Jumat 14 Februari 2020, 20:16 WIB

Jaga Toleransi di Blora, Kapolres Silaturahmi ke Pondok Pesantren

Tri Subarkah | Nusantara
Jaga Toleransi di Blora, Kapolres Silaturahmi ke Pondok Pesantren

MI/Tri Subarkah
Kapolre Blora AKBP Anotnius Anang bersama pimpinan Pondok Pesantren Khozinatul Ulum

 

KORPS Bhayangkara terus berupaya menangkal berkembangnya radikalisme di Indonesia. Sebagai bentuk pencegahan, benih toleransi antarumat beragama ditanamkan sejak dini.

Hal itu tercermin seperti yang dilakukan oleh Kapolres Blora AKBP Antonius Anang yang melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Khozinatul Ulum di Kelurahan Mlangsen pada Jumat (14/2).

Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi kepada para pengurus pondok pesantren dan meningkatkan sikap toleransi di hadapan ratusan santri yang hadir.

"Membimbing anak-anak santri ini untuk mengutamakan masalah toleransi. Jadi sejak dini ditanamkan masalah toleransi, kemudian mengajarkan masalah keberagaman, perbedaan, keindahan di dalam NKRI ini," kata Anang di lokasi.

Anang berharap upaya yang dilakukan pihaknya dengan pengurus pondok pesantren dapat mendidik para santri menjadi kader dalam menjaga keberagaman.

Dalam kunjungannya tersebut, Anang menyebut berita bohong atau hoaks menjadi tantangan yang dihadapi generasi muda.

Baca juga : Hadir di Setiap Kecamatan, FKUB Grobogan Tepis Intoleransi

"Saya harap jangan gampang terprovokasi berita hoaks, itu yang saat ini sangat marak," tambahnya.

Sampai saat ini, lanjut Anang, situasi keamanan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah berjalan dengan aman dan kondusif, khususnya yang menyangkut radikalisme.

Ia menilai warga Blora menjunjung tinggi toleransi dan saling menghargai perbedaan agama. Hal itu tercermin saat dirinya yang merupakan penganut agama minoritas di Blora menjabat sebagai Kapolres sejak Desember 2018.

"Nggak ada (penolakan), semua tokoh agama di sini, MUI, sama kita bersinergi, dengan FKUB semuanya bersinergi. Masyarakatnya sangat menjaga toleransi, saling menghargai," tandas Anang.

Sementara itu, Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Khozinatul Ulum, Ahmad Labib Hilmi menekankan bahwa pesantren merupakan tempat untuk mengajarkan pemahaman yang benar mengenai perbedaan di Indonesia. Menurutnya, ideologi Pancasila sudah berlandaskan syariat Islam.

"Ideologi kita itu sesungguhnya berlandaskan dari syariat ajaran kita, dan itu tidak ada yang bertentangan sama sekali dengan ideologi, dan kita mencoba terus untuk memberikan pemahaman kegiatan pesantren, walupun dari orang berbeda tapi di sini jadi satu," pungkas Labib. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More