Jumat 14 Februari 2020, 23:55 WIB

Komunitas Uighur Khawatir Wabah Korona

Komunitas Uighur Khawatir Wabah Korona

AFP

 

ANGGOTA minoritas Uighur Tiongkok yang tinggal di pengasingan membunyikan alarm atas risiko penyebaran virus korona di kamp-kamp di dalam negeri, tempat diyakini hingga satu juta orang ditahan.

Organisasi-organisasi nonpemerintah internasional sebelumnya telah menyebut ratusan ribu orang suku Uighur telah ditahan oleh Beijing dan ditempatkan di pusat penahanan di wilayah itu.

Perwakilan dari diaspora Uighur memperingatkan ada alasan nyata untuk khawatir penyebaran virus korona yang cepat di kamp-kamp yang kontroversial.

Beijing disebut telah menahan sekitar satu juta orang Uighur dan etnis minoritas muslim lainnya di kamp-kamp pengasingan raksasa, kata LSM dan para ahli, dan sedikit yang diketahui tentang kondisi di dalamnya.

“Orang-orang mulai panik. Keluarga kami ada di sana, berurusan dengan kamp dan virus, dan kami tidak tahu apakah mereka punya cukup makanan atau masker,” kata Dilnur Reyhan, seorang sosiolog Prancis asal Uighur.

Sebuah petisi yang diposting di Change.org ditandatangani oleh lebih dari 3.000 orang mendesak penutupan kamp-kamp Xinjiang.

Ada juga kampanye di media sosial seperti #VirusThreatInThecamps dan #WHO2Urumqi untuk mendesak WHO untuk mengirim delegasi ke kota Xinjiang. “Kita tidak harus menunggu sampai berita ratusan kematian terkait virus korona di kamp-kamp itu sebelum kita bereaksi,” kata petisi.

Kongres Uyghur Sedunia (WUC) sangat prihatin bahwa jika langkah-langkah tidak diambil untuk membatasi penyebaran virus ini lebih jauh, ia dapat dengan cepat menginfeksi sejumlah besar orang di Xinjiang.

“Orang-orang ini berada di negara yang rentan dan melemah karena penganiayaan dan penganiayaan pemerintah Tiongkok,” kata presidennya Dolkun Isa.

“Ini semakin memperparah penderitaan orang-orang Uighur,” tegasnya. (The Guardian/Hym/I-1)

Baca Juga

AFP/JIM WATSON

Trump Tuduh Rumah Sakit Menimbun Ventilator

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Senin 30 Maret 2020, 13:20 WIB
Presiden Donald Trump menuduh rumah sakit, Minggu (29/3), menimbun ventilator yang kini ketersediaannya langka di seluruh Amerika Serikat...
AFP/Muhammad Haj Kadour

Suriah Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Senin 30 Maret 2020, 12:54 WIB
Negara yang kerap diguncang perang semakin khawatir dengan pandemi covid-19. Apalagi, sudah ada korban meninggal akibat virus...
Courtesy: Sven Teschke/Creative Commons/AFP

Cemas Covid-19, Menkeu Negara Bagian Hesse, Jerman Bunuh Diri

👤Deri Dahuri 🕔Senin 30 Maret 2020, 11:55 WIB
Menkeu Negara Bagian Hesse, Jerman, Thomas Schaefer bunuh diri diduga akibat mengalami 'kecemasan berat'  terkait bagaimana...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya