Jumat 14 Februari 2020, 21:42 WIB

Backlog Perumahan di DKI Bisa Diatasi lewat Hunian Vertikal

Antara | Megapolitan
Backlog Perumahan di DKI Bisa Diatasi lewat Hunian Vertikal

Antara/Adnan Nanda
Hunian Dp O rupiah Klapa Village, Jakarta

 

KEPEMILIKAN rumah di ibu kota DKI Jakarta tercatat masih rendah. Data Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia menyebutkan, baru 47,12 persen warga Jakarta yang memiliki hunian milik. sementara 52,88 persen berada di hunian bukan milik.

Backlog hunian di DKI Jakarta sendiri pada 2015 mencapai 1.276.424 unit rumah dengan penambahan hingga 10 persen pada 2018 dan diprediksi terus bertambah seiring tahun.

"Dengan kondisi seperti ini, maka pengembangan vertikal dengan kepadatan tinggi dapat menjadi solusi terkait kepemilikan hunian bagi warga Jakarta," kata Ketua Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia A Hadi Prabowo dikutip dari Antara.

Salah satu pengembangan hunian vertikal di DKI Jakarta dikerjakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perumda Pembangunan Sarana Jaya yang fokus untuk pembangunan hunian DP Rp0 untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

"Hunian tersebut dihadirkan dalam bentuk bertingkat karena tingginya harga tanah di wilayah DKI Jakarta," kata Indra S Arharrys, Direktur Pengembangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

Baca juga : Kuras APBD Rp767 M, Formula-E Diklaim Akan Menguntungkan

Indra menambahkan, selain memfasilitasi masyarakat berpenghasilan rendah, pihaknya juga menata pemukiman kumuh secara kolaboratif dengan pelibatan aktif masyarakat.

Salah satunya dengan rencana membangun sentra bisnis bernama Kawasan Sentra Primer Tanah Abang akan menyerupai Sudirman Central Business District (SCBD).

Di sisi lain, Kepala Bappeda DKI Jakarta Nasrudin Djoko Surjono menyebutkan, Pemprov DKI Jakarta selalu berupaya untuk berkolaborasi dengan sektor swasta dalam mengimplementasikan rancangan pengembangan kawasan.

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta memiliki 73 kegiatan strategis daerah, di antaranya adalah penyediaan rumah DP Rp0, penataan kawasan pemukiman, hingga perbaikan tata kelola rumah susun.

Direktur Eksekutif Rujak Center for Urban Studies Elisa Sutanudjaja mengingatkan, pembangunan kawasan hunian vertikal secara bertahap yang memiliki ruang mitigasi bencana, adaptif terhadap krisis iklim, perbaikan lingkungan dan dilengkapi oleh interaksi sosial dan ruang mobilitas publik dapat menjadi solusi di Jakarta, (Ant/OL-7)

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Sejak 27 Mei, Polisi Tindak 18.708 Kendaraan Tanpa SIKM

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 02 Juni 2020, 09:20 WIB
"Pengendara yang melewati pos pemeriksaan SIKM di luar wilayah DKI Jakarta terbanyak di Kabupaten Tangerang, yaitu sebanyak 7.571...
MI/BARRY FATHAHILLAH

PDIP: Tak Perlu PSBL, Seluruh Wilayah Harus Diawasi Ketat

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 02 Juni 2020, 07:38 WIB
Ia khawatir, dengan PSBL yang menyasar RW-RW yang masih berstatus zona merah nantinya akan mengendurkan pengawasan di wilayah...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Jangan Euforia Sambut Kenormalan Baru

👤Ins/Put/Ykb/J-1 🕔Selasa 02 Juni 2020, 06:50 WIB
“Masyarakat tidak perlu euforia saat new normal. Seperti kasus wabah flu Spanyol dulu, gelombang kedua terjadi karena masyarakat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya