Jumat 14 Februari 2020, 12:15 WIB

AS Kecewa dengan Transparansi Tiongkok soal Virus Korona

Nur Aivanni | Internasional
AS Kecewa dengan Transparansi Tiongkok soal Virus Korona

AFP/Mark RALSTON
Sejumlah penumpang mengenakan masker saat tiba di Bandara Internasional Los Angeles.

 

AMERIKA Serikat (AS) merasa kecewa oleh kurangnya transparansi dari Tiongkok mengenai wabah virus korona.

"Kami sedikit kecewa karena kami tidak diundang dan kami sedikit kecewa dengan kurangnya transparansi yang berasal dari Tiongkok," Larry Kudlow, Direktur Dewan Ekonomi Presiden Donald Trump, seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (14/2).

Pekan lalu, Trump memuji Presiden Tiongkok Xi Jinping atas tanggapan pemerintahnya terhadap wabah yang secara resmi telah merenggut nyawa 1.367 orang dan menginfeksi 60.000 orang.

Baca juga: Korban Tewas akibat Virus Korona di Tiongkok Dekati Angka 1.500

Tetapi, Kudlow mengatakan bahwa pertanyaan yang tidak terjawab sedang memuncak dan tidak ada tanda-tanda kerjasama yang dijanjikan.

"Presiden Xi meyakinkan Presiden Trump bahwa Tiongkok ada di sana dan akan ada keterbukaan, mereka akan menerima bantuan kami," tambahnya.

"Kami lebih dari bersedia untuk bekerja dengan PBB (dan) WHO dalam hal ini dan mereka tidak akan membiarkan kami. Saya tidak tahu apa motif mereka. Saya tahu bahwa tampaknya semakin banyak orang menderita di sana," katanya.

"Apakah Politbiro benar-benar jujur pada kita?" tanyanya merujuk pada badan kepemimpinan tertinggi komunis Tiongkok.

Kudlow memperkirakan bahwa dampak ekonomi akan sangat minimal bagi AS. Tetapi, lanjutnya, ketakutan akan virus korona menciptakan ketidakpastian.

"Jika kita tidak mendapatkan informasi yang baik dari Tiongkok, sangat sulit bagi kita untuk membuat penilaian yang layak," katanya. (Channel News Asia/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More