Jumat 14 Februari 2020, 07:40 WIB

Presiden Meriahkan Kenduri Kebangsaan

Atikah Ishmah Winahyu | Politik dan Hukum
Presiden Meriahkan Kenduri Kebangsaan

MI/Andry Widyanto
(ki-ka) Direktur Eksekutif Yayasan Sukma Ahmad Baedowi, Penggagas Kenduri Kebangsaan T. Taufiqulhadi, dan Anggota DPR RI Nasir

 

PRESIDEN Joko Widodo akan menghadiri acara Kenduri Kebangsaan yang digelar oleh Yayasan Sukma dan Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh di Sekolah Sukma Bangsa, Bireun, Aceh, Sabtu (22/2).

Steering Committee Kenduri Kebangsaan Teuku Taufiqulhadi dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin, mengatakan acara itu akan dihadiri Presiden dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju.

Menurutnya, ada tiga tujuan utama kegiatan itu. Pertama, membangun kembali semangat keacehan, keislaman, dan keindonesiaan. Kedua, mempersatukan seluruh elemen masyarakat Aceh, dan ketiga, meningkatkan kesadaran masyarakat terkait keacehan sebagai suatu warna dan kekayaan Indonesia yang harus dijaga dan dikembangkan.

Ketua Forbes Anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh, M Nasir Djamil, menjelaskan selama ini salah satu kegiatan masyarakat yang paling menonjol di Aceh ialah kenduri. Kenduri di Aceh biasanya melibatkan seluruh strata sosial.

"Ini ialah bagian konsolidasi kebangsaan dan sekaligus mengingatkan masyarakat Aceh terkait pentingnya persatuan. Ini tidak lepas dari peran tokoh Aceh, Surya Paloh. Mudah-mudahan Kenduri Kebangsaan bisa merekatkan nilai-nilai persatuan," kata politikus PKS itu.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Sukma, Ahmad Baedowi, menambahkan bahwa acara Kenduri Kebangsaan sengaja mengambil tempat di Bireun karena pernah menjadi ibu kota pemerintahan RI pada kondisi darurat pascakemerdekaan. "Walaupun hanya dua hari atau 48 jam," ungkapnya.

Alasan lainnya, Bireun merupakan kota pendidikan tertua di Aceh. "Sekolah Sukma Bangsa (SSB) juga menempatkan Bireun sebagai tempat pertama pembangunan sekolah. Saat ini SSB memiliki tiga sekolah, yakni di Bireun, Pidie, dan Lhokseumawe," jelas Baedowi.

 

 Semangat masyarakat

Taufiq menambahkan gagasan menggelar Kenduri Kebangsaan muncul dari diskusi santai para tokoh asal Aceh. Salah satu tujuannya mengangkat nilai kebudayaan Aceh. "Dalam perjalanannya kita bersama-sama merumuskan Kenduri Kebangsaan. Nama kenduri bersifat melibatkan masyarakat," urai Taufiq.

Meskipun Aceh memiliki keistimewaan dari segi politik dengan adanya partai lokal dan lembaga keistimewaan Aceh, kata dia, pertumbuhan ekonomi dan kehidupan sosial-keagamaan belum sepenuhnya pulih.

Oleh karena itu, kegiatan kenduri kali ini memiliki urgensi untuk mengembalikan semangat masyarakat Aceh dan segenap elemen, termasuk ulama dan elite politik agar dapat membangkitkan kembali posisi kesejarahan Aceh dalam konteks NKRI.

"Mudah-mudahan ini ialah bagian dari energi positif untuk menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini," ujarnya.

Menurut rencana, Yayasan Sukma dan Forbes akan memberikan sejumlah rekomendasi kepada Presiden Jokowi menyangkut aspek keacehan yang merupakan hasil kajian akademik yang dilakukan sebelum acara utama berlangsung.

"Saya kira implementasi dari kegiatan itu bukan hanya aspek kendurinya, melainkan juga ada rekomendasi konkret yang akan kita bawakan pada saat Presiden hadir di sekolah Sukma Bangsa," turut Baedowi. (P-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More