Kamis 13 Februari 2020, 21:40 WIB

Demi Anggaran Minta Bupati dan Wali Kota Diminta Aktif Lobi DPRD

Bayu Anggoro | Nusantara
Demi Anggaran Minta Bupati dan Wali Kota Diminta Aktif Lobi DPRD

MI/Anggoro
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil seusai kopi darat dengan para wali kota dan Bupati Jabar di Purwakarta, Kamis (13/2).

 

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil meminta bupati/wali kota untuk lebih aktif berkomunikasi dengan anggota DPRD Jawa Barat terkait bantuan keuangan dari pihaknya. Hal itu dirasa perlu agar besaran yang diberikan sesuai dengan kebutuhan.

Pernyataan itu disampaikan Emil--sapaan Ridwan Kami-- saat menggelar pertemuan dengan seluruh bupati/wali kota, di Purwakarta, Kamis (13/2). Acara bertajuk Kopi Darat (koordinasi pemerintah daerah) bersama Bupati/Wali kota itu dihadiri oleh seluruh kepala daerah.

Baca juga: Ridwan Kamil Terbitkan SK, Buruh tidak Jadi Demo

Emil mengakui, pada tahun ini terdapat sejumlah kabupaten/kota yang jumlah bantuan keuangannya tidak sebesar tahun lalu. Menurutnya, hal ini tidak akan terjadi jika pemerintah daerah tingkat II itu menjalin komunikasi yang baik dengan anggota DPRD Jawa Barat.

"Dalam proses perjalannya mungkin tidak melobi dewan," katanya. Dia menjelaskan, jumlah bantuan keuangan yang akan diberikan provinsi kepada kabupaten/kota akan ditentukan oleh keputusan DPRD Jawa Barat, meski usulan  masuk melalui pihaknya.

"Kan setelah data masuk ke gubernur, ketuk palu di dewan. Dewan kadang-kadang suka menggeser, dikurangi, ditambahi," katanya.

Oleh karena itu, Emil kembali mengingatkan pentingnya bupati/wali kota menjalin komunikasi yang baik dengan anggota DPRD Jawa Barat.

"Mereka (bupati/wali kota) yang kurang mengawal, biasanya kena geser. Makanya saya usulkan 30 hari di bulan Juni atau Juli, gunakan untuk melobi dewan," katanya.

Lebih lanjut Emil katakan, pada 2020 ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan bantuan Rp7 triliun untuk kabupaten/kota. Namun, menurutnya jumlah ini tidak pernah mencukupi karena banyaknya kebutuhan daerah.

Sebagai contoh, pada acara Kopi Darat ini tercatat Rp10 triliun untuk menjalankan program pembangunan yang diusulkan pemerintah kabupaten/kota.

"Makanya tadi cukup disampaikan lima sektor yang jadi prioritas saja. Kalau tidak dibatasi, bisa lebih besar," katanya.

Untuk menutupi kekurangan anggaran, Emil mengaku akan memikirkan cara untuk meningkatkan pendapatan daerah. "Kita cari untuk sisanya. PAD-nya naik, dananya lancar. Semua keinginan bisa kita berikan, nanti kita informasikan lagi," katanya.

Di tempat yang sama, Bupati Bandung Barat Aa Umbara mengatakan, pada Kopi Darat ini pihaknya mengajukan lima program prioritas kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Beberapa di antaranya terkait sektor pariwisata yang merupakan tulang punggung pendapatan asli daerahnya.

"PAD Bandung Barat paling besar dari sektor pariwisata," katanya. Dia menyebut, pada tahun ini pihaknya akan membuka akses pariwisata yang berasal dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Tahun ini kita akan membuka tujuh tempat wisata baru. Ada curug, danau, juga kuliner," katanya. (BY/RZ/A-1)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More