Jumat 14 Februari 2020, 03:15 WIB

Daging Merah Pacu Risiko Sakit Kardiovaskular Hingga 7%

Galih Agus Saputra | Weekend
Daging Merah Pacu Risiko Sakit Kardiovaskular Hingga 7%

Unsplash/Sven Brandsma
Makan daging merah turut meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular sebanyak 3% hingga 7%.

Anda yang gemar mengonsumsi daging merah kini barangkali perlu memikirkan ulang menu favorit tersebut. Sebab, penelitian terbaru dari Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern Feinberg School of Medicine, Amerika Serikat menunjukan bahwa makanan tersebut turut meningkatkan risiko serangan kardiovaskular sebanyak 3% hingga 7%.

Adapun yang dimaksud daging merah itu sendiri tidak meliputi unggas dan ikan --yang biasa disebut 'daging putih'-- melainkan daging sapi, kambing, domba, dan kuda.

Lebih lanjut, salah satu penulis laporan penelitian tersebut, Norrina Allen menjelaskan, peningkatan risiko biasa ditemukan pada mereka yang setidaknya mengonsumsi dua porsi daging merah (dan olahan) dalam seminggu.

Temuan baru ini yang didasarkan pada riset dengan 29.682 responden itu juga menjadi tandingan penelitian sebelumnya, yang menganjurkan sesorang untuk tidak mengurangi konsumsi daging merah.

"Semua orang menafsirkan bahwa tidak masalah mengonsumsi daging merah. Tetapi saya berpikir hal seperti itu harus didukung ilmu pengetahun. Dan temuan ini, meskipun hanya membuat perbedaan kecil, tetapi ada baiknya orang-orang mencoba mengurangi daging merah, karena secara konsisten ia juga berkaitan dengan masalah lain, kanker," tuturnya, seperti dilansir situs Sciendaily.

Makalah ini juga pernah terbit di Jama Internal Medicine pada 3 Februari lalu.  Pemimpin Penelitian Daging Merah, Victor Zhong kemudian menambahkan bahwa modifikasi asupan makanan protein hewani menjadi strategi penting untuk membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini yang mengancam tingkat populasi.

"Studi kami menunjukkan hubungan yang kuat antara kardiovaskular dan mortalitas. Ikan, makanan laut, dan sumber protein nabati seperti kacang-kacangan dan polong-polongan adalah alternatif yang sangat baik untuk menggantikan daging merah," kata dia. (M-2)

Baca Juga

AFP/JOHANNES EISELE (STF)

Arloji Cerdas dikembangkan untuk Deteksi Corona

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 29 Mei 2020, 19:35 WIB
Fitbit, bersama dengan Apple, juga berkolaborasi dengan Stanford Healthcare Innovation Lab dalam COVID-19 Wearables...
Unsplash/ William Iven

Tabungan Bertambah Saat WFH? Anda Tetap Disarankan Berhemat

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 29 Mei 2020, 16:55 WIB
Meski banyak orang yang turun pendapatan karena pandemi, banyak pula yang tabungannya justru bertambah karena beruntung masih bergaji penuh...
A Jamieson

Ada Penampakan Spesies Gurita Langka di Palung Sunda

👤Bagus Pradana 🕔Jumat 29 Mei 2020, 13:10 WIB
Mereka menjuluki spesies gurita laut dalam yang mereka temui ini dengan sebutan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya