

Sekjen BPK Bahtiar Arif meminta seluruh pihak bersabar menunggu hasil audit. Dia menjanjikan sejumlah pihak turut diperiksa termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Nanti pada saatnya akan disampaikan ketika pemeriksaan sudah selesai," ujar dia. (Dhk/Cah/P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More