Jumat 14 Februari 2020, 22:40 WIB

Tarik 8 Juta Wisatawan dengan Sederet Event

Lina Herlina | Nusantara
Tarik 8 Juta Wisatawan dengan Sederet Event

ANTARA
Kawasan wisata Pegunungan Karst Rammang-Rammang Desa Salenrang, Maros, Sulawesi Selatan

 

BERBAGAI upaya dilakukan pemerintah aderah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah masing-masing. Apalagi, kunjungan wisatawan asing dikhawatirkan berkurang akibat merebaknya virus korona.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggenjot pertumbuhan kunjungan wisatawan melalui sejumlah event wisata. Dengan event yang dikemas dalam beragam tema dan kegiatan yang bisa diikuti oleh wisatawan saat berlibur ke Sulsel itu, diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan Nusantara maupun mancanegara hingga 8 juta pada tahun ini.

“Dari target 8 juta wisatawan yang berkunjung ke Sulsel, rinciannya masing-masing 325 ribu wisatawan mancanegara (wisman) dan 7,7 juta wisatawan Nusantara (wisnus),” kata Kepala Dinas Pariwisata Sulsel Denny Irawan,  Jumat (14/2).

Ia menjelaskan, sepanjang Februari ini di Sulsel antara lain akan digelar Pesta Adat Ma’Gaukang Dg Riolo di Kabupaten Jeneponto. Kemudian, pada 20 Februari ada Parepare Fair dan TP Fest, 19-21 Februari digelar Festival Budaya To Berru Lalu, pada 22 Februari ada Sinjai Culture Carnaval serta Parepare Off Road Jelajah Bumi Bj Habibie. Pada 12 Februari lalu juga telah digelar Trail Adventure Luwu.

“Tahun ini ada Sekitar 60 event pariwisata yang akan kami gelar. Dari 60, ada beberapa yang telah ditetapkan sebagai agenda tahunan dan masuk dalam kalender event pariwisata 2020 Wonderfull Indonesia,” ujar Denny.

Seluruh event juga diupayakan untuk digelar secara berkesinambungan agar mampu dipromosikan berkelanjutan dengan kemasan yang berbeda setiap tahun. Sulsel juga memiliki sejumlah event wisata andalan yang telah masuk dalam kalender event Kementerian Pariwisata.

Di antaranya, Toraja Internasional Festival (TIF) yang digelar pada 19-21 Juli dan Festival Salo Karajae di kota Parepare pada 27 September.
Sementara itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau kini fokus menggarap pembinaan sumber daya manusia (SDM) dalam usaha membangun pariwisata di daerah itu. Melalui berbagai pembinaan diharapkan para pengelola atau pelaku pariwisata di kabupaten dan kota lebih optimal melayani wisatawan yang berkunjung ke Riau.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Riau Raja Yoserizal mengatakan, kegiatan pembinaan diikuti peserta yang terdiri dari pengelola dan pengusaha objek wisata dari kabupaten dan kota. Mereka akan mendapatkan pelatihan dari sejumlah narasumber yang inspiratif dari luar daerah.

“Antara lain pelatihan Sapta Pesona yang diikuti oleh 1.500 orang di destinasi wisata yang tersebar pada sejumlah kabupaten dan kota,” kata Yose di Pekanbaru, beberapa waktu lalu.
Selain itu, juga telah dilakukan pelatihan SDM pengelola objek wisata yang diikuti 200 peserta, pelatihan teknis kuliner 300 peserta, pelatihan pengelola taman wisata, taman rekreasi 200 peserta,  dan pelatihan pemandu wisata halal 760 peserta.


Manfaatkan DAK

Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, Provinsi bangka-Belitung, akan mengembangkan wisata bahari dalam upaya meningkatkan kun jungan wisatawan. Pengembangan wisata bahari tersebut akan memanfaatkan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp4 miliar dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur Evi Nardi mengatakan, wisata bahari yang dikembangkan khususnya wisata bawah laut berupa pembangunan dive center, pembelian tujuh unit glass-bottom boat dan pelatihan sertifikasi selam untuk peningkatan SDM. (RK/RF/PO/OL/BB/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More