Jumat 14 Februari 2020, 22:02 WIB

Didi Kempot : Kita Bisa Berkaya Tanpa Narkoba

Rosmery Sihombing | Hiburan
Didi Kempot : Kita Bisa Berkaya Tanpa Narkoba

MI/Rosmery Sihombing
Musisi Didi Kempot bersama Kepala BNN Komjen Heru Winarko di kantor BNN, Jakarta

 

"NARKOBA ambyar. Anak muda bisa berprestasi tanpa narkoba, anak muda harus hebat, kita tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia itu hebat," ujar musisi campur sari Didi Kempot, 53, usai dinobatkan menjadi duta antinarkoba oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Heru Winarko, di kantor BNN Jakarta, Jumat (14/2).

Setelah menjadi duta antinarkoba, lanjutnya, mulai saat ini sebelum menyanyi di atas podium atau panggung ia terlebih dahulu akan mengampanyekan bahaya narkoba buat generasi muda.

"Setelah menjadi relawan antinarkoba apa pesan yang disampaikan kepala BNN kepada masyarakat luas, juga akan saya suarakan setiap kali saya manggung. Terutama buat anak-anak muda yang belum pernah memakai atau kenal sama sekali dengan narkoba, lebih baik semakin tidak kenal. Dan bagi yang sudah memakai semoga segera sadar, untuk masa depan lebih baik. Lebih baik berpretasi tanpa narkoba," tambah Godfather of Broken Heart itu lagi.

Menurut pemilik nama Dionisius Prasetyo itu, dunia seni atau musik kerab dikaitkan dengan narkoba. Pasalnya, banyak kalangan selebritas yang ditangkap karena narkoba ditayangkan di televisi-televisi.

"Pagelaran musik bisa tanpa narkoba. Kita bisa sukses, meraih semuanya tanpa narkoba. kalau saya sih mending makan nasi pecel aja sudah enak. menciptakan lagu bisa kok tanpa narkoba," ujar Didi disambut gelak tawa Heru yang duduk di sampingnya.

Baca juga : Angkie Yudistia Puji Kapolri karena 11 Polisi Disabilitas

Didi mengaku sangat prihatin bila melihat anak muda tertangkap karena narkoba.

"Mengapa anak muda mesti dengan narkoba, kalau kita ingin negara ini besar kita butuh rekan-rekan muda yang penuh semangat menjauhi hal-hal berbau narkoba. Kalau sampai terperosok ke hal-hal semacam itu. kita lihat di televisi, banyak generasi muda tertangkap.

Kasihanilah keluarga, diri sendiri, kasihanilah dan pandanglah merah putih setinggi langit. Supaya di mata dunia negara kita hebat," katanya.

Selain dinobatkan sebagai duta antinarkoba, musisi yang terkenal lewat lagu Pamer Bojo itu juga menerima penghargaan Terima Kasihku Kepadamu dari Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) yang seharusnya diterimanya pada acara buka tahun Januari lalu.

PWKI memilih Didi karena lewat lagu-lagunya yang merakyat, Didi juga merawat persatuan dan kesatuan bangsa. Lagu-lagu Didi dikenal di banyak daerah bahkan di pelosok-pelosok tanah air.

"Terkait menjunjung tinggi persatuan dan keberagaman saya sering melakukannya. Misalnya, ketika di atas podium saya rangkul orang Papua lalu saya ajak nyanyi bareng. Di Banjarmasin, dengan lagu Perawan Kalimantan, saya Jawa ceweknya dari Banjarmasin. Lalu lagu Jambu Alas bernuansa Sunda dan jawa. Begitulah cara kita seniman menunjukkan sila Persatuan Indonesia yang ada dalam Pancasila," jelas Didi.

Didi juga berterimakasih kepada PWKI yang memberikan penghargaan terhadapnya.

"Mohon maaf saya tidak bisa hadir waktu acara di Gedung Lemhanas, sukses semuanya. Kita hidup benar-benar bersama-sama untuk menjaga NKRI, maturnuwun. Semua sama, Indonesia," ujarnya dengan suara lantang.

Baca juga : Dennis Adhiswara Akui Telat Belajar Investasi

Didi mengaku tidak menyangka apa yang dikerjakannya bertahun-tahun menyanyikan lagu tradisional, seni Jawa, ternyata saat ini bisa diterima oleh masyarakat luas.

Di tempat yang sama, Heru mengatakan, alasan pemilihan Didi Kempot sebagai duta BNN bukan karena ia sama-sama dari Solo seperti dirinya.

"Kita merangkul semua publik figur untuk menyuarakan mengurangi dan meniadakan narkoba di Indonesia. Khususnya bonus demografi, pada 2035. Kita akan dapat bonus demografi, dan Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi dunia ke empat atau kelima. Syarat bonus demografi usia 10-30. 25 tahun lagi, mereka akan berusia 35 tahun. Generasi mereka yang akan mengisi negeri ini. Kalau bonusnya kena narkoba lah ambyar," ujar Heru.

Usai acara penobatan, Didi pun didaulat menyanyikan beberapa lagu, diantaranya Pamer Bojo dan Sewo Kuto.

Hadir pada acara tersebut sejumlah pejabat teras BNN, ketua Ekayastra Unmada Am Putut Prabantoro, dan Rektor Universitas Mercubuana. Didi bahkan berduet dengan Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menyanyikan lagu Cucak Rowo (OL-7)

VIDEO TERKAIT:

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More