Jumat 14 Februari 2020, 13:30 WIB

Jaksa Agung AS Sebut Cicitan Trump Ganggu Pekerjaannya

Nur Aivanni | Internasional
Jaksa Agung AS Sebut Cicitan Trump Ganggu Pekerjaannya

AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS
Jaksa Agung AS William Barr

 

JAKSA Agung Amerika Serikat (AS) William Barr mengatakan cicitan Presiden Donald Trump melalui akun Twitter telah mengganggu pekerjaannya.

"Tidak mungkin bagi saya melakukan pekerjaan saya," katanya, seperti dikutip dari BBC, Jumat (14/2).

Kritiknya terhadap Trump datang di tengah pengawasan ketat dari Departemen Kehakiman tentang penanganan kasus yang melibatkan Roger Stone, mantan penasehat presiden.

Komentar Barr tersebut adalah sebuah isyarat kejengkelan yang jarang terjadi terhadap sikap Trump.

Baca juga: AS Tawarkan Bantuan Atasi Virus Korona di Korut

"Saya pikir sudah waktunya menghentikan cicitan (di Twitter) tentang kasus pidana Departemen Kehakiman," kata Barr kepada ABC News.

"Saya tidak bisa melakukan pekerjaan saya di sini, di departemen, dengan komentar latar belakang secara terus menerus yang memotong saya," tambahnya.

Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell mengatakan presiden harus mendengarkan saran Barr.

"Jika jaksa agung mengatakan itu menghalangi pekerjaannya, presiden harus mendengarkan jaksa agung," kata senator Partai Republik itu kepada Fox News.

Minggu ini, ada kemarahan yang meluas ketika Departemen Kehakiman mengatakan mereka berencana mengurangi hukuman penjara yang akan dicarinya untuk Stone, seorang teman lama presiden.

Stone dinyatakan bersalah pada November karena menghalangi investigasi oleh Komite Intelejen DPR AS terhadap campur tangan Rusia dalam pemilu 2016.

Jaksa federal awalnya merekomendasikan Stone harus menghadapi tujuh hingga sembilan tahun penjara karena mencoba menghalangi penyelidikan.

Trump dengan cepat menyuarakan perlawanannya dengan mencuit, "Ini adalah situasi yang mengerikan dan sangat tidak adil".

Departemen Kehakiman kemudian menolak rekomendasi tim penuntutnya sendiri. Itu menimbulkan pertanyaan apakah Barr telah melakukan intervensi atas nama sekutu Trump. Keempat jaksa kemudian berhenti.

Presiden Trump memuji Barr karena mengambil alih kasus tersebut. Barr menegaskan presiden tidak pernah memintanya melakukan sesuatu dalam kasus pidana tersebut. Hanya saja, ia mengatakan cicitan Trump  tentang kasus tersebut mengganggu pekerjaannya.

"Apakah Anda maju dengan apa yang Anda anggap sebagai keputusan yang tepat atau apakah Anda menarik kembali karena cuitan (Twitter)? Dan itu hanya semacam menggambarkan betapa mengganggu cicitan ini," kata Barr.

"Saya tidak akan diganggu atau dipengaruhi oleh siapa pun ... apakah itu Kongres, dewan editorial surat kabar, atau presiden," tambahnya.

Lebih lanjut, dia berharap Trump akan menghargai kata-katanya. "Saya harap dia akan bereaksi."

Barr diangkat sebagai jaksa agung pada Februari tahun lalu. Dia telah dilihat sejak itu sebagai sekutu dekat presiden, berbeda dengan hubungan yang dimiliki Trump dengan pendahulunya, Jeff Sessions. (BBC/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More