Jumat 14 Februari 2020, 20:55 WIB

Jabar Petakan Dampak Penghentian sementara Impor dari Tiongkok

Bayu Anggoro | Nusantara
Jabar Petakan Dampak Penghentian sementara Impor dari Tiongkok

MI/Anggoro
Kepala Bidang Fasilitas dan Kepabeanan Cukai Kanwil Bea dan Cukai DJBC Jawa Barat Nurtanti Widyasari saat memberi keterangan di Bandung.

 

KANTOR Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Barat masih memetakan dampak penghentian sementara impor berbagai produk dari Tiongkok terkait wabah virus Korona. Pasalnya, hal itu diprediksi akan menyebabkan penurunan pendapatan cukai.

Menurut Kepala Bidang Fasilitas dan Kepabeanan Cukai Kanwil Bea dan Cukai DJBC Jawa Barat Nurtanti Widyasari, pengurangan pendapatan cukai dipastikan terjadi akibat pengurangan impor itu. Apalagi impor Indonesia dari Tiongkok yang terdiri atas berbagai produk sangat besar.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi di Jabar Melambat

Nurtanti menyebut, berdasarkan laporan sementara yang diterimanya, penghentian aktivitas perdagangan itu sudah berdampak terhadap kuantitas barang di Cirebon. Bahkan, menurutnya di daerah tersebut mengakibatkan pengurangan tenaga kerja karena tidak adanya pasokan barang.

"Tentu ada kendala terutama untuk barang-barang yang masuk dari China. Ada pengurangan pasokan, lalu berdampak kepada pengurangan tenaga kerja," katanya di Bandung, Jumat (14/2).

Meski tidak menyebut angka, menurutnya selama ini barang-barang impor di Jawa Barat banyak yang berasal dari Tiongkok. "Pemberian fasilitas fiskal terkait fasilitas KITE impor dari China sepanjang 2019 mencapai US$16,77," katanya.

Dia berharap situasi ini tak memanjang agar tidak mengganggu pasokan barang ekspor dan impor. "Kalau pun mengganggu, kami akan berkoordinasi dengan pusat," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) mengajak masyarakat untuk meningkatkan pola hidup sehat. Meski saat ini belum ditemukan kasus korona di Indonesia, menurut dia harus tetap waspada dengan menjaga kesehatan.

"Hari ini secara resmi virus Korona disebut COVID-19. Kita harus tetap waspada dan jaga kondusivitas," katanya seusai rapat koordinasi dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin. Lebih lanjut, Emil memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan unsur lainnya demi maksimalnya pencegahan penyebaran virus Korona.

"Kami terus berkoordinasi untuk menghimpun data yang akurat," katanya. Selain itu, dia mengingatkan warga agar tidak panik karena Indonesia memiliki peralatan yang baik untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

"RSHS memiliki sistem informasi rujukan terintegrasi yang prosedur yang siap untuk menangani berbagai potensi COVID-19," katanya. (BY/A-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More